Perawatan Mobil Setelah Turun Mesin

Perawatan Mobil Setelah Turun Mesin

Jarang yang tahu bahwa ternyata ada beberapa langkah penting dan wajib sebagai upaya perawatan mobil setelah turun mesin.

Langkah ini tentu saja menjadi aspek yang perlu Anda perhatikan jika memang mobil Anda baru saja selesai turun mesin dari bengkel mobil.

Bukan tanpa sebab mengingat pasca mobil mengalami turun mesin, sudah tentu akan banyak berdampak pada beberapa komponen. Tak terkecuali pada sektor mesin mobil.

Maka, Anda perlu memberikan sentuhan perawatan tertentu sebagai bentuk upaya dalam menjaga performa mesin mobil pasca turun mesin. Salah satunya dengan mempercayakan servis di bengkel mobil Jogja terpercaya.

Lantas, kira-kira apa saja langkah untuk dalam menjaga kondisi mobil setelah mengalami turun mesin?

Tips Perawatan Mobil Pasca Turun Mesin

Meski sederhana namun tak sama dengan merawat mobil pada umumnya. Mengingat, merawat mobil sudah pernah turun mesin tidak bisa sembarangan. Adapun tips yang bisa Anda ambil meliputi :

1. Rutin Memanaskan Mesin

Rutin menghidupkan mesin saat pagi hari menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kinerja mesin mobil nselama pasca turun mesin.

Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam menjaga agar oli mesin mobil tetap tersebar merata ke seluruh sektor permesinan.

Mengingat, oli mesin sendiri dalam hal ini sangat berperan dalam menjaga suhu mesin di setiap sela. Sehingga dengan memanaskan mesin secara rutin maka tiap sela mesin pun suhunya akan tetap terjaga.

2. Cek Oli Mobil dan Ganti secara Berkala

Sebagai pelumas mesin, tentu saja peran oli pada mobil pasca turun mesin sangat penting sekali. Maka dari itu, sebagai langkah tepat guna menjaga kondisi mobil, pengecekan oli mesin mobil berkala harus Anda lakukan.

Tak hanya melakukan pengecekan saja. Meski kondisi masih bagus namun bila sudah waktunya ganti maka Anda tetap harus melakukan penggantian oli mesin mobil sesuai arahan dari bengkel saat turun mesin.

Tentu saja, penggantian oli secara berkala ini menjadi aspek penting. Setidaknya sebagai upaya dalam memastikan kondisi suhu mesin tetap terjaga dan menghindari gesekan kasar antar komponen mesin akibat penurunan kualitas oli.

3. Pastikan Gunakan Bahan Bakar sesuai Standar Mesin Mobil

Tak cukup berkualitas saja namun Anda harus mengetahui jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan kondisi mesin mobil Anda.

Sebab, bahan bakar terbaru, seperti Pertamax Plus kurang sesuai dengan mesin mobil produksi tahun 90an. Wajar saja karena pada tahun 90an, tentu saja mesin menyesuaikan oktan bahan bakar yang ada pada saat itu.

Oleh karenanya, Anda harus memahami mana pilihan kadar oktan bahan bakar yang paling cocok. Ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah suara mesin mobil kasar setelah turun mesin yang umumnya bersumber dari pembakaran yang kurang sempurna akibat kurang tepat dalam memilih bahan bakar.

4. Kontrol Kecepatan Mobil

Menghindari mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi sesaat setelah turun mesin juga menjadi langkah efektif. Khususnya upaya dalam mencegah kegagalan inreyen mobil pasca turun mesin.

Mobil yang Anda kemudikan dengan kecepatan tinggi maka secara otomatis akan memicu piston dan komponen terkait lainnya.

Untuk menjaga kerusakan lebih parah maka kondisi mobil yang berpotensi lebih parah maka sebaiknya hindari mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi pasca turun mesin.

5. Selalu Cek Kondisi Busi dan Kabel Busi

Busi yang rusak atau kabel busi yang kendor dapat mempengaruhi pembakaran mesin dan menyebabkan penurunan kinerja mesin.

Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukan pengecekan pada kondisi busi dan kabel busi setiap 6 bulan atau sesuai dengan jadwal perawatan mobil dan menggantinya jika memang perlu.

OJC Auto Service : Bengkel Mobil Jogja Siap Melayani Servis Mobil Menyeluruh

Pasca turun mesin, tentu perawatan mendalam pada mobil sangat diperlukan. Oleh karenanya, servis mobil berkala menjadi sangat penting untuk Anda perhatikan. Sebab, perawatan mobil setelah turun mesin memerlukan pemeliharaan yang tepat.

Mengenai itu, OJC Auto Service pun hadir sebagai bengkel mobil terpercaya di Jogja yang siap membantu Anda menjaga performa mobil setelah turun mesin.

Dengan fasilitas bengkel nan lengkap serta para mekanik berpengalaman, tentu saja kondisi mobil Anda akan selalu terjaga. Ingin konsultasi mengenai masalah pada mobil Anda? Hubungi tim CS OJC Auto Service dengan klik tombol di bawah ini.

Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah

Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah

Ciri mobil matic CVT bermasalah memang jadi aspek yang sering terabaikan namun justru sangat penting untuk Anda ketahui dan pahami.

Pada mobil transmisi otomatis, CVT berfungsi untuk menyalurkan tenaga yang akan mengatur kecepatan laju mobil. Tanda CVT mobil bermasalah perlu dikenali sebelum kerusakan berdampak pada mesin mobil.

CVT yang rusak dan tak segera diperbaiki bisa membahayakan pengemudi saat mobil dikendarai. Bahkan, kerusakan bisa menjalar sampai ke komponen lainnya pada transmisi mobil.

Oleh sebab itu, bagi pemilik mobil, waspadai ciri-ciri kerusakan pada CVT sebelum kerusakan menjadi parah dan bisa segera diperbaiki.

Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah

Kamu bisa mengenali tanda-tanda CVT mobil bermasalah dengan cukup mudah. Ada gejala yang umum muncul saat kerusakan pada CVT terjadi. Berikut ini beberapa tanda tersebut.

1. Terdengar suara aneh

Tanda utama yang paling sering terjadi adalah muncul suara aneh dari arah transmisi mobil. Biasanya, suara aneh ini akan muncul saat posisi tuas berpindah dari posisi P ke R atau N ke D.

Suara aneh ini terdengar seperti suara ‘gluduk’ atau suara benturan atau suara benda yang tertahan. Bunyi gluduk pada mobil ini akan terdengar terus-menerus setiap kali tuas akan dipindahkan.

Padahal, pada kondisi tuas transmisi yang normal, seharusnya tidak akan ada suara apapun saat tuas dipindahkan. Umumnya, tuas CVT sangatlah halus dan tidak menimbulkan suara.

2. Ada hentakan keras

Hentakan keras yang timbul secara tiba-tiba juga bisa menjadi tanda CVT mobil bermasalah. Biasanya, hentakan ini dirasakan saat tuas masuk ke posisi D atau Drive.

Begitu tuas mengarah ke D, sebelum mobil melaju dengan lancar, akan ada hentakan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mobil bisa melaju seperti biasa.

Hentakan di awal ini menjadi ciri-ciri adanya kerusakan. Biasanya, hentakan ini terjadi karena adanya kerusakan pada gearbox.

3. Respon mundur terhambat

Ciri kerusakan lainnya adalah respon yang terlambat saat tuas diposisikan pada posisi R untuk mundur. Misalnya, tuas sudah mengarah ke R, tapi mobil tidak langsung bergerak mundur saat digas.

Saat ini terjadi, biasanya kamu harus melakukan gas untuk membiarkan mobil melaju ke depan sedikit selama beberapa saat, setelah itu barulah mobil bisa bergerak mundur. 

Ini adalah tanda kerusakan. Tentunya, terlambatnya respon mundur bisa membahayakan apabila kamu sedang berkendara dan perlu mundur dalam waktu cepat.

4. Transmisi bergetar dalam kecepatan tinggi

Saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi, lalu transmisi terasa bergetar, maka kemungkinan besar ada masalah pada komponen CVT mobilmu.

Seharusnya, komponen CVT tetap halus saat dikendarai dalam kecepatan apapun. Tapi, saat CVT rusak, akan timbul getaran tak biasa yang semakin dirasakan saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi.

Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayanganmu justru membebani pengeluaran. Manfaatkan asuransi mobil all risk untuk mendapatkan jaminan ganti rugi atas biaya perbaikan mobil secara menyeluruh di bengkel terbaik.

Fungsi CVT mobil 

Keberadaan CVT mobil memiliki fungsi untuk mengatur kecepatan mobil. Komponen ini akan menyalurkan energi atau tenaga dari mesin ke roda belakang.

Nantinya, setelah mendapatkan tenaga yang disalurkan oleh CVT, roda belakang akan menyesuaikan perubahan kecepatan serta torsi dengan lebih akurat.

Sehingga, mobil bisa digerakkan atau dilajukan dalam kecepatan yang sesuai dengan keinginan pengemudi serta ke arah yang sesuai.

Dengan adanya CVT, tenaga mesin bisa tersalurkan dengan sempurna tanpa mesin harus bekerja terlalu keras. Sehingga, putaran mesin menjadi lebih rendah dan cenderung lebih efisien.

Penyebab CVT Mobil Bermasalah 

Kerusakan atau masalah pada CVT mobil bukan terjadi tanpa sebab. Penyakit CVT mobil bisa timbul karena beberapa faktor pemicu. Berikut ini contoh-contoh penyebabnya.

1. Komponen bearing tidak simetris

Seiring berjalannya waktu, saat mobil sudah lama digunakan, komponen CVT akan mengalami penurunan kualitas. Salah satu hal yang akan terjadi adalah komponen bearing yang menjadi tidak simetris.

Saat bearing tidak simetris, CVT akan mengalami kerusakan. Tanda kerusakannya adalah getaran dari arah transmisi yang sangat terasa saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi.

Oleh sebab itu, untuk menghindari hal ini, mobil perlu diservis secara berkala. Komponen CVT perlu diganti secara rutin sesuai dengan waktu servis berkala.

2. Kebiasaan menyetir yang kasar

Penyebab lainnya yang bisa menyebabkan munculnya tanda CVT mobil bermasalah adalah kebiasaan mengemudi yang kasar. Contohnya saat pengemudi memindahkan gigi terlalu cepat dan agresif.

Kebiasaan seperti ini akan membuat tuas transmisi mengalami kerusakan. Kerusakan pada tuas akan turut berdampak sampai ke komponen CVT lainnya.

3. Salah menggunakan oli transmisi

Oli transmisi diperlukan untuk melumasi komponen transmisi. Fungsinya supaya komponen transmisi bisa bergerak secara halus tanpa ada gesekan yang terlalu kasar.

Akan tetapi, salah menggunakan oli bisa berdampak pada kerusakan transmisi. Oli yang tidak sesuai dan tidak berkualitas tidak akan mampu melumasi transmisi dengan baik.

Akibatnya, saat mobil dikendarai, komponen transmisi akan saling bergesekan dengan terlalu kasar sehingga rentan rusak.

4. Salah memindahkan gigi

Selain kebiasaan mengemudi yang kasar, kebiasaan salah memindahkan gigi juga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit CVT mobil.

Saat memindahkan gigi, kamu harus menginjak pedal rem apabila ingin mobil bisa digerakkan atau melaju. Bila kamu memindahkan gigi tanpa menginjak pedal rem, maka CVT bisa mengalami kerusakan.

Selain itu, CVT juga bisa rusak apabila kamu terbiasa memindahkan tuas ke posisi P padahal mobil belum berhenti sepenuhnya. Bila sering dilakukan, hal ini akan membuat bagian dalam tuas menjadi patah.

Oleh sebab itu, sebaiknya hindari kebiasaan salah memindahkan gigi. Tunggu sampai mobil benar-benar berhenti sebelum memposisikan tuas transmisi ke arah P.

5. Mengandalkan persneling saat parkir

Saat akan parkir, sebaiknya jangan posisikan tuas ke P. Sebab, meskipun hal ini membuat parkir menjadi lebih nyaman dan mudah, tapi bisa merusak transmisi.

Saat tuas diarahkan ke P, akan ada tekanan lebih besar yang diarahkan ke transmisi dan membuat mobil susah bergerak. Sebab, P memang dirancang untuk menghentikan gerak mobil dan mobil bisa diparkirkan.

Sebaiknya, saat parkir biasakan untuk menggunakan rem tangan. Jika terlalu sering memposisikan tuas ke P selama parkir, maka transmisi akan terus mendapatkan tekanan besar dan lama-kelamaan akan mengalami kerusakan.

Tentu saja, dengan mengenali beberapa ciri mobil matic cvt bermasalah, setidaknya bisa Anda jadikan langkah preventif untuk mengurangi potensi kerusakan lebih parah. Segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat untuk pengecekan lebih mendalam.

Tips Mencuci Mobil saat Musim Hujan

Tips Mencuci Mobil saat Musim Hujan

Cuci mobil tentu menjadi ritual rutin yang biasa yang perlu mendapat perhatian oleh pemilik mobil setidaknya 1 hingga 2 kali dalam seminggu. Namun ritual cuci mobil bisa berbeda apabila memasuki musim hujan. Salah-salah, bukannya bersih malah membuat mobil jadi lebih kusam.

Air hujan yang tertinggal di dalam bagian permukaan mobil bisa menyebabkan timbulnya jamur yang berakhir pada cat mobil atau bagian lainnya mengalami kerusakan salah satunya kusam atau korosi.

Lalu, bagaimana tips mencuci mobil saat musim hujan?

1. Langsung Cuci Mobil Ketika Sudah Terpapar Air Hujan

Air hujan tidak hanya mengandung air saja tapi juga terdapat mineral padat di dalamnya seperti garam dan asam. Selain itu, air yang ada pada genangan hujan juga bisa membawa partikel kasar seperti pasir dan tanah.

Garam yang bersifat korosif, apabila dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan lapisan cat mobil semakin kusam. Begitu pula dengan kotoran atau lumpur yang menempel pada mobil.

Jika kotoran dari air hujan dibiarkan mengering di bodi mobil, maka akan menimbulkan jamur yang menyebabkan cat mobil jadi kusam.

Untuk itu, cuci mobil kesayanganmu selepas melewati hujan. Jangan tunda dan menunggu musim hujan reda. Bukankan memiliki mobil yang mengkilap setiap saat lebih enak dilihat?

2. Perhatikan Tekanan Air saat Cuci Mobil

Penggunaan tekanan air yang terlalu besar ternyata dapat merusak cat mobil. Tekanan air yang besar ditambah masih adanya partikel padat yang menempel pada bodi mobil akan membuat cat mobil mengalami baret halus. Bahkan jika dibiarkan terlalu lama, akan menyebabkan karat.

Menurut Da Silva Auto Body, apabila kamu menggunakan selang air digital pastikan angka PSI (Pounds per Square inch) tidak melebihi 1.900 PSI atau sekitar 1.4 – 1.6 Gallon per Minute (GPM).

Sementara jika kamu menggunakan selang air manual, perhatikan kemiringan nozzle. umumnya selang pancuran manual memiliki kemiringan nozzle sekitar 0 – 65 derajat.

Jadi, ketika mencuci mobil, pastikan kamu menjaga tekanan nozzle di atas 15 derajat. Jika di bawah 15 derajat, maka semburan yang keluar terlalu keras.

3. Perhatikan Media Lap Mobil

Tips selanjutnya ketika cuci mobil di kala musim hujan adalah dengan memperhatikan media pembersih atau lap yang digunakan. Ada golden rules yang harus kamu patuhi ketika memilih media lap untuk mencuci mobil.

Pertama, jangan menggunakan lap yang bertekstur dan mampu menangkap partikel kecil. Contohnya, bahan katun dan sponge.

Pastikan kamu selalu menggunakan lap berbahan lembut dan tidak bisa menyerap partikel kecil. Misalnya kanebo atau lap microfiber. Kedua, selalu lapisi lap cuci mobil dengan air untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara lap dan cat mobil.

4. Jangan Abaikan Bagian Karet pada Mobil

Musim hujan di Indonesia tidak melulu berlangsung sepanjang hari. Ada kalanya kamu akan menemukan cuaca panas di musim hujan. Anomali cuaca dalam satu musim ini membuat bagian karet mobil rentan mengalami getas.

Untuk menghindari hal ini, kamu wajib memperhatikan wiper, karet pada bagian pintu mobil, dan bagian-bagian lainnya. Ketika musim hujan, segera lap bagian tersebut agar tidak ada partikel yang menempel.

Jika dibiarkan terlalu lama atau bahkan tidak dicuci, bukan tidak mungkin karet pada bagian mobil akan mengalami getas.

Selain itu, pastikan bagian karet mobil dilapisi dengan silicon spray untuk melindungi lapisan karet dan juga memperpanjang usia karet.

5. Saat Hujan, Cuci Bagian Kolong Mobil

Ketika musim hujan, wajib bagi kamu untuk mencuci bagian kolong mobil. Jika tidak, bukan tidak mungkin beberapa komponen pada bagian kolong rusak. Misalnya shockbreaker bocor, rangka kolong berkarat, hingga komponen kolong lainnya.

6. Perhatikan Bagian Karpet Mobil

Karpet mobil adalah bagian interior mobil yang paling banyak terpapar kotoran apabila musim hujan tiba karena lumpur atau kotoran pada sepatu cenderung akan menempel pada karpet mobil.

Jadi, selepas melewati medan becek, jangan tunda untuk mencuci bagian karpet mobil. Langsung cuci dan keringkan. Apabila ditunda dan dibiarkan begitu dalam waktu yang lama, karpet mobil jadi sumber jamur dan bau di kabin mobil kamu.

Ada beberapa tips yang harus kamu lakukan dengan karpet mobil agar musim hujan interior masih tetap bersih. 

Pertama, selalu siapkan lebih dari satu karpet mobil sebagai pengganti apabila karpet mobil yang sedang dicuci dan dijemur belum kering.

Kedua, lapisi karpet mobil dengan kertas atau karton agar karpet mobil tidak terpapar dengan kotoran yang masuk ke kabin melalui sepatu.

Ketiga, pilih bahan karpet mobil yang menangkap kotoran dengan mudah, tidak bau, dan mudah dibersihkan.

7. Jangan Gunakan Sabun Detergen saat Cuci Mobil

Banyak para pemilik mobil yang masih menggunakan deterjen sebagai bahan pencuci mobil. Padahal, bahan deterjen berbeda dengan bahan pencuci mobil biasa. 

Sabun cuci mobil didesain khusus untuk melindungi cat mobil. Sebaliknya deterjen bisa memudarkan lapisan pada cat mobil. Jadi, pastikan kamu menggunakan sabun khusus untuk mencuci mobil ya!

Itu lah dia beberapa tips mencuci mobil saat musim hujan. Sama seperti mesin, cat mobil membutuhkan perawatan. Selain menjaga kecantikan mobil, merawat cat mobil bisa membuat harga jual mobil jadi tetap stabil.

Cermati Tanda Kelistrikan Mobil Bermasalah

Cermati Tanda Kelistrikan Mobil Bermasalah

Tanda kelistrikan mobil bermasalah, Anda sadari atau tidak, seringkali terabaikan begitu saja.

Padahal, masalah kelistrikan pada mobil jika Anda abaikan dan tak ada tindakan pencegahan, justru akan berakibat fatal.

Tak terkecuali mobil di era modern saat ini yang fitur sudah mulai banyak didominasi penggunaan sistem kelistrikan. Mengingat

Lantas yang menjadi pertanyaan :

  1. Faktor apa saja yang menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan?
  2. Bagaimana agar sistem kelistrikan tidak cepat rusak?
  3. Adakah solusi untuk mengatasi potensi masalah sistem kelistrikan pada mobil?

Penyebab Kerusakan Sistem Kelistrikan Mobil

Ada beberapa tanda yang menjadi pemicu rusaknya sistem kelistrikan mobil yang beberapa di antaranya tak lepas dari beberapa aspek.

1. Masa Pakai Aki yang Lewat

Anda sadari atau tidak, intensitas penggunaan mobil di sini tentu saja akan berpengaruh pada masa pakai atau efektivitas kinerja aki.

Potensi gangguan terutama terjadi pada aki basah, di mana penyebabnya hanya gara-gara terlambat mengisi air aki. Akibatnya sel-sel di dalam aki jadi aus atau getas.

Karena itu sangat perlu sekali untuk secara rutin memantau sekaligus mengontrol air aki pada mobil Anda minimal dua minggu sekali. Tentu, ini sebagai langkah preventif dalam mencari tahu apa saja tanda kelistrikan mobil bermasalah.

Selain itu, masa pakai aki yang sudah memasuki usia 2 tahun lebih juga sangat rentan terhadap kondisi yang tak layak pakai.

Oleh karenanya tak heran jika masa pakai aki pada mobil sangat berpengaruh pada potensi kerusakan sistem kelistrikan pada mobil.

2. Sekring Putus

Secara umum, sekring pada kendaraan berfungsi mencegah kerusakan pada komponen elektronik dengan cara memutus dirinya saat terjadi arus berlebih.

Sekring putus berarti aliran listrik ikut terputus sehingga perangkat yang seharusnya terlindungi tidak ikut rusak atau terbakar.

Jenis sekring harus sesuai dengan besarnya pemakaian listrik. Kalau ada perubahan, misalnya lampu diganti lebih besar, sekring juga harus menyesuaikan. Bahkan harus ada tambahan relay karena kabel standar tidak akan kuat.

Pemilihan sekring mengikuti anjuran di fuse box. Karena itu pemilik mobil harus paham perbedaan fungsi-fungsi sekring di box tersebut, mana untuk pencahayaan, perangkat elektronik.

Putusnya sekring juga jadi indikasi ada kerusakan yang harus segera mendapat perbaikan. Misalnya sekring putus saat lampu besar menyala maka ada kemungkinan tombol bermasalah atau korsleting pada kabel-kabel ke lampu besar. Begitu pula dengan perangkat-perangkat lain.

3. Alternator Mulai Tidak Berfungsi

Di sisi lain, listrik yang ada di dalam aki harus terus mendapat suplai oleh dinamo ampere atau alternator. Fungsinya semacam pembangkit listrik.

Jika sistem pengisian bermasalah, aki pada mobil pun sangat berpotensi bisa tekor atau malah rusak karena pengisian berlebih (overcharged).

Penggunaan alternator dengan intensitas tinggi, pastinya sangat berpotensi memicu habisnya arang (brush) pada alternator. Akibatnya medan magnet tidak berfungsi dan arus listrik tidak terbentuk. Solusinya harus diganti baru.

4. Tegangan Kurang Stabil

Tegangan listrik yang kurang stabil pada sistem kelistrikan mobil juga menjadi pemicu kendala aliran listrik pada mobil itu sendiri.

Umumnya, kendala tegangan seperti ini diatur pada bagian regulator yang berfungsi menghasilkan tegangan listrik sekaligus mengatur besar atau kecilnya arus listrik.

Sebagai informasi, voltage regulator akan mengalami kerusakan parah jika aki atau alternator bermasalah. Gejalanya, sekring dan bohlam lampu sering putus. Karena itu, pemilik kendaraan mesti waspada jika gejala ini sering muncul.

Ciri Kelistrikan Mobil Bermasalah

Adapun ciri atau tanda jika sistem kelistrikan di mobil Anda berkendala, Anda bisa mengenali indikasinya. Antara lain sebagaimana penjelasan berikut.

1. Mesin Mobil Tiba-Tiba Sulit Menyala

Salah satu indikasi jika mulai ada masalah pada sistem listrik mobil Anda, umumnya bisa Anda ketahui dari sulitnya mesin mobil untuk Anda nyalakan.

Padahal, sebelumnya tidak ada masalah sama sekali namun tiba-tiba mesin mobil sulit hidup saat hendak Anda panasi di pagi hari.

Jelas, ini merupakan indikasi awal terjadinya masalah pada kelistrikan mobil. Anda tak bisa mengabaikannya begitu saja.

2. Lampu Depan Mulai Redup

Jika lampu depan pada mobil Anda mulai menunjukkan gejala redup maka itu pertanda jika ada masalah sistem kelistrikan pada mobil Anda.

Hal itu sangat mungkin sekali mengingat sumber lampu tak akan jauh-jauh dari sistem kelistrikan. Sehingga, bila ada masalah pada lampu, tentu saja sangat besar kemungkinan jika sistem kelistrikan terindikasi bermasalah pula.

Biasanya, kondisi ini terjadi karena arus yang menuju ke bagian lampu depan mobil mengalami penurunan tegangan. Bisa terpicu karena tegangan terbagi atau memang tegangan yang ada sudah melemah karena sistem kelistrikan yang sudah mulai rusak.

3. AC Mobil Tiba-Tiba Tak Berfungsi

Berikutnya, tanda lain yang bisa menjadi indikasi kuat jika ada masalah pada kelistrikan mobil mobil bisa Anda cermati dari kondisi AC mobil yang tiba-tiba tidak berfungsi.

Sebagai salah satu indikasi adanya masalah pada sistem listrik mobil, tentu saja kondisi AC mobil yang mulai tidak berfungsi wajar sebagaimana mestinya ini sangat kuat jika penyokong AC bermasalah.

Oleh karena itu, Anda yang mulai merasa AC pada mobil Anda secara tiba-tiba mengalami kerusakan atau masalah maka Anda bisa mengecek bagian sistem kelistrikannya.

OJC Auto Service : Bengkel Mobil Jogja Profesional

Jika mobil Anda mengalami masalah pada sistem kelistrikan maka Anda tak perlu khawatir. Segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terpercaya.

Seperti di bengkel mobil Jogja OJC Auto Service yang siap melayani jasa perbaikan kelistrikan pada mobil Anda sampai tuntas.

Untuk info lebih lengkap mengenai apa saja tanda kelistrikan mobil bermasalah, Anda bisa menggunakan layanan servis di bengkel OJC Auto Service. Caranya bisa menghubungi tim CS kami melalui kontak dalam tombol di bawah ini.

Jarang Dibahas, Ini Fungsi Tune Up Mobil yang Sebenarnya

Jarang Dibahas, Ini Fungsi Tune Up Mobil yang Sebenarnya

Sudah tahu fungsi tune up mobil?

Atau, Anda hanya sebatas tahu sebagai langkah perawatan mobil secara umum saja?

Sudah kah mobil Anda rutin tune up?

Tentu saja yang namanya servis mobil, hampir setiap orang sudah memahami bahwa fungsinya untuk menjaga performa mobil dan keawetan mobil.

Namun, apakah Anda sudah benar-benar paham kenapa tune up itu sangat penting? Apa bedanya dengan servis?

Kenapa Mobil Harus Tune Up?

Meski bukan rahasia tetapi masih saja para pemilik mobil yang belum banyak tahu tentang tune up mobil.

Baik dari aspek pengertiannya hingga fungsi secara mendalam.

Padahal, tune up mobil adalah langkah perawatan wajib pada mobil yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Lebih dari itu, ada juga perbedaan tune up dan service berkala. Sehingga, kedua aspek perawatan mobil tersebut tak bisa Anda sama ratakan.

Satu yang jelas bahwa perlunya tune up mobil tak lepas dari beberapa alasan. Antara lain :

1. Performa Mobil Alami Penyusutan

Tak bisa Anda pungkiri, intensitas pemakaian mobil tentu akan banyak berpengaruh pada penyusutan performa pada mobil.

Baik pada sektor mesin maupun pada sektor dan komponen lainnya.

Maka dari itu, tune up sebagai perawatan mobil menjadi salah satu hal penting lebih dari sekedar servis. Wajar saja mengingat memerlukan proses pengecekan lebih mendalam.

2. Menekan Potensi Kerusakan Mobil

Di dalam langkah-langkah tune up mobil, pastinya ada proses pengecekan mendalam yang bisa Anda jadikan patokan untuk mengenali adanya potensi kerusakan mobil.

Proses tune up yang lebih mendalam sudah pasti akan banyak membuka kondisi terkini terkait sektor mesin mobil.

Jika ada kendala atau sedikit saja potensi kerusakan maka Anda bisa sesegera mungkin melakukan pencegahan.

Misalnya dengan mengganti spare part yang sudah tak layak pakai atau perbaikan mendalam pada bagian yang memang tidak sesuai atau berpotensi memicu kerusakan.

3. Mobil Irit Bahan Bakar

Perlu Anda ketahui, selain servis mobil, pentingnya tune up pada mobil pun juga tak bisa lepas dari aspek pembakaran yang ada relevansinya dengan konsumsi bahan bakar.

Bukan tanpa alasan, setiap mesin mobil hidup tentu saja ada proses pembakaran yang terjadi secara terus menerus pada ruang pembakaran.

Maka, tak heran jika sektor ini perlu mendapat perhatian dengan melakukan pengecekan.

Mengingat, jika ruang pembakaran kotor atau tidak ada perhatian sama sekali maka umumnya akan terasa pengaruhnya pada konsumsi bahan bakar mobil yang mulai boros.

4. Menekan Biaya Servis yang Membengkak

Sementara itu, pentingnya tune up mobil juga sangat efektif dalam menekan biaya servis yang sewaktu-waktu bisa mengalami pembengkakan.

Apalagi, jika intensitas penggunaan mobil yang tinggi tanpa diimbangi dengan perawatan rutin yang sesuai. Jelas, ini akan memicu terjadinya masalah pada mobil yang membuat biaya servis membengkak.

Oleh karena itu, kenapa perlu tune up rutin pada mobil, tentu saja sebagai upaya dalam menekan biaya servis yang kapan saja bisa mengalami pembengkakan.

5. Harga Jual Second Tinggi

Percaya atau tidak namun faktanya kondisi mobil yang rutin tune up dan minim kendala tentu jika Anda hendak akan jual, harganya akan sangat stabil.

Ini tentu sebagai upaya alternatif dalam menjaga harga jual agar selalu stabil meski sudah termakan oleh usia.

Oleh sebab itu, melakukan perawatan tune up rutin pada mobil Anda sudah pasti sebagai upaya investasi untuk menjaga kondisi mobil tetap normal dan stabil.


Sampai di sini tentu saja Anda sudah mulai bisa memahami kenapa pentingnya tune up pada mobil di luar servis rutin/berkala.

Dari fungsi tune up mobil tersebut, sudah pasti Anda perlu melakukan pengecekan rutin di bengkel mobil Jogja terpercaya. Seperti di OJC Auto Service yang siap menerima jasa tune up mobil menyeluruh dengan biaya terjangkau. Info lebih lanjut, hubungi kontak di bawah ini.

Wajib Waspada! Ini Ciri Kaki-Kaki Mobil Bermasalah

Wajib Waspada! Ini Ciri Kaki-Kaki Mobil Bermasalah

Kaki-kaki mobil sering menjadi sektor yang terabaikan namun justru berbahaya jika Anda hiraukan. Tentu saja Anda harus memahami beberapa ciri kaki-kaki mobil bermasalah.

Kenapa? Tentu saja, sebagai upaya dalam mengenal indikasi jika ada masalah atau kendala pada bagian kaki-kaki melalui tanda yang biasanya muncul saat mengendarai mobil.

Apalagi, jika semakin sering mobil melewati jalan rusak atau lubang, semakin cepat juga kerusakan pada bagian kaki-kakinya. Keawetan kaki-kaki mobil sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pemilik mobil.

Tanda Kaki-Kaki Mobil Rusak

Berikut adalah tanda atau ciri bagian kaki-kaki pada mobil mengalami kerusakan yang patut untuk Anda perhatikan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Setir Mobil Bergetar saat Berkendara

Sering terabaikan, jika setir mobil Anda sering terasa bergetar saat berkendara mobil maka itu pertanda kuat jika ada masalah pada bagian kaki-kaki mobil.

Untuk mengetahui setir yang bergetar ini harus Anda rasakan saat berkendara di jalan yang lurus dan mulus. Sebab jika di jalan bergelombang biasanya akan kurang bisa Anda rasakan gejalanya.

Bila memang terasa bergetar maka sesegera mungkin Anda membawa mobil Anda ke bengkel mobil untuk mendapatkan pengecekan lebih mendalam.

2. Ban Depan Kurang Presisi

Jika Anda merasa ban mobil bagian depan terasa tidak presisi maka itu tanda jika kaki-kaki mobil mengalami kendala. Bukan tanpa alasan mengingat ban depan sangat erat kaitannya dengan keseimbangan setir mobil.

Di sisi lain, ban depan yang tidak presisi pun juga sangat berpotensi mengalami kondisi kaki-kaki yang tidak pas. Sehingga, memicu masalah pada bagian kaki-kaki.

Oleh karena itu, Anda patut untuk melakukan pemeriksaan lebih awal mengenai kondisi ban depan yang kurang presisi agar mengenali penyebab kurang presisinya.

3. Ada Bunyi dari Bagian Roda

Sementara itu, jika Anda menemukan ada bunyi di bagian roda mobil maka itu pertanda jika mobil Anda sedang mengalami masalah. Khususnya di sektor kaki-kaki mobil.

Perlu untuk Anda ketahui bahwa munculnya bunyi-bunyian ini menandakan sesuatu yang tidak beres. Kaki-kaki yang bagus sejatinya tidak menimbulkan suara-suara dan bunyi aneh.

Jika sudah berbunyi, ini artinya kondisi kaki-kaki sudah lumayan parah. Bunyi ini bisa terpicu oleh komponen kaki-kaki yang sudah seharusnya segera mendapat penggantian.

Selain itu, bunyi jeduk juga bisa menjadi pertanda. Biasanya bunyi jeduk ini munculnya terpicu oleh sokbreker yang mulai melemah.

Efeknya bantingan menjadi lebih keras dari biasanya. Jika sudah begini, siapkan dana untuk melakukan penggantian sokbreker baru agar menjadi lebih empuk kembali.

4. Mobil Limbung saat Kecepatan Tinggi

Gejala lain yang bisa dirasakan ketika kaki-kaki mobil mulai rusak adalah di kecepatan tinggi. Terkadang di kecepatan rendah memang tidak terasa apa-apa.

Namun ketika Anda sedang di kecepatan tinggi saat di tol, barulah terasa gejalanya. Ada yang merasa setir menjadi ke kiri atau ke kanan, setir bergetar, atau bisa juga menjadi limbung.

Jika mengalami hal tersebut, usahakan kurangi kecepatan. Lebih baik sayang kepada nyawa daripada memaksakan melaju di kecepatan tinggi.

5. Tapak Ban Miring

Selain itu, tanda lain yang bisa Anda jadikan dasar atas masalah kondisi kaki-kaki mobil rusak, bisa Anda lihat dari kondisi tapak ban mobil yang miring.

Ini bisa menjadi ciri kaki-kaki mobil yang sudah mulai rusak. Hal seperti ini tidak boleh didiamkan saja, sebab lama kelamaan akan menghabiskan ban.

Tentu saja, dampaknya akan memicu permukaan tapak ban yang justru menjadi tidak rata. Jelas ini membahayakan pemilk mobil apalagi saat berkendara di kondisi hujan, ban akan menjadi licin.

Servis Kaki-Kaki Mobil di Jogja

Kaki-kaki mobil Anda bermasalah? Apakah indikasi ciri-ciri di atas mulai muncul pada mobil Anda? Jika demikian maka sudah waktunya Anda membawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut.

Jika Anda tinggal di Jogja maka Anda bisa membawa mobil Anda ke jasa servis kaki-kaki mobil Jogja. Seperti OJC Auto Service yang hadir sebagai salah satu bengkel mobil Jogja terpercaya dan profesional.

Sebagai bengkel profesional, tentu Anda setelah mengetahui ciri kaki mobil bermasalah di atas, bisa langsung menghubungi tim CS untuk mendapatkan antrian lebih awal.

Tak Perlu Mahal, Begini Cara Merawat Aki Mobil agar Awet

Tak Perlu Mahal, Begini Cara Merawat Aki Mobil agar Awet

Takut aki mobil soak? Tentu, untuk mencegahnya Anda perlu menerapkan beberapa langkah strategis berupa cara merawat aki mobil yang mudah tak perlu biaya mahal.

Sebagai informasi, umumnya masa pakai aki mobil maksimal adalah 2 tahun sejak penggunaan awal. Hanya saja, jika kondisi aki mobil tidak mendapatkan perawatan yang tepat, tentu akan sangat berpengaruh pada komponen kelistrikan yang ada pada mobil Anda.

Jelas akibatnya pun akan memicu kendaraan menjadi sulit untuk dihidupkan atau memiliki cahaya lampu yang redup. Pastinya, kondisi ini perlu Anda hindari dengan perawatan aki mobil dengan langkah pencegahan yang tepat.

Perlu Anda tahu, aki soak dan aki drop merupakan dua kondisi yang berbeda. Ketika aki dalam kondisi drop maka arus listrik yang dihantarkan sudah lemah atau berkurang.

Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan mengecas aki kendaraan Anda. Kondisi tersebut berbeda dengan aki soak di mana aki sudah tidak bisa menghasilkan energi listrik lagi. Jadi untuk mengatasinya Anda perlu menggunakan aki yang baru.

1. Rutin Membersihkan Terminal Aki

Sebagai informasi, perlu Anda tahu bahwa bagian terminal aki memiliki fungsi sebagai jembatan penghubung antara kutub positif dan negatif.

Biasanya, terminal aki memang rentan menimbulkan kerusakan. Terminal pada aki sangat mudah terkena berbagai macam bakteri, jamur, dan virus yang dapat membahayakan. Umumnya benda-benda asing yang menempel di terminal itu juga dapat terpicu oleh usia aki sudah terlalu tua.

Caranya cukup mudah. Anda bisa mengambil air panas dalam ember, siapkan sikat gigi bekas, lalu gosok bagian aki yang tertempel benda asing tersebut sampai bersih.

2. Rutin Memanasi Mesin Mobil

Selain itu, salah satu perawatan aki mobil yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kerusakan aki mobil soak yaitu dengan rutin melakukan pemanasan pada mesin mobil.

Perawatan sederhana ini tentu akan berdampak positif. Mengingat, saat mesin mobil menyala maka sistem kelistrikan pada aki akan selalu aktif.

Sedangkan, bila mobil jarang digunakan atau sama sekali tidak pernah dipanaskan mesinnya maka potensi kerusakan pada aki mobil akan semakin lebih besar.

3. Kurangi Pemakaian Aksesoris Lampu

Di sisi lain, langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir kerusakan aki mobil soak yaitu dengan meminimalisir pemakaian lampu variasi.

Tentu saja, adanya tambahan variasi lampu pada mobil secara tak langsung akan memerlukan daya listrik yang lebih besar.

Kondisi seperti ini tentu akan berdampak pada sistem aki yang memiliki beban lebih berat karena harus memberikan suplai listrik lebih besar terhadap lampu aksesoris.

4. Rutin Ganti Aki sesuai Masa Pakai

Selain penggunaan aki mobil yang original, tentu Anda juga harus menjaga penggantian aki mobil sesuai jadwal penggantian yang tertera pada produk.

Penggantian aki mobil yang sesuai dengan waktunya tentu akan membuat sistem kelistrikan akan tetap terjaga meki tidak berdampak secara langsung.

Pasalnya, penggantian aki secara rutin per periode juga akan memberikan Anda kemudahan dalam menjamin keawetan sistem aki secara keseluruhan pada mobil Anda.

===

Selain dari perawatan aki mobil, tentu Anda juga patut untuk menjaga kondisi mobil tetap terjaga secara keseluruhan. Termasuk servis mobil, tune up mobil dan perbaikan komponen mobil lainnya. Tak terkecuali cara merawat aki mobil secara mandiri maupun rutin di bengkel terpercaya.

Anda bisa memilih OJC Auto Service sebagai salah satu bengkel mobil Jogja yang siap melayani kebutuhan Anda akan servis mobil. Termasuk pengecekan, penggantian, dan perbaikan sistem aki pada mobil yang mengalami kerusakan.

Penting! Ini Manfaat Servis Mobil Injeksi

Penting! Ini Manfaat Servis Mobil Injeksi

Semakin modern, tentu saja mobil keluaran terbaru sudah mendapatkan teknologi terbarukan. Seperti teknologi injeksi yang mampu menghemat bahan bakar secara efisien. Meski sudah canggih, tetap saja memerlukan perawatan rutin untuk meminimalisir kerusakan. Lantas, apa alasan perlunya servis rutin pada mobil injeksi?

Maintenance mobil berteknologi injeksi tidak bisa diservis di asal bengkel. Tentu, perawatan rutin di bengkel mobil yang menawarkan jasa servis mobil injeksi profesional adalah pilihan yang perlu Anda pertimbangkan mendalam.

Bukan sekedar servis semata, tentu saja langkah-langkah tune up pada mobil injeksi harus dilakukan oleh tenaga mekanik ahli dan memang menguasai bidang mobil injeksi.

Maka dari itu, suatu keharusan jika Anda ingin mendapatkan performa mobil Anda yang optimal, pastinya Anda harus memilih bengkel mobil terdekat dan berkualitas di area Anda.

Artinya, Anda harus menentukan bengkel yang mengandalkan tenaga mekanik kompeten, peralatan lengkap, dan berpengalaman.

Dengan begitu maka performa mobil Anda pun bisa lebih terjamin kehandalan dan keawetannya. Apalagi, jika mendapat sentuhan langsung dari mekanik khusus yang memang memiliki jam terbang tinggi dalam menangani berbagai jenis mobil injeksi.

Mengapa Mobil Injeksi Perlu Servis Rutin?

Bukan lagi hal aneh jika setiap kendaraan pasti memerlukan maintenance rutin sebagai upaya dalam menjaga performanya. Berikut manfaat dari perawatan atau servis rutin pada mobil injeksi yang akan Anda dapatkan.

1. Konsumsi Bahan Bakar Tetap Efisien

Manfaat tune up mobil injeksi secara rutin, jelas tak hanya soal performanya yang lebih handal saja melainkan juga menyentuh intensitas konsumsi bahan bakar.

Pasalnya, saat proses servis, mekanik akan mengecek sistem injeksi pada mobil secara keseluruhan, termasuk ruang pembakaran dan sistem injektor.

Oleh karenanya, tak heran bila jenis servis berkala pada mobil injeksi ini akan mempertahankan kestabilan konsumsi BBM yang lebih hemat dan efisien.

2. Tenaga Mesin Lebih Terasa Bertenaga

Mesin injeksi mampu menghasilkan tenaga besar mengingat memiliki konstruksi injektor yang berada tepat di bagian intake manifold.

Pada saat servis, tentu bagian ini akan turut mendapat pengecekan oleh mekanik yang benar-benar ahli dalam soal injeksi mobil. Tentu saja, manfaat servis mobil injeksi akan menjadikan tenaga mobil menjadi kian bertenaga.

3. Menjaga Kinerja Tiap Komponen Stabil

Komponen tune up mobil yang perlu mendapat maintenance terbilang cukup kompleks dibandingkan mobil non-injeksi. Mengingat, mobil injeksi cenderung memiliki mekanisme satu kontrol melalui sensor kelistrikan yang terkonsolidasi antar komponen.

Artinya, jika terjadi kerusakan atau masalah pada satu komponen saja maka akan memicu masalah pada komponen lain. Dengan demikian, rajin melakukan servis pada mobil injeksi, jelas akan membuat kinerja setiap komponen selalu terjaga performanya.

4. Mencegah Macet Mendadak saat Dikendarai

Karena memiliki mekanisme sensor kelistrikan dalam satu kontrol, sudah memiliki efek samping yang membuat mobil berpotensi macet.

Maka, untuk mencegah kondisi macet secara tiba-tiba tersebut, sudah pasti memerlukan pengecekan berkala dan mendalam pada tiap komponen.

Di sinilah letak pentingnya servis mobil injeksi sebagai salah satu tindakan dalam memastikan kondisi sistem injeksi dan komponen lain agar tidak mengalami kemacetan mendadak.

Pilih Bengkel Mobil Spesialis Servis Injeksi Mobil

Mobil injeksi sebagai salah satu kendaraan dengan teknologi terbaru yang muncul belakangan ini sudah barang tentu memerlukan perawatan yang berbeda dengan mobil non-injeksi. Oleh karena itu, tidak semua bengkel sanggup menanganinya jika sewaktu-waktu muncul kerusakan.

Tentu saja hanya beberapa bengkel tertentu saja yang sanggup dan terbiasa menanganinya jika terjadi potensi kerusakan pada mesin mobil injeksi.

Adapun soal pemilihan bengkel yang tepat, Anda bisa mempercayakan kepada OJC Auto Service selaku bengkel mobil berpengalaman yang turut menawarkan layanan servis mobil injeksi.

Kenapa kami? Tentu saja tak bisa lepas dari beberapa alasan. Antara lain :

1. Tenaga Mekanik yang Ahli Mobil Injeksi

Kami memiliki tenaga mekanik yang kompeten dan cukup berpengalaman dalam menangani masalah pada mobil injeksi. Jadi, Anda tak perlu perlu khawatir soal kualitas pelayanan dari tim kami. Dapatkan dan buktikan manfaat servis mobil injeksi oleh tim mekanik OJC Auto Service kami yang kompeten.

2. Proses Cepat dan Tuntas

Kami selalu menjamin setiap proses pelaksanaan servis mobil maupun perbaikan, akan kami lakukan secara cepat dan tuntas sesuai standar prosedural.

3. Bisa Booking Service Mobil via Online

Permudah para pelanggan, bengkel kami selalu membuka kesempatan bagi Anda yang hendak melakukan servis di bengkel dengan menawarkan layanan booking via online.

Cukup hubungi tim kami, sampaikan kebutuhan atau keluhan dari mobil Anda, dan pilih jadwal untuk mulai servis. Cukup mudah bukan?

Sampai di sini, jelas dan penting jika manfaat servis mobil injeksi pastinya akan berdampak positif bagi para pemiliknya. Jadi, Anda bisa mulai untuk merutinkan servis mobil Anda. Percayakan kepada bengkel mobil Jogja terpercaya di tim OJC Auto Service untuk menanganinya.

Penyebab Mobil Boros Bahan Bakar

Penyebab Mobil Boros Bahan Bakar

Penyebab bensin mobil boros ada beberapa hal. Namun, 8 hal di bawah ini yang umumnya sering menjadi penyebab bahan bakar mobil boros.

Padahal, mungkin kita hanya menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi kantong malah boncos karena harus adanya pengeluaran biaya bensin mobil. Apa saja penyebab bensin mobil boros? Mari kita ulas satu per satu pada artikel ini.

8 Penyebab Bahan Bakar Kendaraan Boros

Penyebab bensin mobil boros bisa karena pemilik mobil luput merawat beberapa komponen, bahkan sampai dengan salah perlakuan terhadap mobil. Misalnya mengisi dengan bensin yang nilai oktannya tidak sesuai atau gaya berkendara yang buruk. Berikut ini penyebabnya.

1. Terlambat ganti oli

Oli pada kendaraan memang merupakan hal krusial dalam mobil. Selain menunjang performa, ternyata berpengaruh juga terhadap konsumsi bensin. Mengulur waktu mengganti oli sebaiknya dihindari. Apalagi kalau kendaraan sering digunakan setiap hari. Oli-oli yang perlu diganti secara rutin tidak hanya oli mesin, tetapi oli transmisi dan oli gardan juga. Sebab, tanpa oli yang bagus, gesekan antar komponen jadi lebih besar. Komponen lebih aus dan konsumsi bahan bakar jadi boros.

Sebaiknya lakukan penggantian oli mesin sekitar 5.000 – 10.000 km atau 3-6 bulan, tergantung oli yang digunakan dan jenis kendaraannya. Sedangkan oli transmisi dan oli gardan cukup diganti sekitar 20.000 km – 40.000 km. Pastikan untuk mengecek kondisinya setiap melakukan perawatan di bengkel terdekat.

2. Filter bensin kotor

Penyebab kedua bensin jadi boros adalah filter bensin mobil kotor. Masalah ini juga terjadi karena pemilik mobil lupa atau telat melakukan servis rutin seperti ganti oli. Biasanya filter bensin ini diganti setiap 30.000 km sampai dengan 40.000 km. Tujuan digantinya filter bensin adalah agar bensin yang disalurkan ke ruang bakar adalah bensin yang bersih. Kalau kotoran masuk ke ruang bakar, proses pembakaran jadi tidak sempurna dan menjadi salah satu penyebab bensin mobil boros.

3. Filter udara kotor

Selain filter bensin, filter udara juga perlu dibersihkan secara rutin. Sebab, filter udara yang kotor membuat kotoran juga masuk ke dalam mesin. Filter udara yang kotor juga membuat pasokan udara bersih ke mesin jadi berkurang sehingga tenaga yang dihasilkan jadi tidak maksimal. Alhasil, kerja piston jadi lebih berat dan OtoFriends harus menginjak pedal gas lebih dalam supaya mobil lebih bertenaga.

4. Menggunakan BBM yang tidak tepat

Kesalahan ini umum terjadi sebab kebanyakan pengguna mobil menyepelekannya. Penyebab bensin mobil boros adalah menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih rendah daripada standar bawaan dari pabrik.

Misalnya menggunakan bahan bakar dengan oktan di bawah 90, atau bahkan 80. Padahal, pabrikan saat ini umumnya merekomendasikan penggunaan bahan bakar beroktan minimal 90 atau 92. Bahkan ada pula yang mensyaratkan minimal 95.

Menggunakan bahan bakar di bawah kualitas yang disarankan membuat pembakaran jadi kacau, konsumsi bensin boros, dan mobil terasa ngelitik (knocking). Akibatnya performa juga menurun.

5. Masalah pada ban

Masalah pada ban ini banyak jenisnya. Bisa karena ukuran yang tidak sesuai standar, tekanan yang tidak sesuai, ban gundul, sampai karena ban tidak lurus akibat jarang spooring. Mari kita bahas satu per satu.

  • Menggunakan ban tidak sesuai ukuran standar

Menggunakan ban yang ukurannya tidak sesuai standar membuat gaya gesek pada ban dan berat ban juga bertambah. Akselerasi kendaraan jadi terhambat dan membuat boros bensin.

  • Menggunakan ban gundul atau kempes

Ban yang gundul atau kempes juga meningkatkan gesekan dengan aspal. Daya putar dan beban mesin jadi tidak seimbang. Maka, mobil butuh BBM yang lebih banyak. Selain itu, tekanan angin ban yang kurang juga bisa menyebabkan pecah ban dan tentu saja berbahaya bagi keselamatan.

  • Jarang spooring

Meluruskan sudut-sudut roda ternyata punya dampak penghematan yang signifikan. Selain bisa memperpanjang umur komponen suspensi seperti ban, bearing, tie-rod, spooring juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar. Sebab, sudut roda yang benar bisa meminimalisir gesekan ban dengan aspal.

6. Memforsir penggunaan AC

Penyebab bensin mobil boros selanjutnya akibat gaya berkendara pengemudi, yaitu menggunakan AC terlalu dingin. Saat siang hari terik dan cuaca sangat panas, pengguna kendaraan cenderung memaksimalkan suhu AC sampai paling dingin.

Namun, terlalu sering melakukan hal tersebut bisa membuat bensin jadi boros. Sebab, makin rendah suhu AC, maka membutuhkan bahan bakar yang makin banyak.

Saat suhu AC semakin dingin, kompresor memompa refrigerant akan membagi data. Power mesin jadi terkuras karena kompresor AC bekerja terlalu keras. Jadi, sebaiknya gunakan sewajarnya saja.

7. Kebocoran knalpot

Kadang bagian knalpot ini luput dari perhatian. Padahal, knalpot yang bocor bisa jadi sumber penyebab bensin mobil boros. Sebab, gas buang dari pembakaran ini disalurkan melalui knalpot. Kalau sistemnya bermasalah, misalnya bocor, maka butuh bensin lebih banyak.

8. Rem macet

Terakhir, penyebab bensin mobil boros adalah karena rem mobil macet. Rem mobil bisa macet karena adanya korosi pada sistem rem. Piston di kaliper jadi tidak bekerja dengan baik dan tidak bisa kembali ke posisi semula setelah rem diinjak. Akhirnya kampas rem bergesekan dengan cakram atau tromol dan membuat putaran roda tidak lancar.

Demi menghemat konsumsi bensin, sebaiknya hindari penyebab bensin mobil boros. Selain bermanfaat bagi kita sebagai pengendara, menggunakan bensin dengan lebih efisien juga membantu melindungi bumi dari penggunaan energi tidak terbarukan.

===

Apakah mobil Anda sering bermasalah? Boros bahan bakar misalnya? Anda pun bisa membawa mobil Anda ke bengkel mobil Jogja terpercaya di OJC Auto Service.

Ciri Ban Mobil Harus Diganti

Ciri Ban Mobil Harus Diganti

Tak berbeda dengan komponen lain, sektor ban mobil juga perlu mendapat perhatian tersendiri dari para pemiliknya. Jika sudah waktunya, ban mobil perlu mendapat penggantian dengan yang baru. Lalu apa sajakah ciri ban mobil harus diganti tersebut.

Ban mobil merupakan bagian mobil yang sangat penting dalam sebuah mobil. Selain agar mobil dapat bergerak dan Anda gunakan, ban mobil menjadi salah satu faktor yang menentukan keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Tanda Ban Mobil Segera Diganti

Karena ban mobil sangat penting, maka Anda tentu perlu menyimak secara mendalam terkait beberapa ciri ban mobil harus diganti yang baru. Apa saja itu?

1. Jarak Tempuh Ban Sudah Lebih Dari 40.000 Km

Ciri ban mobil harus diganti yang pertama adalah jika ban tersebut sudah menempuh jarak tempuh lebih dari 40.000 Km. Jarak tempuh lebih dari 40.000 Km ini biasanya dicapai setelah kendaraan berusia 2 sampai 3 tahun dengan pemakaian normal, dimana dalam setahun biasanya jarak tempuh mobil adalah 15.000 sampai 20.000 Km.

Ban mobil yang telah menempuh jarak 40.000 Km biasanya sudah mengalami keausan meskipun mungkin kelenturannya masih bagus, namun sebaiknya Anda menggantinya dengan yang baru.

2. Ban Berusia Lebih Dari 3 Tahun

Kemudian, ciri yang kedua adalah ban tersebut sudah berusia 3 tahun atau lebih. Hal tersebut karena ban mobil adalah komponen mobil yang menggunakan bahan dasar karet yang mana tingkat elastisitasnya akan berkurang atau menjadi getas seiring dengan berjalannya waktu.

Meskipun jika ban mobil Anda yang berusia 3 tahun atau lebih tampak baik-baik saja seperti dari kembang ban mobil yang masih tampak baik, sebaiknya Anda tetap mengganti ban mobil tersebut dengan yang baru.

3. Ban Sudah Gundul

Ciri ban mobil harus diganti yang berikutnya adalah ban mobil tersebut sudah gundul. Ban gundul adalah sebuah istilah apabila ban sudah tipis karena pemakaian dan sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

Baik itu gundul pada bagian tengah atau samping ban, jika ban gundul tidak segera Anda ganti dengan yang baru, maka akan mengganggu kenyamanan dalam berkendara dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

4. Timbul Benjolan pada Ban

Ciri ban mobil harus diganti yang selanjutnya adalah apabila muncul benjolan pada ban mobil Anda. Benjolan pada ban mobil dapat menjadi pertanda bahwa ada konstruksi ban yang sudah tidak baik dan harus segera digantikan dengan ban yang baru.

Adanya benojlan tersebut tentu saja sangat berbahaya untuk pengemudi. Karena dapat menyebabkan ban mudah untuk pecah ketika berkendara. Benjolan pada ban biasanya muncul karena faktor waktu atau usia, namun juga bisa karena kesalahan dalam mengisi tekanan angin yang tepat pada ban tersebut.

5. Ketebalan Ban Sudah Mencapai Batas TWI

Tread Wear Indicator atau TWI adalah sebuah penanda dengan bentuk segitiga yang terdapat pada sebuah ban tentang batas akhir atau batas paling kecil tentang ketebalan sebuah ban. Jika ketebalan ban sudah mencapai batas TWI ini, maka Anda harus segera menggantinya dengan yang baru.

===

Beberapa hal tersebut adalah seperti karena ban mobil sering melewati jalan yang tidak rata atau rusak dalam kecepatan tinggi dan melakukan pengereman yang cukup keras pada jalan tersebut. Penyebab lainnya adalah bisa juga karena bushing suspensi, ball joint, atau bearing roda yang sudah aus dan perlu diganti yang baru.

Itulah beberapa ciri ban mobil harus diganti yang perlu Anda ketahui. Ban mobil adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam sebuah mobil baik untuk keselamatan, kenyamanan dan performa kendaraan.

Merawat dan mendapatkan ban mobil terbaik kini semakin mudah untuk Anda lakukan. Apalagi kini ada cukup banyak bengkel mobil yang menawarkan layanan ban mobil.

Semoga informasi tentang ciri ban mobil harus diganti ini bisa bermanfaat untuk Anda semua. Untuk servis mobil murah di Jogja, Anda bisa berkunjung ke bengkel mobil Jogja OJC Auto Service yang siap melayani kebutuhan mobil Anda.

Copyright © 2026 OJC Auto Service