Power Window Mobil Macet, Berapa Biaya Perbaikannya?

Power window mobil macet, Sumber: autos.id

Apakah Anda pernah menemukan kasus di mana kaca mobil tidak bisa turun secara otomatis meskipun fitur elektrik sudah digunakan? Nah, bisa jadi, hal tersebut terjadi karena masalah power window mobil macet. Memang, masalah power window ini cukup meresahkan. Ketika power window bermasalah, maka kaca tidak bisa diturunkan dengan cara apapun. Anda pun nantinya bisa kesusahan untuk sekedar membayar pintu tol ataupun menikmati suasana perjalanan sembari menghemat AC. Lantas, apa yang sebenarnya membuat power window mobil macet dan berapa biaya yang diperlukan untuk memperbaikinya? Sekilas Tentang Power Window Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan power window pada mobil? Power window merupakan teknologi dan fitur mobil yang tidak berhubungan dengan mesin mobil. Hanya saja, fitur ini sangat penting untuk mobil, terutama untuk memberikan kenyamanan lebih pada pengendara. Nah, dalam pengertian singkat, power window adalah rangkaian mechatronic yang merupakan gabungan dari teknologi mekanik dan juga elektronik. Keduanya akan menciptakan fungsi yang bisa menggerakkan kaca jendela mobil secara otomatis hanya dengan menekan tombol yang tersedia. Kenapa Power Window Mobil Macet? Layaknya rangkaian sistem pada umumnya, power window pun terkadang bermasalah dan macet. Ketika hal ini terjadi, maka jendela mobil tidak bisa dibuka secara otomatis meskipun pengendara sudah menekan tombol switch berkali-kali. Lantas, apa yang menjadi sebab masalah power window mobil macet ini? Ada beberapa hal yang menjadi biang dari masalah power window yang macet ini. Beberapa diantaranya adalah: 1. Kerusakan pada Saklar Salah satu penyebab power window mobil yang macet adalah adanya kerusakan pada saklar. Perlu diketahui bahwa saklar untuk power window ini berbeda dengan saklar yang digunakan pada lampu atau perangkat elektronik lainnya. Misalnya saja, saklar pada perangkat elektronik memiliki dua perintah, yakni on dan off saja. Sementara saklar power window memiliki tiga perintah, yaitu down, up dan off. Ketika power window macet, bisa jadi ada kerusakan pada saklar tersebut. Umumnya, kerusakan terjadi karena masa pakai yang terus berkurang seiring pemakaian yang berulang. 2. Motor Penggerak yang Aus Kondisi motor penggerak yang aus juga kerap menjadi penyebab power window mobil macet. Pasalnya, perlu disadari bahwa seiring pemakaian power window yang lama, komponen yang ada pun mulai aus dan berefek pada kinerja yang tidak optimal. Terkait motor penggerak, salah satu komponen yang kerap mengalami kerusakan adalah brush. Bagian ini berfungsi untuk menyalurkan arus listrik dari sumber daya menuju ke rotor. Nah, adanya gesekan rotor dengan brush inilah yang dalam periode tertentu membuat brush menjadi aus dan rusak. 3. Rel Kaca yang Kotor Satu lagi penyebab power window mobil macet yang cukup umum adalah rel kotor yang macet. Kondisi ini sebenarnya sepele. Namun, apabila terjadi, maka kaca mobil tidak bisa bergerak naik dengan lancar sehingga macet. Perlu disadari bahwa kaca mobil termasuk bagian power window yang cenderung rawan terkena kotoran. Terlebih, kotoran yang disebabkan oleh debu ataupun percikan air hujan. Beberapa hal di atas adalah apa yang secara umum menjadi sebab power window mobil macet. Sebagai tambahan, masalah power window ini terkadang juga diakibatkan oleh sekring yang putus. Putusnya sekring nantinya akan menyebabkan aliran listrik terhenti. Tips Agar Power Window Mobil Tidak Cepat Rusak Seperti disinggung sebelumnya, mekanisme power window nantinya bisa terkendala seiring waktu pemakaian yang lama. Namun, sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat fitur mobil ini tidak cepat rusak dan memiliki usia pemakaian yang lebih lama. Nah, adapun beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan agar masalah power window mobil macet tidak terjadi diantaranya adalah: 1. Menggunakan Seperlunya Berbincang tentang penggunaan power window, ada baiknya jika Anda menggunakannya hanya seperlunya saja. Artinya, gunakan ketika Anda memang benar-benar ingin membuka jendela mobil untuk keperluan tertentu. Banyak kasus kerusakan pada power window mobil terjadi karena penggunaan yang berlebihan. Terlebih, anak-anak biasanya suka memainkan saklar power window mobil. 2. Bersihkan Kaca Mobil Telah diketahui bersama bahwa masalah power window macet bisa terjadi karena kaca mobil yang kotor, terutama debu yang menempel. Oleh karenanya, agar power window mobil tidak cepat rusak, bersihkan kaca mobil secara berkala. Terkait hal ini, Anda bisa menggunakan cairan pembersih khusus kaca mobil dan lap yang lembut. Dengan pembersihan yang teratur, terlebih setiap pagi, kaca mobil akan cenderung bersih dan masalah power window yang tertahan debu dan kotoran lainnya tidak akan terjadi. Hal ini juga termasuk manfaat servis berkala yang Anda akan dapatkan. 3. Lakukan Pemeriksaan Berkala Layaknya servis berkala untuk menjaga performa mesin mobil, Anda sebaiknya juga menerapkannya pada power window. Ya, dengan pemeriksaan berkala, maka kerusakan power window bisa dideteksi dengan lebih cepat sehingga kerusakan yang lebih parah tidak akan terjadi. Hanya saja, terkait pemeriksaan berkala, ada baiknya jika Anda berusaha memilih bengkel mobil terpercaya. Ini adalah hal yang sangat krusial karena pemilihan bengkel akan berdampak pada pengerjaan perbaikan power window mobil yang dilakukan. Dengan beberapa poin di atas, Anda setidaknya bisa memperpanjang masa pakai power window dan masalah power window yang macet tidak akan terjadi. Hanya saja, Anda harus menyadari bahwa ada masa pakai pada komponen tersebut. Oleh karenanya, menggunakan power window yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak disarankan. Artinya, ketika waktu penggantian tiba, maka Anda juga sebaiknya melakukan penggantian sesuai keperluan. Besaran Biaya Perbaikan Power Window Mobil Macet Salah satu pertanyaan yang kerap muncul dari pengemudi adalah besaran biaya yang diperlukan untuk memperbaiki power window mobil yang macet. Bisa jadi, anggapan biaya yang cukup mahal membuat beberapa pengemudi merasa enggan untuk melakukan perbaikan. Terlebih, power window juga tidak memberikan efek pada performa mesin mobil. Lantas, sebenarnya berapa biaya perbaikan power window macet tersebut? Bisa dikatakan bahwa besaran biaya untuk perbaikan power window mobil macet bervariasi. Artinya, biaya tersebut tergantung jenis kerusakan yang terjadi pada power window. Tentu saja, kerusakan yang parah akan memerlukan biaya penanganan yang besar. Sebaliknya, biaya yang lebih murah diperlukan untuk kerusakan yang lebih ringan. Nantinya, bengkel akan melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk menilai kerusakan yang terjadi. Biasanya, jika tidak terlalu parah, maka tidak ada penggantian komponen yang dilakukan. Dalam hal ini, biaya penanganan yang diperlukan hanya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 350.000. Perbaikan Power Window Terjangkau Hanya di Bengkel Mobil OJC Jika Anda sedang mencari bengkel mobil untuk perbaikan power window yang macet, Bengkel Mobil OJC bisa dijadikan opsi yang tepat. Dikenal sebagai … Read more

Spooring Ban Mobil, Kenapa Perlu Dilakukan?

Spooring ban mobil, Sumber: otoklix.com

Pernah mendengar tentang spooring ban mobil sebelumnya? Bisa dikatakan, spooring adalah salah satu jenis perawatan mobil yang cukup banyak disarankan. Hal ini dikarenakan secara langsung, spooring cukup berpengaruh pada kenyamanan mobil saat dikendarai. Namun, tidak sedikit pemilik mobil yang belum memahami jenis perawatan ini dan kenapa mereka perlu melakukannya. Hal inilah yang kerap dijadikan alasan kenapa pemilik mobil terkesan cuek dengan kondisi mobil mereka meskipun sebenarnya kenyamanan mobil cenderung berkurang. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas seluk beluk spooring ban mobil dan berbagai alasan kenapa perawatan ini sebenarnya perlu untuk dilakukan. Penasaran? Simak ulasannya! Sekilas Tentang Spooring Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan spooring? Dalam pengertian singkat, spooring ban mobil merupakan upaya dan proses untuk meluruskan kembali empat roda mobil seperti semula. Perlu diketahui bahwa seiring penggunaan, posisi ban mobil bisa bergeser dikarenakan berbagai alasan. Nah, ketika posisi ban tidak center, maka kendali mobil akan terganggu. Hal inilah yang akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam berkendara. Lebih dari itu, dengan kondisi kemudi yang tidak stabil, risiko terjadinya masalah hingga kecelakaan di jalan pun nantinya akan semakin besar. Kenapa Spooring Perlu Dilakukan? Ada beberapa manfaat spooring ban mobil yang akan didapatkan sekaligus menjadi alasan kenapa perawatan mobil ini perlu dilakukan. Nah, beberapa alasan kenapa spooring ban mobil perlu dilakukan diantaranya adalah: 1. Meningkatkan Kenyamanan dalam Berkendara Salah satu alasan kenapa spooring perlu dilakukan adalah untuk meningkatkan kenyamanan dalam berkendara. Telah diketahui bersama bahwa kondisi ban mobil yang tidak center kerap menjadi biang kenapa berkendara menjadi tidak nyaman. Nah, dengan melakukan spooring ban mobil, maka posisi ban akan dikembalikan seperti semula. Nantinya, kemudi mobil akan terasa lebih ringan dan Anda pun bisa berkendara dengan lebih nyaman. 2. Stabilitas Kemudi Meningkat Kemudi yang terasa berat merupakan salah satu ciri kaki-kaki mobil bermasalah. Kondisi ini tentu saja bisa mendatangkan bahaya, terlebih karena stabilitas kemudi dan mobil yang cenderung terganggu. Perlu diketahui bahwa ketika stabilitas kemudi tidak maksimal, mobil pun bisa belok kiri atau kanan ketika jalan lurus sehingga lebih susah dikendalikan. Nah, dengan spooring, masalah ini bisa diatasi. Dengan stabilitas kemudi yang meningkat, keamanan perjalanan pun akan meningkat pula. 3. Lebih Hemat Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa spooring ban mobil yang dilakukan bisa menghemat pemakaian bahan bakar saat berkendara? Ketika kondisi kaki-kaki mobil stabil, maka kendaraan bisa dikendalikan dengan lebih mudah. Artinya, mobil bisa melaju dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Sebaliknya, kondisi kaki-kaki mobil yang buruk nantinya akan membuat laju kendaraan cenderung terhambat. Kondisi ini akan membuat pengendara menekan gas lebih dalam. Efeknya, pemakaian bahan bakar pun cenderung lebih banyak dan lebih boros. Beberapa poin di atas adalah alasan pentingnya spooring ban mobil untuk dilakukan. Sebagai tambahan, spooring juga bermanfaat untuk memperpanjang usia pakai ban. Dengan melakukan spooring, secara tidak langsung Anda bisa menghemat keharusan membeli ban baru. Kapan Spooring Perlu Dilakukan? Pertanyaan yang kerap muncul dari para pemilik mobil adalah kapan sebenarnya spooring ban mobil tersebut perlu dilakukan? Tentu saja, pertanyaan ini sebenarnya wajar saja karena spooring berbeda dengan servis berkala. Artinya, dari segi waktu, tidak ada pelaksanaan dalam periode tertentu. Ada beberapa kondisi yang bisa dijadikan acuan kapan Anda harus melakukan spooring pada mobil, diantaranya: 1. Kemudi Terasa Bergetar Ketika kemudi terasa bergetar, itu adalah tanda bahwa Anda sebaiknya segera melakukan spooring ban mobil. Ya, getaran yang muncul pada kemudi umumnya diakibatkan oleh masalah yang ada di ban depan mobil. Coba bayangkan, apa yang akan Anda rasakan ketika mengemudikan mobil dalam jarak yang cukup jauh dengan kondisi kemudi yang bergetar. Tentu tidak nyaman, bukan? Nah, dengan spooring, masalah ini bisa diatasi dengan cepat. 2. Adanya Guncangan saat Membelokkan Kendaraan Tanda lain dari mobil yang perlu diperbaiki dengan spooring adalah adanya guncangan ketika Anda membelokkan kendaraan. Guncangan ini bisa saja tetap terjadi meskipun Anda sedang berkendara di jalan yang baik dan mulus. Nah, ketika guncangan terasa terus menerus, bisa jadi kerusakan yang terjadi sudah semakin parah. Oleh karenanya, segera lakukan spooring ban mobil untuk mengatasi guncangan tersebut dan membuat laju kemudi menjadi lebih lancar. 3. Kemudi Terasa Berat Barangkali, Anda menemukan masalah kenapa kemudi terasa berat suatu hari. Padahal, mobil yang Anda gunakan sudah dilengkapi dengan power steering yang membuat kemudi terasa ringan. Kira-kira, apa penyebabnya? Bisa jadi, balancing mobil Anda cenderung bermasalah. Hal ini ditandai dengan kemudi yang terasa berat dan ketika dibelokkan, kemudi tidak kembali seperti semula. Jika hal ini terjadi, segera lakukan spooring sebagai solusi. Nantinya, kemudi akan kembali terasa ringan dan Anda bisa berkendara dengan nyaman. Hal lain yang juga menjadi tanda Anda perlu melakukan spooring pada mobil adalah hilangnya keseimbangan. Memang, mobil yang cenderung tidak seimbang juga menjadi ciri ban mobil harus diganti. Namun, ketika ternyata kondisi ban masih bagus, ada kerusakan lain yang perlu diwaspadai. Spooring Mobil, Berapa Biayanya? Masalah biaya spooring ban mobil juga kerap menjadi pertanyaan banyak pengendara. Bisa dikatakan cukup banyak pengendara yang enggan melakukan perawatan ini karena menebak biaya spooring yang mahal. Padahal, sebenarnya biaya spooring cenderung terjangkau. Perlu diketahui bahwa biaya spooring cukup bervariasi tergantung dari detail kerusakan dan juga jenis mobil Anda. Misalnya saja, untuk spooring mobil kecil seperti sedan atau hatchback, biaya spooring yang diperlukan sekitar Rp 150.000 hingga Rp 175.000 per roda. Sedangkan untuk mobil yang lebih besar seperti MPV atau SUV, biayanya sekitar Rp 200.000 per roda. Tentu, besaran biaya tersebut bukanlah hitungan yang mutlak. Artinya, Anda bisa jadi akan menemukan harga yang berbeda di bengkel setelah melalui pengecekan. Inilah kenapa Anda perlu mencari bengkel mobil yang tepat untuk melakukan spooring. Nah, Bengkel Mobil OJC bisa dijadikan opsi yang tepat untuk melakukan spooring ban mobil. Dengan berbagai alat spooring yang lengkap dan tim yang berpengalaman, proses spooring bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Anda pun akan terhindar dari masalah mobil yang oleng ataupun kemudi yang tidak stabil. Tidak hanya itu, sebagai salah satu jasa service mobil Jogja terbaik, kami juga menyediakan layanan perbaikan mobil lainnya, termasuk perbaikan pada mesin mobil injeksi. Anda tidak perlu khawatir dengan biaya perbaikan karena kami senantiasa memberikan biaya yang lebih terjangkau. Pun, kami juga menyediakan layanan jika Anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu. Tertarik dengan layanan kami? Segera saja hubungi CS Bengkel Mobil OJC dan dapatkan … Read more

Perbedaan Servis Berkala dan Tune Up pada Mobil, Apa Itu?

Perbedaan servis berkala dan tune up, Sumber: garasi.id

Ketika ditanyakan perihal perawatan pada mobil, bisa dikatakan masih banyak pengendara yang belum memahami apa perbedaan servis berkala dan tune up. Sekilas, keduanya memang jenis perawatan mobil yang perlu dilakukan. Hanya saja, keduanya memiliki detail pengerjaan perawatan yang berbeda. Sebagaimana diketahui, perawatan mobil merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Dengan perawatan yang tepat dan berkala, kondisi mobil akan cenderung terjaga dan performa mobil pun senantiasa maksimal. Lantas, apa sebenarnya perbedaan servis berkala dan tune up tersebut dan kapan harus melakukan perawatan tertentu pada mobil yang dimiliki? Sekilas Tentang Servis Berkala dan Tune Up Sebelum membahas lebih lanjut perihal perbedaan antara servis berkala dan tune up, ada baiknya jika Anda memahami makna dari kedua istilah ini. Tentu, pemahaman yang detail nantinya juga bisa menjadi pertimbangan terkait perawatan mobil mana yang sebenarnya diperlukan. Dalam pengertian singkat, servis berkala yang juga disebut perawatan rutin adalah rangkaian perawatan mobil yang disesuaikan dengan pedoman dasar. Secara umum, tujuan dari service berkala mobil ini adalah untuk menjaga performa mobil agar tetap baik, mencegah kerusakan yang serius serta memperpanjang masa pakai komponen mobil. Lalu, apa yang dimaksud dengan tune up? Tune up adalah rangkaian perawatan mobil yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja mesin mobil. Perawatan ini dilakukan dengan menyesuaikan, mengganti atau sekadar membersihkan komponen tertentu mobil yang berpengaruh pada sistem pembakaran serta kinerja mesin. Bisa dikatakan bahwa range pengerjaan tune up cenderung lebih khusus. Mekanik akan melakukan pemeriksaan pada komponen mesin yang berpengaruh pada sistem pembakaran mulai dari busi, kabel pengapian, sistem injeksi dan lainnya. Perbedaan Mendasar Servis Berkala dan Tune Up Memang, sekilas, ada persamaan antara servis berkala dan tune up yang dilakukan untuk memastikan performa mobil tetap baik. Namun, jika ditelaah lebih detail, maka ada beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya. Adapun beberapa perbedaan tersebut diantaranya adalah: 1. Fokus Perawatan Perbedaan mendasar antara servis berkala dan tune up salah satunya adalah pada fokus perawatan yang dilakukan. Dalam hal ini, tujuan servis berkala adalah untuk menjaga performa mobil secara umum. Oleh karenanya, fokus perawatan yang dilakukan cenderung komprehensif pada berbagai komponen mobil. Saat melakukan servis berkala, mekanik akan melakukan penggantian oli, filter udara, sistem kelistrikan dan lainnya. Dengan pengecekan ini, diharapkan tidak terjadi kerusakan yang lebih parah yang menghambat performa mobil. Di sisi lain tune up cenderung lebih fokus pada komponen mesin saja. Jenis perawatan mobil ini dilakukan dengan melakukan pembersihan atau penggantian komponen pada sistem pembakaran mobil. Secara singkat bisa dikatakan jika fungsi tune up mobil adalah mengupayakan akselerasi mobil lebih baik dan konsumsi bahan bakar juga lebih efisien. 2. Waktu dan Frekuensi Perawatan Waktu serta frekuensi perawatan yang dilakukan juga menjadi perbedaan mendasar antara servis berkala dan tune up. Seperti namanya, servis berkala pada dasarnya dilakukan secara teratur sesuai dengan panduan yang ada. Biasanya, servis berkala dilakukan per enam bulan sekali atau per 5.000 km jarak yang ditempuh mobil. Lalu, bagaimana dengan tune up? Secara umum, tune up adalah perawatan mobil yang incidental. Artinya, perawatan ini dilakukan ketika mobil menunjukkan adanya gejala penurunan performa, mulai dari mesin yang susah menyala, adanya getaran yang tidak normal dan lainnya. Perlu diketahui bahwa performa mesin yang menurun merupakan salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Oleh karenanya, ketika Anda merasakan mobil lebih boros bahan bakar dari sebelumnya, maka tune up perlu dilakukan. 3. Biaya yang diperlukan Hal lain yang juga menjadi perbedaan servis berkala dan tune up adalah biaya yang diperlukan. Tentu saja, pengerjaan detail perawatan yang berbeda akan memerlukan detail biaya yang berbeda pula. Terkait biaya, bisa dikatakan jika servis berkala cenderung lebih terjangkau. Pasalnya, perawatan yang dilakukan hanya merupakan perawatan rutin saja dengan penggantian komponen yang tidak terlalu mahal. Di sisi lain tune up pada umumnya memerlukan biaya yang lebih mahal. Hal ini didasarkan karena tune up dilakukan dengan melakukan perawatan serta penggantian komponen khusus dan spesifik. Umumnya, harga komponen ini pun cukup mahal. Terlebih, proses pembongkaran dan pemasangannya pun memerlukan waktu yang lebih lama. Setidaknya beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi perbedaan mendasar antara servis berkala dan juga tune up. Untuk diingat, servis berkala bertujuan untuk menjaga performa mobil secara umum sedangkan tune up dilakukan untuk mengembalikan kinerja mesin dan efisiensi pemakaian bahan bakar. Memilih Bengkel Mobil yang Tepat untuk Servis Berkala dan Tune Up Selain mengetahui perbedaan servis berkala dan tune up, hal lain yang perlu Anda ketahui adalah memilih bengkel yang tepat untuk melakukan perawatan. Ini adalah poin yang cukup krusial agar nantinya kondisi mobil Anda senantiasa terjaga, terlebih biaya tune up mobil bisa dikatakan cukup mahal. Nah, berbincang tentang memilih bengkel mobil yang tepat, ada beberapa tips mendasar yang bisa Anda jadikan pertimbangan awal untuk memilihnya. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah: Dengan beberapa tips di atas, setidaknya Anda memiliki gambaran terkait seperti apa bengkel mobil yang hendak Anda pilih untuk melakukan perawatan mobil. Nah, untuk rekomendasi, Bengkel Mobil OJC bisa dijadikan opsi. Populer sebagai salah satu jasa tune up mobil Jogja terbaik, Bengkel Mobil OJC siap mengerjakan perawatan mobil dengan berbagai kerusakan yang terjadi. Tidak hanya itu, dengan mekanik berpengalaman dan bisa diandalkan, semua perawatan mobil dilakukan dengan profesional dan sesuai SOP untuk memastikan kepuasan pelanggan. Tidak hanya itu, kami pun juga memiliki layanan lainnya termasuk pick up untuk memudahkan pelanggan yang kesulitan membawa mobil menuju bengkel.Ingin mobil Anda sehat kembali dan nyaman untuk berkendara kapan saja? Segera hubungi Bengkel Mobil OJC dan kami siap sedia untuk mewujudkannya!

Ternyata Ini Penyebab AC Mobil Bau Apek!

AC mobil bau, Sumber: doktermobil.com

Anda tentu sepakat bukan AC menjadi komponen mobil berkaitan dengan kenyamanan. Ya, adanya AC membuat suhu di dalam kabin cenderung lebih sejuk dan juga harum. Namun, bagaimana jadinya jika ternyata AC mobil bau apek ketika Anda menyalakannya? Tentu, bayangan mobil yang nyaman sepanjang perjalanan pun akan langsung hilang! Memang, AC yang mengeluarkan bau apek menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi. Masalah ini tentu saja tidak bisa dianggap remeh, terutama untuk Anda yang setiap harinya berkendara dengan jarak yang cukup jauh. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa hal yang menjadi biang masalah AC mobil bau dan juga cara mengatasinya. Penasaran? Simak ulasannya! Penyebab Masalah AC Mobil Bau Apek Seperti dibahas sebelumnya, bau apek yang keluar dari AC mobil menjadi hal yang sangat mengganggu. Bukan hanya membuat kenyamanan berkendara hilang, namun juga bisa menjadi sumber masalah kesehatan, terutama untuk pengendara yang memiliki masalah pernafasan. Cukup banyak pengendara yang menyiasati masalah ini dengan menggunakan produk pewangi ruangan. Sekilas, hal ini memang bisa dijadikan solusi. Namun, tetap saja, bau apek yang ada membuat harumnya produk pewangi tidak terasa maksimal. Lantas, apa yang menjadi penyebab dari masalah ini? 1. Evaporator AC yang Kotor atau Bocor AC mobil yang mengeluarkan bau apek bisa terjadi karena masalah pada evaporator. Perlu diketahui bahwa evaporator merupakan salah satu komponen penting dalam AC mobil. Fungsi komponen ini adalah untuk menyerap suhu panas dan menyemburkan udara dingin nan menyegarkan ke kabin. Nah, ketika evaporator kotor, maka ada jamur dan bakteri yang menempel dan hidup di dalamnya. Jamur dan bakteri yang menumpuk dan semakin banyak inilah yang membuat udara yang berhembus dari AC cenderung berbau. Tidak hanya itu, evaporator AC mobil pun bisa bocor. Kebocoran yang terjadi akan menimbulkan bau yang tak sedap, terutama bau freon yang cukup menyengat. Kondisi ini tentu tidak akan terjadi jika Anda melakukan servis secara rutin. Pasalnya, salah satu manfaat servis mobil berkala yang didapatkan adalah kondisi AC yang senantiasa bersih dan harum. 2. Kondensasi Air yang Cenderung Berlebihan Kondensasi air pada AC mobil yang berlebihan juga menjadi penyebab AC mobil bau. Memang, sistem AC mobil akan menghasilkan air kondensasi ketika bekerja mendinginkan udara kabin yang panas. Nah, air ini seharusnya keluar melalui saluran drainase yang ada. Namun, bisa jadi, ada masalah pada saluran drainase yang tersumbat ataupun tidak berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang membuat air kondensasi yang seharusnya terbuang tetap tertahan di dalam sistem AC. Seiring berjalannya waktu, volume air cenderung terus bertambah dan menjadi tempat pertumbuhan jamur dan bakteri. Inilah kenapa AC mobil bau apek dan membuat kabin tidak nyaman. 3. Menggunakan AC Mobil saat Interior Basah Satu lagi hal yang menyebabkan AC mobil bau adalah penggunaan AC ketika interior mobil cenderung basah. Hal ini biasanya terjadi ketika musim hujan ketika pengendara mengenakan baju yang basah karena kehujanan dan langsung masuk ke dalam kabin mobil. Kondisi kabin yang basah akan meningkatkan kelembaban udara. Ditambah dengan hembusan angin dari AC, kelembaban kabin akan semakin tinggi dan memicu pertumbuhan jamur di dalam sistem AC. Jika terus berlangsung, kondisi ini akan membuat AC mengeluarkan bau yang tidak sedap. Beberapa poin di atas adalah apa yang membuat AC mobil bau. Untuk tambahan, masalah AC mobil yang bau juga bisa disebabkan oleh adanya bangkai binatang diantara sistem AC. Bisa jadi, ketika mobil tidak digunakan, ada serangga atau cicak yang masuk dan mati hingga menjadi biang masalah AC. Cara Mudah Mengatasi Masalah AC Mobil Bau Apek Jika Anda menemukan AC mobil bermasalah, terutama adanya bau apek yang sangat mengganggu, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan. Tentu, cara ini bisa menjadi solusi awal untuk mengatasi AC yang bau dan membuat perjalanan Anda lebih nyaman. Beberapa cara mudah untuk mengatasi AC mobil bau apek diantaranya adalah: 1. Mengganti Filter AC secara Berkala Untuk mengatasi bau AC yang kurang sedap, Anda perlu mengganti filter AC secara berkala. Ini adalah salah satu solusi terbaik yang bisa Anda lakukan. Pasalnya, filter yang bersih cenderung bekerja lebih maksimal untuk menyerap debu yang masuk ke dalam sistem AC. Perlu Anda sadari bahwa kinerja filter AC semakin lama akan semakin berkurang. Bahkan, filter udara yang kotor juga menjadi salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Inilah kenapa Anda sebaiknya melakukan penggantian filter AC secara periodik dengan masa pemakaian yang tidak terlalu lama. 2. Cek dan Periksa Saluran Pembuangan AC Sebagaimana disinggung di awal, penyumbatan atau masalah lain pada saluran pembuangan AC juga menjadi biang masalah AC mobil bau. Oleh karenanya, solusi yang harus dilakukan adalah mengecek dan memeriksa saluran pembuangan AC tersebut. Terkait hal ini, pastikan jika saluran pembuangan atau drainase AC tersebut bersih tanpa adanya sumbatan. Serta, pastikan pula bahwa saluran drainase tidak bocor sehingga air kondensasi AC bisa dibuang dengan tepat. 3. Memastikan Interior Tetap Kering Kelembaban yang terjadi di dalam kabin akan meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan AC mengeluarkan bau tak sedap. Oleh karenanya, saat hendak berkendara, pastikan jika interior mobil Anda senantiasa kering. Jika Anda tidak sengaja menumpahkan minuman di dalam mobil, maka segera lap dan pastikan sudah bersih. Selain itu, pastikan pula tidak ada serangga atau hewan lain yang masuk ke dalam sistem AC dan mati. Dengan beberapa langkah di atas, masalah AC mobil bau bisa ditangani dengan tepat. Untuk tambahan, ada baiknya jika Anda mematikan AC ketika tidak diperlukan. Hal ini merupakan salah satu cara agar AC mobil tidak bekerja terlalu keras. Bengkel Mobil OJC, Solusi Permasalahan AC Mobil Anda! Meskipun Anda sebenarnya bisa melakukan perawatan pada AC mobil secara mandiri, namun tentu terkadang ada beberapa kondisi di mana Anda memerlukan bantuan ahli. Misalnya saja, ketika Anda tiba-tiba menemukan AC mobil tidak dingin padahal sebelumnya baik-baik saja. Nah, terkait masalah AC, Anda bisa menggunakan layanan Bengkel Mobil OJC sebagai opsi pertama. Ya, kami adalah salah satu penyedia jasa service AC mobil Jogja terbaik yang ditunjang oleh mekanik berpengalaman dan berdedikasi tinggi. Tentu saja, berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, segala permasalahan AC mobil Anda bisa kami tangani dengan tepat. Juga, setiap pengerjaan yang dilakukan, ada garansi pengerjaan yang diberikan untuk jaminan kepuasan konsumen. Tertarik dengan jasa kami? Segera hubungi kontak tertera dan Anda akan … Read more

Rem Mobil Bunyi, Apa Sebabnya?

Penyebab rem mobil bunyi, Sumber: momobil.id

Ketika membahas tentang masalah pada mobil, bisa dikatakan jika rem mobil bunyi menjadi masalah klasik yang kerap terjadi. Tidak sedikit memang pengendara yang menganggapnya sepele dan tidak segera melakukan perbaikan. Padahal, jika kondisi ini dibiarkan, bisa jadi kerusakan yang terjadi akan bertambah parah dan membahayakan. Sebagaimana diketahui, rem merupakan komponen vital pada mobil. Bukan hanya sekedar berfungsi untuk mengatur laju kendaraan, terutama saat hendak berhenti, rem juga berpengaruh pada kenyamanan berkendara. Bukankah Anda juga merasa kurang nyaman ketika mengendarai mobil dengan kondisi rem yang berbunyi? Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa biang masalah rem mobil bunyi dan apa yang sebaiknya Anda lakukan. Simak ulasannya! Sebab Umum Rem Mobil Berbunyi Seiring peran vital komponen rem pada mobil, ada baiknya jika Anda senantiasa berusaha untuk memastikan komponen ini sehat dan bisa berfungsi dengan baik. Nah, terkait masalah rem mobil yang berbunyi, setidaknya ada beberapa sebab umum kenapa masalah ini terjadi. Beberapa diantaranya adalah: 1. Kondisi Kampas Rem yang Menipis Jika Anda menemukan masalah rem mobil bunyi saat berkendara, bisa jadi hal tersebut disebabkan karena kondisi kampas rem yang sudah mulai menipis. Seperti diketahui, kampas rem merupakan komponen yang berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan piringan cakram pada roda mobil. Mekanisme kampas rem yang bergesekan dengan cakram inilah yang membuat kampas rem akan menipis seiring berjalannya waktu. Nantinya, saat bantalan kampas rem menipis, maka bagian besi dari kampas rem akan langsung bergesekan dengan cakram. Inilah yang membuat rem mobil berbunyi. Perlu diketahui bahwa bantalan kampas rem yang menipis bukan hanya menyebabkan rem berbunyi, tetapi juga mengurangi daya pengereman. Oleh karenanya, Anda sebaiknya segera menggantinya dengan kampas yang baru. 2. Cakram Rem yang Kotor Kondisi cakram rem yang kotor juga menjadi sebab kenapa masalah rem mobil bunyi. Perlu disadari bahwa saat berkendara, debu atau bahkan lumpur bisa masuk ke celah cakram rem dan mengendap. Lambat laun, kotoran akan bertambah dan menghambat kinerja pengereman. Tentu saja, hal semacam ini tidak akan terjadi ketika Anda secara rutin melakukan servis pada kendaraan yang dipakai. Pasalnya, salah satu manfaat servis mobil berkala adalah kotoran yang menempel di bagian mobil yang sempit bisa dibersihkan dengan sempurna. Terlebih, bengkel memiliki peralatan yang lebih lengkap di mana Anda bisa saja tidak memilikinya di rumah. 3. Adanya Oli yang Masuk Tidak hanya kotoran berupa debu atau tanah, cairan oli yang masuk pada sistem pengereman juga bisa membuat rem mobil berbunyi. Bisa jadi, saat Anda melakukan pembongkaran, Anda tidak sengaja menumpahkan oli di salah satu komponen sistem pengereman. Terkait hal ini, Anda sebaiknya waspada. Pasalnya, karakter cairan oli yang licin bisa membuat roda cenderung lebih susah berhenti atau selip. Jika hal ini terjadi, pembongkaran komponen pengereman cenderung diperlukan dan nantinya komponen tersebut harus dibersihkan hingga tidak ada oli yang tersisa. 4. Pelumasan pada Pedal Rem yang Kurang Sebab lain dari masalah rem mobil bunyi saat diinjak adalah kurangnya pelumasan pada pedal rem. Jika dilihat, ada cukup banyak komponen dalam pengereman mobil dan tidak sedikit komponen yang memerlukan pelumasan untuk menjaga kinerjanya, termasuk pedal. Oleh karenanya, terutama ketika Anda hendak bepergian jauh, cek kondisi pelumasan pada pedal rem. Jika ternyata pedal rem cenderung kering, maka Anda harus segera melakukan pelumasan. Terlebih, pelumasan pada pedal rem yang dilakukan juga efektif untuk membuat pedal rem bebas dari karat. 5. Adanya Masalah pada Sistem Pengereman Sebagaimana disinggung sebelumnya, pengereman pada mobil memiliki sistem yang rumit dengan komponen yang cukup banyak. Setiap komponen saling terhubung dan memiliki fungsi tersendiri untuk memaksimalkan pengereman yang dilakukan. Nah, bunyi yang keluar saat pedal rem diinjak bisa jadi disebabkan karena adanya masalah pada sistem pengereman. Masalah ini tentu bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk salah satunya adalah kebocoran pada pipa hidrolik. Pengecekan secara menyeluruh serta perbaikan rem mobil tentu menjadi hal penting untuk dilakukan. Bukan hanya sekadar untuk menghilangkan bunyi rem saja, melainkan juga memastikan rem bekerja dengan baik dan kenyamanan berkendara pun akan didapatkan. 6. Penggunaan Minyak Rem yang Terlalu Lama Satu lagi penyebab rem mobil yang berbunyi saat diinjak adalah penggunaan minyak rem yang sudah terlalu lama. Seperti diketahui, minyak rem memiliki fungsi penting untuk memaksimalkan tekanan sehingga pengereman bisa dilakukan dengan sempurna. Hanya saja, perlu diketahui bahwa seiring berjalannya waktu, kualitas minyak rem akan cenderung berkurang. Terlebih, jika ditambah dengan adanya masalah kebocoran yang terjadi. Kedua kondisi ini akan membuat daya pengereman tidak maksimal. Alhasil, bukan hanya rem saja yang berbunyi, tetapi juga roda mobil cenderung lebih susah dikendalikan. Ini menjadi salah satu sebab umum terjadinya kecelakaan lalu lintas karena rem yang blong. Beberapa poin di atas adalah ragam penyebab rem mobil bunyi yang perlu diketahui. Sebagai tambahan, rem mobil yang berbunyi juga bisa disebabkan karena penggunaan kampas rem abal-abal. Sekilas, kampas rem abal-abal memang mirip dengan kampas rem original. Namun, tentu, secara kualitas keduanya sangat berbeda dan terkadang, kampas abal-abal tidak presisi saat dipasang. Mengatasi Rem Mobil yang Berbunyi, Apa yang Harus Dilakukan? Meskipun terdengar sepele, masalah rem mobil bunyi tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, cukup banyak mekanik yang mengatakan jika rem yang tidak optimal termasuk salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Tentu saja, melakukan perbaikan adalah hal pokok yang harus segera dilakukan. Cek secara mendalam apa yang sebenarnya menjadi sebab rem mobil yang berbunyi. Dalam hal ini, jika rem kotor, Anda cukup membersihkannya saja. Namun, jika ternyata kerusakan terjadi pada sistem pengereman, maka pembongkaran dan penggantian bisa jadi perlu dilakukan. Seiring fungsi rem yang sangat penting demi kenyamanan dan keselamatan berkendara, Anda sebaiknya tidak terlalu gegabah untuk melakukan perbaikan. Terlebih, jika Anda tidak memiliki pengetahuan yang detail tentang rem mobil ataupun tidak memiliki peralatan yang memadai. Nah, Bengkel Mobil OJC bisa menjadi solusi Anda untuk mengatasi masalah pengereman mobil yang terjadi. Sebagai salah satu jasa service mobil Jogja terbaik, kami memiliki mekanik yang berpengalaman dan ahli di bidangnya untuk memastikan seluruh perbaikan kerusakan rem dan komponen mobil lainnya bisa selesai dengan maksimal. Tidak hanya itu, kami juga memiliki layanan ekstra untuk memudahkan para pelanggan, seperti perbaikan yang lebih cepat, layanan antar jemput dan lainnya. Segera saja hubungi Bengkel Mobil OJC dan apapun masalah mobil Anda akan … Read more

Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah

Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah

Ciri mobil matic CVT bermasalah memang jadi aspek yang sering terabaikan namun justru sangat penting untuk Anda ketahui dan pahami. Pada mobil transmisi otomatis, CVT berfungsi untuk menyalurkan tenaga yang akan mengatur kecepatan laju mobil. Tanda CVT mobil bermasalah perlu dikenali sebelum kerusakan berdampak pada mesin mobil. CVT yang rusak dan tak segera diperbaiki bisa membahayakan pengemudi saat mobil dikendarai. Bahkan, kerusakan bisa menjalar sampai ke komponen lainnya pada transmisi mobil. Oleh sebab itu, bagi pemilik mobil, waspadai ciri-ciri kerusakan pada CVT sebelum kerusakan menjadi parah dan bisa segera diperbaiki. Ciri Mobil Matic CVT Bermasalah Kamu bisa mengenali tanda-tanda CVT mobil bermasalah dengan cukup mudah. Ada gejala yang umum muncul saat kerusakan pada CVT terjadi. Berikut ini beberapa tanda tersebut. 1. Terdengar suara aneh Tanda utama yang paling sering terjadi adalah muncul suara aneh dari arah transmisi mobil. Biasanya, suara aneh ini akan muncul saat posisi tuas berpindah dari posisi P ke R atau N ke D. Suara aneh ini terdengar seperti suara ‘gluduk’ atau suara benturan atau suara benda yang tertahan. Bunyi gluduk pada mobil ini akan terdengar terus-menerus setiap kali tuas akan dipindahkan. Padahal, pada kondisi tuas transmisi yang normal, seharusnya tidak akan ada suara apapun saat tuas dipindahkan. Umumnya, tuas CVT sangatlah halus dan tidak menimbulkan suara. 2. Ada hentakan keras Hentakan keras yang timbul secara tiba-tiba juga bisa menjadi tanda CVT mobil bermasalah. Biasanya, hentakan ini dirasakan saat tuas masuk ke posisi D atau Drive. Begitu tuas mengarah ke D, sebelum mobil melaju dengan lancar, akan ada hentakan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mobil bisa melaju seperti biasa. Hentakan di awal ini menjadi ciri-ciri adanya kerusakan. Biasanya, hentakan ini terjadi karena adanya kerusakan pada gearbox. 3. Respon mundur terhambat Ciri kerusakan lainnya adalah respon yang terlambat saat tuas diposisikan pada posisi R untuk mundur. Misalnya, tuas sudah mengarah ke R, tapi mobil tidak langsung bergerak mundur saat digas. Saat ini terjadi, biasanya kamu harus melakukan gas untuk membiarkan mobil melaju ke depan sedikit selama beberapa saat, setelah itu barulah mobil bisa bergerak mundur.  Ini adalah tanda kerusakan. Tentunya, terlambatnya respon mundur bisa membahayakan apabila kamu sedang berkendara dan perlu mundur dalam waktu cepat. 4. Transmisi bergetar dalam kecepatan tinggi Saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi, lalu transmisi terasa bergetar, maka kemungkinan besar ada masalah pada komponen CVT mobilmu. Seharusnya, komponen CVT tetap halus saat dikendarai dalam kecepatan apapun. Tapi, saat CVT rusak, akan timbul getaran tak biasa yang semakin dirasakan saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi. Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayanganmu justru membebani pengeluaran. Manfaatkan asuransi mobil all risk untuk mendapatkan jaminan ganti rugi atas biaya perbaikan mobil secara menyeluruh di bengkel terbaik. Fungsi CVT mobil  Keberadaan CVT mobil memiliki fungsi untuk mengatur kecepatan mobil. Komponen ini akan menyalurkan energi atau tenaga dari mesin ke roda belakang. Nantinya, setelah mendapatkan tenaga yang disalurkan oleh CVT, roda belakang akan menyesuaikan perubahan kecepatan serta torsi dengan lebih akurat. Sehingga, mobil bisa digerakkan atau dilajukan dalam kecepatan yang sesuai dengan keinginan pengemudi serta ke arah yang sesuai. Dengan adanya CVT, tenaga mesin bisa tersalurkan dengan sempurna tanpa mesin harus bekerja terlalu keras. Sehingga, putaran mesin menjadi lebih rendah dan cenderung lebih efisien. Penyebab CVT Mobil Bermasalah  Kerusakan atau masalah pada CVT mobil bukan terjadi tanpa sebab. Penyakit CVT mobil bisa timbul karena beberapa faktor pemicu. Berikut ini contoh-contoh penyebabnya. 1. Komponen bearing tidak simetris Seiring berjalannya waktu, saat mobil sudah lama digunakan, komponen CVT akan mengalami penurunan kualitas. Salah satu hal yang akan terjadi adalah komponen bearing yang menjadi tidak simetris. Saat bearing tidak simetris, CVT akan mengalami kerusakan. Tanda kerusakannya adalah getaran dari arah transmisi yang sangat terasa saat mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal ini, mobil perlu diservis secara berkala. Komponen CVT perlu diganti secara rutin sesuai dengan waktu servis berkala. 2. Kebiasaan menyetir yang kasar Penyebab lainnya yang bisa menyebabkan munculnya tanda CVT mobil bermasalah adalah kebiasaan mengemudi yang kasar. Contohnya saat pengemudi memindahkan gigi terlalu cepat dan agresif. Kebiasaan seperti ini akan membuat tuas transmisi mengalami kerusakan. Kerusakan pada tuas akan turut berdampak sampai ke komponen CVT lainnya. 3. Salah menggunakan oli transmisi Oli transmisi diperlukan untuk melumasi komponen transmisi. Fungsinya supaya komponen transmisi bisa bergerak secara halus tanpa ada gesekan yang terlalu kasar. Akan tetapi, salah menggunakan oli bisa berdampak pada kerusakan transmisi. Oli yang tidak sesuai dan tidak berkualitas tidak akan mampu melumasi transmisi dengan baik. Akibatnya, saat mobil dikendarai, komponen transmisi akan saling bergesekan dengan terlalu kasar sehingga rentan rusak. 4. Salah memindahkan gigi Selain kebiasaan mengemudi yang kasar, kebiasaan salah memindahkan gigi juga bisa menjadi penyebab munculnya penyakit CVT mobil. Saat memindahkan gigi, kamu harus menginjak pedal rem apabila ingin mobil bisa digerakkan atau melaju. Bila kamu memindahkan gigi tanpa menginjak pedal rem, maka CVT bisa mengalami kerusakan. Selain itu, CVT juga bisa rusak apabila kamu terbiasa memindahkan tuas ke posisi P padahal mobil belum berhenti sepenuhnya. Bila sering dilakukan, hal ini akan membuat bagian dalam tuas menjadi patah. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari kebiasaan salah memindahkan gigi. Tunggu sampai mobil benar-benar berhenti sebelum memposisikan tuas transmisi ke arah P. 5. Mengandalkan persneling saat parkir Saat akan parkir, sebaiknya jangan posisikan tuas ke P. Sebab, meskipun hal ini membuat parkir menjadi lebih nyaman dan mudah, tapi bisa merusak transmisi. Saat tuas diarahkan ke P, akan ada tekanan lebih besar yang diarahkan ke transmisi dan membuat mobil susah bergerak. Sebab, P memang dirancang untuk menghentikan gerak mobil dan mobil bisa diparkirkan. Sebaiknya, saat parkir biasakan untuk menggunakan rem tangan. Jika terlalu sering memposisikan tuas ke P selama parkir, maka transmisi akan terus mendapatkan tekanan besar dan lama-kelamaan akan mengalami kerusakan. Tentu saja, dengan mengenali beberapa ciri mobil matic cvt bermasalah, setidaknya bisa Anda jadikan langkah preventif untuk mengurangi potensi kerusakan lebih parah. Segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat untuk pengecekan lebih mendalam.

Cermati Tanda Kelistrikan Mobil Bermasalah

ciri kelistrikan mobil rusak

Tanda kelistrikan mobil bermasalah, Anda sadari atau tidak, seringkali terabaikan begitu saja. Padahal, masalah kelistrikan pada mobil jika Anda abaikan dan tak ada tindakan pencegahan, justru akan berakibat fatal. Tak terkecuali mobil di era modern saat ini yang fitur sudah mulai banyak didominasi penggunaan sistem kelistrikan. Mengingat Lantas yang menjadi pertanyaan : Penyebab Kerusakan Sistem Kelistrikan Mobil Ada beberapa tanda yang menjadi pemicu rusaknya sistem kelistrikan mobil yang beberapa di antaranya tak lepas dari beberapa aspek. 1. Masa Pakai Aki yang Lewat Anda sadari atau tidak, intensitas penggunaan mobil di sini tentu saja akan berpengaruh pada masa pakai atau efektivitas kinerja aki. Potensi gangguan terutama terjadi pada aki basah, di mana penyebabnya hanya gara-gara terlambat mengisi air aki. Akibatnya sel-sel di dalam aki jadi aus atau getas. Karena itu sangat perlu sekali untuk secara rutin memantau sekaligus mengontrol air aki pada mobil Anda minimal dua minggu sekali. Tentu, ini sebagai langkah preventif dalam mencari tahu apa saja tanda kelistrikan mobil bermasalah. Selain itu, masa pakai aki yang sudah memasuki usia 2 tahun lebih juga sangat rentan terhadap kondisi yang tak layak pakai. Oleh karenanya tak heran jika masa pakai aki pada mobil sangat berpengaruh pada potensi kerusakan sistem kelistrikan pada mobil. 2. Sekring Putus Secara umum, sekring pada kendaraan berfungsi mencegah kerusakan pada komponen elektronik dengan cara memutus dirinya saat terjadi arus berlebih. Sekring putus berarti aliran listrik ikut terputus sehingga perangkat yang seharusnya terlindungi tidak ikut rusak atau terbakar. Jenis sekring harus sesuai dengan besarnya pemakaian listrik. Kalau ada perubahan, misalnya lampu diganti lebih besar, sekring juga harus menyesuaikan. Bahkan harus ada tambahan relay karena kabel standar tidak akan kuat. Pemilihan sekring mengikuti anjuran di fuse box. Karena itu pemilik mobil harus paham perbedaan fungsi-fungsi sekring di box tersebut, mana untuk pencahayaan, perangkat elektronik. Putusnya sekring juga jadi indikasi ada kerusakan yang harus segera mendapat perbaikan. Misalnya sekring putus saat lampu besar menyala maka ada kemungkinan tombol bermasalah atau korsleting pada kabel-kabel ke lampu besar. Begitu pula dengan perangkat-perangkat lain. 3. Alternator Mulai Tidak Berfungsi Di sisi lain, listrik yang ada di dalam aki harus terus mendapat suplai oleh dinamo ampere atau alternator. Fungsinya semacam pembangkit listrik. Jika sistem pengisian bermasalah, aki pada mobil pun sangat berpotensi bisa tekor atau malah rusak karena pengisian berlebih (overcharged). Penggunaan alternator dengan intensitas tinggi, pastinya sangat berpotensi memicu habisnya arang (brush) pada alternator. Akibatnya medan magnet tidak berfungsi dan arus listrik tidak terbentuk. Solusinya harus diganti baru. 4. Tegangan Kurang Stabil Tegangan listrik yang kurang stabil pada sistem kelistrikan mobil juga menjadi pemicu kendala aliran listrik pada mobil itu sendiri. Umumnya, kendala tegangan seperti ini diatur pada bagian regulator yang berfungsi menghasilkan tegangan listrik sekaligus mengatur besar atau kecilnya arus listrik. Sebagai informasi, voltage regulator akan mengalami kerusakan parah jika aki atau alternator bermasalah. Gejalanya, sekring dan bohlam lampu sering putus. Karena itu, pemilik kendaraan mesti waspada jika gejala ini sering muncul. Ciri Kelistrikan Mobil Bermasalah Adapun ciri atau tanda jika sistem kelistrikan di mobil Anda berkendala, Anda bisa mengenali indikasinya. Antara lain sebagaimana penjelasan berikut. 1. Mesin Mobil Tiba-Tiba Sulit Menyala Salah satu indikasi jika mulai ada masalah pada sistem listrik mobil Anda, umumnya bisa Anda ketahui dari sulitnya mesin mobil untuk Anda nyalakan. Padahal, sebelumnya tidak ada masalah sama sekali namun tiba-tiba mesin mobil sulit hidup saat hendak Anda panasi di pagi hari. Jelas, ini merupakan indikasi awal terjadinya masalah pada kelistrikan mobil. Anda tak bisa mengabaikannya begitu saja. 2. Lampu Depan Mulai Redup Jika lampu depan pada mobil Anda mulai menunjukkan gejala redup maka itu pertanda jika ada masalah sistem kelistrikan pada mobil Anda. Hal itu sangat mungkin sekali mengingat sumber lampu tak akan jauh-jauh dari sistem kelistrikan. Sehingga, bila ada masalah pada lampu, tentu saja sangat besar kemungkinan jika sistem kelistrikan terindikasi bermasalah pula. Biasanya, kondisi ini terjadi karena arus yang menuju ke bagian lampu depan mobil mengalami penurunan tegangan. Bisa terpicu karena tegangan terbagi atau memang tegangan yang ada sudah melemah karena sistem kelistrikan yang sudah mulai rusak. 3. AC Mobil Tiba-Tiba Tak Berfungsi Berikutnya, tanda lain yang bisa menjadi indikasi kuat jika ada masalah pada kelistrikan mobil mobil bisa Anda cermati dari kondisi AC mobil yang tiba-tiba tidak berfungsi. Sebagai salah satu indikasi adanya masalah pada sistem listrik mobil, tentu saja kondisi AC mobil yang mulai tidak berfungsi wajar sebagaimana mestinya ini sangat kuat jika penyokong AC bermasalah. Oleh karena itu, Anda yang mulai merasa AC pada mobil Anda secara tiba-tiba mengalami kerusakan atau masalah maka Anda bisa mengecek bagian sistem kelistrikannya. OJC Auto Service : Bengkel Mobil Jogja Profesional Jika mobil Anda mengalami masalah pada sistem kelistrikan maka Anda tak perlu khawatir. Segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terpercaya. Seperti di bengkel mobil Jogja OJC Auto Service yang siap melayani jasa perbaikan kelistrikan pada mobil Anda sampai tuntas. Untuk info lebih lengkap mengenai apa saja tanda kelistrikan mobil bermasalah, Anda bisa menggunakan layanan servis di bengkel OJC Auto Service. Caranya bisa menghubungi tim CS kami melalui kontak dalam tombol di bawah ini.

Jarang Dibahas, Ini Fungsi Tune Up Mobil yang Sebenarnya

fungsi tune up mobil yang jarang diketahui

Sudah tahu fungsi tune up mobil? Atau, Anda hanya sebatas tahu sebagai langkah perawatan mobil secara umum saja? Sudah kah mobil Anda rutin tune up? Tentu saja yang namanya servis mobil, hampir setiap orang sudah memahami bahwa fungsinya untuk menjaga performa mobil dan keawetan mobil. Namun, apakah Anda sudah benar-benar paham kenapa tune up itu sangat penting? Apa bedanya dengan servis? Kenapa Mobil Harus Tune Up? Meski bukan rahasia tetapi masih saja para pemilik mobil yang belum banyak tahu tentang tune up mobil. Baik dari aspek pengertiannya hingga fungsi secara mendalam. Padahal, tune up mobil adalah langkah perawatan wajib pada mobil yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Lebih dari itu, ada juga perbedaan tune up dan service berkala. Sehingga, kedua aspek perawatan mobil tersebut tak bisa Anda sama ratakan. Satu yang jelas bahwa perlunya tune up mobil tak lepas dari beberapa alasan. Antara lain : 1. Performa Mobil Alami Penyusutan Tak bisa Anda pungkiri, intensitas pemakaian mobil tentu akan banyak berpengaruh pada penyusutan performa pada mobil. Baik pada sektor mesin maupun pada sektor dan komponen lainnya. Maka dari itu, tune up sebagai perawatan mobil menjadi salah satu hal penting lebih dari sekedar servis. Wajar saja mengingat memerlukan proses pengecekan lebih mendalam. 2. Menekan Potensi Kerusakan Mobil Di dalam langkah-langkah tune up mobil, pastinya ada proses pengecekan mendalam yang bisa Anda jadikan patokan untuk mengenali adanya potensi kerusakan mobil. Proses tune up yang lebih mendalam sudah pasti akan banyak membuka kondisi terkini terkait sektor mesin mobil. Jika ada kendala atau sedikit saja potensi kerusakan maka Anda bisa sesegera mungkin melakukan pencegahan. Misalnya dengan mengganti spare part yang sudah tak layak pakai atau perbaikan mendalam pada bagian yang memang tidak sesuai atau berpotensi memicu kerusakan. 3. Mobil Irit Bahan Bakar Perlu Anda ketahui, selain servis mobil, pentingnya tune up pada mobil pun juga tak bisa lepas dari aspek pembakaran yang ada relevansinya dengan konsumsi bahan bakar. Bukan tanpa alasan, setiap mesin mobil hidup tentu saja ada proses pembakaran yang terjadi secara terus menerus pada ruang pembakaran. Maka, tak heran jika sektor ini perlu mendapat perhatian dengan melakukan pengecekan. Mengingat, jika ruang pembakaran kotor atau tidak ada perhatian sama sekali maka umumnya akan terasa pengaruhnya pada konsumsi bahan bakar mobil yang mulai boros. 4. Menekan Biaya Servis yang Membengkak Sementara itu, pentingnya tune up mobil juga sangat efektif dalam menekan biaya servis yang sewaktu-waktu bisa mengalami pembengkakan. Apalagi, jika intensitas penggunaan mobil yang tinggi tanpa diimbangi dengan perawatan rutin yang sesuai. Jelas, ini akan memicu terjadinya masalah pada mobil yang membuat biaya servis membengkak. Oleh karena itu, kenapa perlu tune up rutin pada mobil, tentu saja sebagai upaya dalam menekan biaya servis yang kapan saja bisa mengalami pembengkakan. 5. Harga Jual Second Tinggi Percaya atau tidak namun faktanya kondisi mobil yang rutin tune up dan minim kendala tentu jika Anda hendak akan jual, harganya akan sangat stabil. Ini tentu sebagai upaya alternatif dalam menjaga harga jual agar selalu stabil meski sudah termakan oleh usia. Oleh sebab itu, melakukan perawatan tune up rutin pada mobil Anda sudah pasti sebagai upaya investasi untuk menjaga kondisi mobil tetap normal dan stabil. Sampai di sini tentu saja Anda sudah mulai bisa memahami kenapa pentingnya tune up pada mobil di luar servis rutin/berkala. Dari fungsi tune up mobil tersebut, sudah pasti Anda perlu melakukan pengecekan rutin di bengkel mobil Jogja terpercaya. Seperti di OJC Auto Service yang siap menerima jasa tune up mobil menyeluruh dengan biaya terjangkau. Info lebih lanjut, hubungi kontak di bawah ini.

Wajib Waspada! Ini Ciri Kaki-Kaki Mobil Bermasalah

ciri kaki-kaki mobil bermasalah

Kaki-kaki mobil sering menjadi sektor yang terabaikan namun justru berbahaya jika Anda hiraukan. Tentu saja Anda harus memahami beberapa ciri kaki-kaki mobil bermasalah. Kenapa? Tentu saja, sebagai upaya dalam mengenal indikasi jika ada masalah atau kendala pada bagian kaki-kaki melalui tanda yang biasanya muncul saat mengendarai mobil. Apalagi, jika semakin sering mobil melewati jalan rusak atau lubang, semakin cepat juga kerusakan pada bagian kaki-kakinya. Keawetan kaki-kaki mobil sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pemilik mobil. Tanda Kaki-Kaki Mobil Rusak Berikut adalah tanda atau ciri bagian kaki-kaki pada mobil mengalami kerusakan yang patut untuk Anda perhatikan. Di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Setir Mobil Bergetar saat Berkendara Sering terabaikan, jika setir mobil Anda sering terasa bergetar saat berkendara mobil maka itu pertanda kuat jika ada masalah pada bagian kaki-kaki mobil. Untuk mengetahui setir yang bergetar ini harus Anda rasakan saat berkendara di jalan yang lurus dan mulus. Sebab jika di jalan bergelombang biasanya akan kurang bisa Anda rasakan gejalanya. Bila memang terasa bergetar maka sesegera mungkin Anda membawa mobil Anda ke bengkel mobil untuk mendapatkan pengecekan lebih mendalam. 2. Ban Depan Kurang Presisi Jika Anda merasa ban mobil bagian depan terasa tidak presisi maka itu tanda jika kaki-kaki mobil mengalami kendala. Bukan tanpa alasan mengingat ban depan sangat erat kaitannya dengan keseimbangan setir mobil. Di sisi lain, ban depan yang tidak presisi pun juga sangat berpotensi mengalami kondisi kaki-kaki yang tidak pas. Sehingga, memicu masalah pada bagian kaki-kaki. Oleh karena itu, Anda patut untuk melakukan pemeriksaan lebih awal mengenai kondisi ban depan yang kurang presisi agar mengenali penyebab kurang presisinya. 3. Ada Bunyi dari Bagian Roda Sementara itu, jika Anda menemukan ada bunyi di bagian roda mobil maka itu pertanda jika mobil Anda sedang mengalami masalah. Khususnya di sektor kaki-kaki mobil. Perlu untuk Anda ketahui bahwa munculnya bunyi-bunyian ini menandakan sesuatu yang tidak beres. Kaki-kaki yang bagus sejatinya tidak menimbulkan suara-suara dan bunyi aneh. Jika sudah berbunyi, ini artinya kondisi kaki-kaki sudah lumayan parah. Bunyi ini bisa terpicu oleh komponen kaki-kaki yang sudah seharusnya segera mendapat penggantian. Selain itu, bunyi jeduk juga bisa menjadi pertanda. Biasanya bunyi jeduk ini munculnya terpicu oleh sokbreker yang mulai melemah. Efeknya bantingan menjadi lebih keras dari biasanya. Jika sudah begini, siapkan dana untuk melakukan penggantian sokbreker baru agar menjadi lebih empuk kembali. 4. Mobil Limbung saat Kecepatan Tinggi Gejala lain yang bisa dirasakan ketika kaki-kaki mobil mulai rusak adalah di kecepatan tinggi. Terkadang di kecepatan rendah memang tidak terasa apa-apa. Namun ketika Anda sedang di kecepatan tinggi saat di tol, barulah terasa gejalanya. Ada yang merasa setir menjadi ke kiri atau ke kanan, setir bergetar, atau bisa juga menjadi limbung. Jika mengalami hal tersebut, usahakan kurangi kecepatan. Lebih baik sayang kepada nyawa daripada memaksakan melaju di kecepatan tinggi. 5. Tapak Ban Miring Selain itu, tanda lain yang bisa Anda jadikan dasar atas masalah kondisi kaki-kaki mobil rusak, bisa Anda lihat dari kondisi tapak ban mobil yang miring. Ini bisa menjadi ciri kaki-kaki mobil yang sudah mulai rusak. Hal seperti ini tidak boleh didiamkan saja, sebab lama kelamaan akan menghabiskan ban. Tentu saja, dampaknya akan memicu permukaan tapak ban yang justru menjadi tidak rata. Jelas ini membahayakan pemilk mobil apalagi saat berkendara di kondisi hujan, ban akan menjadi licin. Servis Kaki-Kaki Mobil di Jogja Kaki-kaki mobil Anda bermasalah? Apakah indikasi ciri-ciri di atas mulai muncul pada mobil Anda? Jika demikian maka sudah waktunya Anda membawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut. Jika Anda tinggal di Jogja maka Anda bisa membawa mobil Anda ke jasa servis kaki-kaki mobil Jogja. Seperti OJC Auto Service yang hadir sebagai salah satu bengkel mobil Jogja terpercaya dan profesional. Sebagai bengkel profesional, tentu Anda setelah mengetahui ciri kaki mobil bermasalah di atas, bisa langsung menghubungi tim CS untuk mendapatkan antrian lebih awal.

Penting! Ini Manfaat Servis Mobil Injeksi

Semakin modern, tentu saja mobil keluaran terbaru sudah mendapatkan teknologi terbarukan. Seperti teknologi injeksi yang mampu menghemat bahan bakar secara efisien. Meski sudah canggih, tetap saja memerlukan perawatan rutin untuk meminimalisir kerusakan. Lantas, apa alasan perlunya servis rutin pada mobil injeksi? Maintenance mobil berteknologi injeksi tidak bisa diservis di asal bengkel. Tentu, perawatan rutin di bengkel mobil yang menawarkan jasa servis mobil injeksi profesional adalah pilihan yang perlu Anda pertimbangkan mendalam. Bukan sekedar servis semata, tentu saja langkah-langkah tune up pada mobil injeksi harus dilakukan oleh tenaga mekanik ahli dan memang menguasai bidang mobil injeksi. Maka dari itu, suatu keharusan jika Anda ingin mendapatkan performa mobil Anda yang optimal, pastinya Anda harus memilih bengkel mobil terdekat dan berkualitas di area Anda. Artinya, Anda harus menentukan bengkel yang mengandalkan tenaga mekanik kompeten, peralatan lengkap, dan berpengalaman. Dengan begitu maka performa mobil Anda pun bisa lebih terjamin kehandalan dan keawetannya. Apalagi, jika mendapat sentuhan langsung dari mekanik khusus yang memang memiliki jam terbang tinggi dalam menangani berbagai jenis mobil injeksi. Mengapa Mobil Injeksi Perlu Servis Rutin? Bukan lagi hal aneh jika setiap kendaraan pasti memerlukan maintenance rutin sebagai upaya dalam menjaga performanya. Berikut manfaat dari perawatan atau servis rutin pada mobil injeksi yang akan Anda dapatkan. 1. Konsumsi Bahan Bakar Tetap Efisien Manfaat tune up mobil injeksi secara rutin, jelas tak hanya soal performanya yang lebih handal saja melainkan juga menyentuh intensitas konsumsi bahan bakar. Pasalnya, saat proses servis, mekanik akan mengecek sistem injeksi pada mobil secara keseluruhan, termasuk ruang pembakaran dan sistem injektor. Oleh karenanya, tak heran bila jenis servis berkala pada mobil injeksi ini akan mempertahankan kestabilan konsumsi BBM yang lebih hemat dan efisien. 2. Tenaga Mesin Lebih Terasa Bertenaga Mesin injeksi mampu menghasilkan tenaga besar mengingat memiliki konstruksi injektor yang berada tepat di bagian intake manifold. Pada saat servis, tentu bagian ini akan turut mendapat pengecekan oleh mekanik yang benar-benar ahli dalam soal injeksi mobil. Tentu saja, manfaat servis mobil injeksi akan menjadikan tenaga mobil menjadi kian bertenaga. 3. Menjaga Kinerja Tiap Komponen Stabil Komponen tune up mobil yang perlu mendapat maintenance terbilang cukup kompleks dibandingkan mobil non-injeksi. Mengingat, mobil injeksi cenderung memiliki mekanisme satu kontrol melalui sensor kelistrikan yang terkonsolidasi antar komponen. Artinya, jika terjadi kerusakan atau masalah pada satu komponen saja maka akan memicu masalah pada komponen lain. Dengan demikian, rajin melakukan servis pada mobil injeksi, jelas akan membuat kinerja setiap komponen selalu terjaga performanya. 4. Mencegah Macet Mendadak saat Dikendarai Karena memiliki mekanisme sensor kelistrikan dalam satu kontrol, sudah memiliki efek samping yang membuat mobil berpotensi macet. Maka, untuk mencegah kondisi macet secara tiba-tiba tersebut, sudah pasti memerlukan pengecekan berkala dan mendalam pada tiap komponen. Di sinilah letak pentingnya servis mobil injeksi sebagai salah satu tindakan dalam memastikan kondisi sistem injeksi dan komponen lain agar tidak mengalami kemacetan mendadak. Pilih Bengkel Mobil Spesialis Servis Injeksi Mobil Mobil injeksi sebagai salah satu kendaraan dengan teknologi terbaru yang muncul belakangan ini sudah barang tentu memerlukan perawatan yang berbeda dengan mobil non-injeksi. Oleh karena itu, tidak semua bengkel sanggup menanganinya jika sewaktu-waktu muncul kerusakan. Tentu saja hanya beberapa bengkel tertentu saja yang sanggup dan terbiasa menanganinya jika terjadi potensi kerusakan pada mesin mobil injeksi. Adapun soal pemilihan bengkel yang tepat, Anda bisa mempercayakan kepada OJC Auto Service selaku bengkel mobil berpengalaman yang turut menawarkan layanan servis mobil injeksi. Kenapa kami? Tentu saja tak bisa lepas dari beberapa alasan. Antara lain : 1. Tenaga Mekanik yang Ahli Mobil Injeksi Kami memiliki tenaga mekanik yang kompeten dan cukup berpengalaman dalam menangani masalah pada mobil injeksi. Jadi, Anda tak perlu perlu khawatir soal kualitas pelayanan dari tim kami. Dapatkan dan buktikan manfaat servis mobil injeksi oleh tim mekanik OJC Auto Service kami yang kompeten. 2. Proses Cepat dan Tuntas Kami selalu menjamin setiap proses pelaksanaan servis mobil maupun perbaikan, akan kami lakukan secara cepat dan tuntas sesuai standar prosedural. 3. Bisa Booking Service Mobil via Online Permudah para pelanggan, bengkel kami selalu membuka kesempatan bagi Anda yang hendak melakukan servis di bengkel dengan menawarkan layanan booking via online. Cukup hubungi tim kami, sampaikan kebutuhan atau keluhan dari mobil Anda, dan pilih jadwal untuk mulai servis. Cukup mudah bukan? Sampai di sini, jelas dan penting jika manfaat servis mobil injeksi pastinya akan berdampak positif bagi para pemiliknya. Jadi, Anda bisa mulai untuk merutinkan servis mobil Anda. Percayakan kepada bengkel mobil Jogja terpercaya di tim OJC Auto Service untuk menanganinya.