Tak Perlu Panik! Ini Penyebab Mesin Mobil Brebet saat Digas dan Solusinya

Mesin mobil brebet saat digas, Sumber: hyundai.com

Apakah Anda pernah menemukan kondisi mesin mobil brebet saat digas baik di RPM rendah maupun tinggi? Memang, mesin yang terkesan tersendat saat mobil melaju merupakan hal yang kerap terjadi pada mobil. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan karena secara langsung akan mengganggu kenyamanan berkendara.  Beberapa pengendara mungkin menganggap enteng permasalahan ini. Mereka berpikir bahwa mesin mobil yang brebet terjadi karena mesin yang belum panas. Nantinya, ketika mesin mobil sudah panas, maka masalah ini akan hilang sendirinya. Tentu saja, pendapat tersebut adalah pernyataan yang salah. Meskipun mobil brebet saat baru dinyalakan, kondisi ini bisa jadi akan tetap bertahan saat mesin mobil sudah panas. Bahkan, bisa jadi mesin mobil justru akan mengalami kerusakan yang tidak bisa dianggap sepele. Sebab Umum Mesin Mobil Brebet saat Digas dan Solusinya  Beberapa pengendara mungkin merasa panik ketika mendapati mesin mobil mereka tersendat terutama saat melaju dalam kecepatan cukup tinggi. Alasannya pun sebenarnya masuk akal bahwa ada kekhawatiran mesin yang brebet menjadi penyebab mobil mogok mendadak. Sebenarnya, Anda tak perlu panik ketika mendapati mesin mobil brebet saat digas. Hanya saja, memang, Anda perlu mengetahui penyebabnya agar bisa melakukan penanganan sesuai yang diperlukan. Ada beberapa sebab umum kenapa mesin mobil cenderung brebet saat digas. Beberapa penyebab tersebut diantaranya adalah: 1. Kondisi Busi yang Mulai Rusak Salah satu penyebab masalah mesin mobil brebet saat digas adalah kondisi busi yang mulai aus dan juga rusak. Seperti diketahui, busi menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam pengapian.  Hanya saja, seiring penggunaan, kondisi busi akan terus menurun. Bahkan, bisa jadi, busi tidak akan berfungsi ketika pemercik api habis dan memang sudah masuk waktu penggantian. Tentu, efeknya, pengapian mesin mobil tidak akan optimal yang efeknya mesin mobil akan cenderung brebet saat digas. Terkait masalah ini, penggantian busi menjadi hal pokok yang harus dilakukan. Tentu, pastikan Anda menggunakan busi baru sesuai standar pabrikan agar kinerjanya juga optimal. Jika memang diperlukan, Anda bisa saja melakukan penggantian busi secara keseluruhan. 2. Bahan Bakar yang Hampir Habis Volume bahan bakar yang minim atau bahkan hampir habis juga menjadi sebab mesin mobil brebet saat digas. Umumnya, masalah ini terjadi ketika pengendara lupa mengisi bahan bakar sebelum bepergian. Atau, pengendara menyadari bahan bakar hampir habis tetapi masih mencari SPBU untuk melakukan pengisian ulang. Anda tentu paham bahwa volume bahan bakar sangat krusial terkait performa mesin. Adanya suplai bahan bakar yang cukup akan membuat mesin mobil bisa bekerja maksimal. Sebaliknya, bahan bakar yang minim membuat mesin tidak bisa bekerja optimal sehingga masalah mesin brebet pun bisa terjadi. Untuk mengatasinya, tentu Anda perlu segera melakukan pengisian ulang terutama jika Anda mengendarai mobil dengan mesin injeksi. Selain itu, Anda bisa juga menyediakan bahan bakar cadangan jika hendak melakukan perjalanan jauh ke tempat yang minim SPBU. 3. Kerusakan pada Filter Bahan Bakar Hal lain yang menjadi biang masalahnya adalah kerusakan pada filter bahan bakar. Secara umum, filter bahan bakar berfungsi untuk menyaring bahan bakar agar bahan bakar yang mengalir ke ruang bakar bebas dari kotoran. Perlu dipahami bahwa bahan bakar yang terkontaminasi dengan kotoran sehingga kurang bersih akan membuat pembakaran di ruang bakar mesin mobil kurang optimal. Inilah sumber masalah kenapa mesin mobil tidak bekerja maksimal sehingga mesin brebet saat digas. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa filter bahan bakar yang rusak juga menjadi penyebab mobil boros bahan bakar karena tidak ada saringan yang mengatur jumlah bahan bakar. Oleh karenanya, Anda perlu mengecek kondisi filter. Bersihkan jika filter memang kotor serta lakukan penggantian jika filter lama sudah tidak layak digunakan. 4. Mesin Mobil Terlalu Panas Suhu mesin kendaraan yang terlalu tinggi terutama ketika mengendarai mobil dalam jarak yang cukup jauh juga bisa menyebabkan mesin mobil bersuara aneh saat digas. Fakta ini sekaligus membantah pendapat bahwa mesin yang sudah panas cenderung bebas dari masalah mesin yang brebet dan tersendat. Terkait masalah ini, mesin mobil yang overheating akan menurunkan performa mobil secara keseluruhan. Ketika gas diinjak, mesin pun hanya akan meraung dan tersendat seolah tidak punya tenaga untuk melaju. Masalah overheating sebenarnya tidak hanya terjadi karena mobil yang terlalu lama dikendarai. Kondisi ini bisa juga terjadi karena adanya masalah pada radiator, seperti kebocoran ataupun air radiator yang habis.  Untuk mengatasinya, Anda bisa menghentikan mobil sementara guna menurunkan suhu mesin. Selain itu, cek pula kondisi radiator mesin. Apabila air radiator ternyata habis, maka lakukan pengisian ulang dengan segera. 5. Masalah pada Sistem Injeksi Satu lagi penyebab mesin mobil brebet saat digas adalah adanya permasalahan pada sistem injeksi. Sebenarnya, mobil dengan mesin injeksi memerlukan perawatan yang lebih mudah, yakni menjaga agar tidak kehabisan bahan bakar dan juga mengganti filter udara secara teratur. Namun, terkadang ada kondisi lain yang membuat sistem injeksi bermasalah. Misalnya saja, adanya kerusakan sensor mesin. Kerusakan ini membuat perhitungan ECU menjadi tidak akurat sehingga membuat mesin mobil tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, mesin mobil pun cenderung brebet saat digas. Beberapa poin di atas adalah sebab umum terkait masalah mesin mobil brebet saat digas. Sebagai tambahan, masalah ini juga bisa terjadi karena ruang bakar mesin mobil yang kotor. Ya, seiring penggunaan, sisa-sisa pembakaran akan mengendap di ruang bakar yang nantinya akan berdampak pada kinerja mesin mobil. Lakukan Perawatan Mobil Hanya di OJC Auto Service Masalah mesin mobil brebet saat digas tentu tidak bisa dianggap sepele. Bukan hanya membuat berkendara menjadi tidak nyaman, jika masalah ini diabaikan, maka kerusakan akan menjalar serta semakin parah. Terkait cara mengatasi mobil brebet, Bengkel Mobil OJC menyediakan layanan perbaikan yang bisa diandalkan. Tidak hanya melakukan scanning menyeluruh untuk mengetahui sumber masalah mesin mobil, kami juga akan melakukan perbaikan dengan tepat dan cermat. Lebih dari itu, sebagai salah satu penyedia layanan tune up mobil Jogja terbaik, kami senantiasa menggunakan komponen original sesuai standar pabrik untuk memastikan kepuasan pelanggan. Tertarik? Segera hubungi CS OJC Auto Service dan dapatkan layanan perbaikan mobil profesional dengan harga terjangkau!

Penyebab Indikator Oli Mobil Menyala dan Cara Mengatasinya

Indikator oli, Sumber: evalube.com

Seperti diketahui, umumnya, semua lampu indikator termasuk indikator oli mobil akan menyala saat kunci kontak berada dalam posisi ON. Setelah beberapa detik, lampu indikator akan mati kecuali indikator lampu jika lampu dinyalakan. Lantas, kenapa indikator oli mobil menyala bahkan ketika mobil sudah dinyalakan? Bagi beberapa kalangan, menemukan adanya lampu indikator oli mobil yang terus menyala akan menimbulkan kekhawatiran. Memang, umumnya, pengendara mengetahui bahwa hal tersebut adalah tanda adanya ketidakberesan pada komponen oli mobil. Namun, apa yang sebenarnya terjadi tentu memerlukan waktu untuk menelaahnya. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas apa yang menjadi sebab kenapa lampu indikator oli mobil menyala saat seharusnya lampu indikator tersebut mati. Simak ulasannya! Sebab Umum Indikator Oli Mobil Menyala Memang, indikator oli yang menyala adalah tanda adanya masalah pada sistem dari kendaraan tersebut. Tentu, kondisi ini sebenarnya merupakan sebuah warning agar Anda sebagai pengendara segera melakukan tindakan yang diperlukan agar tingkat kerusakan tidak semakin parah. Terkait masalah ini, ada beberapa hal umum yang kerap menjadi sumber permasalahan dan sebaiknya dipahami dengan baik. Adapun beberapa penyebab lampu indikator oli menyala tersebut diantaranya adalah: 1. Oli Mobil yang Berkurang Salah satu sumber masalah yang menyebabkan indikator oli menyala terus-terusan adalah kondisi volume oli yang berkurang. Perlu dicermati bahwa volume oli akan cenderung berkurang seiring waktu penggunaan. Meskipun, tingkat berkurangnya volume oli bisa jadi berbeda-beda tergantung bagaimana mobil digunakan. Misalnya, ketika Anda telat ganti oli mobil, maka bisa jadi volume oli ada di bawah batas normal. Jika kondisi ini terjadi, sensor oli yang ada di dalam carter akan mengirim sinyal ke ECM dan memberi tanda bahwa jumlah oli terlalu sedikit. Nantinya, ECM akan mengolah perintah ini. Sensor kemudian akan mengaktifkan sistem peringatan yang tersedia berbentuk lampu indikator oli mobil yang menyala di bagian dashboard. Perlu juga diketahui bahwa oli mobil yang berkurang bisa juga terjadi karena sebab yang lain. Tidak hanya karena waktu penggantian yang telat saja, tetapi adanya kebocoran pada komponen mobil juga bisa membuat oli terbuang. 2. Adanya Kerusakan pada Pompa Oli Adanya kerusakan yang terjadi pada bagian pompa oli juga menjadi biang kenapa indikator oli mobil menyala. Sebagaimana diketahui, pompa oli adalah komponen yang cukup krusial. Selain berfungsi untuk menyalurkan oli ke komponen mesin mobil, pompa oli juga berperan untuk mengatur tekanan serta sirkulasi oli mobil. Pompa oli biasanya bekerja dengan adanya sensor tekanan oli. Nantinya, ketika pompa mendorong oli, maka oli akan mengalir menuju ke komponen mobil yang bergesekan untuk melumasi dan meredam getaran serta menjaga suhu agar tidak terlalu panas.  Nah, saat pompa bekerja, gaya dorong yang ada akan membuat saklar sensor terbuka. Secara otomatis, lampu indikator yang tadinya menyala pun akan mati. Namun, ketika sensor mendeteksi adanya masalah pada tekanan aliran oli, maka sensor akan mengirim sinyal warning yang ditunjukkan dengan indikator oli mobil menyala terus-menerus. 3. Mesin Mobil Terlalu Panas Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, oli memiliki fungsi untuk melumasi mesin mobil saat mesin bekerja. Proses pelumasan ini cukup efektif untuk menjaga suhu pada komponen mesin mobil agar tetap stabil dan tidak terlalu panas. Namun, kondisi oli mobil yang sudah buruk serta penggunaan mobil dalam jarak yang cukup jauh bisa menyebabkan mesin mobil terlalu panas atau overheating. Kondisi ini selain akan menurunkan performa kendaraan, juga akan menyebabkan indikator oli mobil menyala. Ya, perlu diketahui bahwa mesin mobil yang terlalu panas berarti oli tidak melumasi secara optimal. Bisa jadi, suhu panas pada mesin mobil akan ‘membakar’ oli sehingga jumlahnya pun berkurang secara signifikan. Beberapa poin di atas adalah apa yang menyebabkan indikator oli kendaan jadi menyala. Sebagai tambahan, adanya sumbatan pada saluran oli yang biasanya dikarenakan kerak yang terlalu pekat juga menjadi sebab masalah ini. Mengatasi Indikator Oli Mobil Menyala Ketika Anda menemukan lampu indikator oli mobil yang terus menyala, sadari bahwa hal tersebut merupakan tanda adanya masalah pada komponen mobil. Artinya, ada baiknya jika Anda segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Nah, beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah indikator oli mobil menyala ini diantaranya adalah: 1. Mematikan Mesin Mobil Terlebih Dahulu Ketika mendapati lampu indikator oli mobil yang terus menyala, ada baiknya jika Anda menepi dan mematikan mesin mobil terlebih dahulu. Ini adalah opsi cara mengatasi lampu indikator oli menyala yang disarankan terutama ketika Anda sedang berkendara di jalanan.  Seperti dibahas sebelumnya, masalah ini salah satunya disebabkan karena mesin mobil yang terlalu panas. Dengan menepi dan mematikan mesin mobil, bisa jadi suhu mesin nantinya akan turun dan pelumasan mesin membaik sehingga lampu indikator oli mobil akan mati. 2. Melakukan Pemeriksaan Kondisi Oli Mesin Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi indikator oli yang menyala adalah mengecek kondisi oli kendaraan Anda. Terkait hal ini, Anda bisa menggunakan dipstick sebagai alat bantu. Terkait hal ini, pastikan mesin mobil sudah mendingin terlebih dahulu. Setelahnya, Anda bisa membuka bagian kap mobil dan memeriksa kondisi oli mesin tadi.  Caranya pun cukup mudah. Anda hanya perlu menggunakan dipstick sebagai alat bantu untuk mengetahui volume oli mobil. Jika ternyata oli tampak kurang dari indikator normal, maka Anda perlu melakukan pengisian atau bahkan penggantian. Masalah ini sebenarnya tidak akan terjadi jika Anda melakukan servis mobil berkala. Pasalnya, saat servis, mekanik akan melakukan pemeriksaan pada oli dan melakukan penanganan jika volume oli dirasa kurang. 3. Mengecek Adanya Kebocoran Oli Jika Anda merasa bahwa Anda belum lama melakukan penggantian oli mesin tetapi indikator oli tetap menyala, maka cobalah cek kemungkinan adanya kebocoran oli. Pasalnya, masalah kebocoran juga menjadi sebab masalah ini. Untuk pemeriksaan awal, Anda bisa melihat ke bawah mobil. Cek dan cari tahu apakah ada tetesan oli di bagian bawah mobil. Anda tentu bisa menggunakan senter sebagai alat bantu. Biasanya, kebocoran oli ini terjadi karena kerusakan pada filter oli ataupun adanya komponen yang tidak terpasang dengan sempurna. Beberapa poin di atas merupakan langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah indikator oli mobil menyala. Namun, untuk langkah lanjutan, ada baiknya jika Anda menghubungi bengkel terpercaya untuk mengatasi masalah ini, terutama jika ternyata ada kerusakan komponen yang terjadi. Bengkel Mobil OJC, Solusi Segala Kerusakan Mobil Anda Jika kendaraan roda empat Anda mengalami masalah indikator oli menyala, Bengkel Mobil OJC hadir memberikan solusi. Tentu, dengan penanganan yang tepat dan cermat, … Read more

Asap Knalpot Hitam, Kira-kira Apa Penyebabnya?

Asap knalpot mobil, Sumber: autos.id

Berbincang tentang kerusakan pada mobil, keluarnya asap knalpot hitam menjadi salah satu permasalahan yang cukup umum ditanyakan. Cukup banyak pengendara yang merasa kaget ketika melihat asap knalpot mobil mereka yang biasanya tak berwarna, tiba-tiba terlihat berwarna hitam bahkan pekat. Tak jarang, kejadian ini membuat banyak pengendara khawatir terjadi kerusakan fatal pada mobil mereka. Bisa jadi, ada gambaran tentang biaya mahal yang harus segera dikeluarkan demi mengatasi masalah asap knalpot berwarna hitam tersebut. Namun, sebelum berpikir macam-macam, tentu Anda perlu mengetahui penyebab knalpot keluar asap hitam sehingga nantinya Anda bisa melakukan langkah tepat. Termasuk, tak perlu melakukan perbaikan dengan biaya yang mahal. Penyebab Asap Mobil Berwarna Hitam Tidak dimungkiri memang bahwa asap hitam yang keluar dari knalpot mobil merupakan tanda bahwa mobil bermasalah. Hanya saja, untuk mengetahui apa masalah pada mobil tersebut tentu perlu mengetahui penyebab dari keluarnya asap hitam tersebut. Adapun beberapa sebab umum kenapa muncul asap knalpot hitam diantaranya adalah: 1. Masalah pada Karburator Salah satu sebab umum kenapa asap knalpot mobil berwarna hitam adalah masalah yang terjadi pada karburator. Biasanya, jika setelan udara dan bahan bakar di karburator tidak pas, terutama pada mesin mobil yang belum injeksi, permasalahan knalpot ini akan terjadi. Seperti diketahui, pada karburator terdapat dua baut yang memiliki fungsi berbeda. Satu baut digunakan untuk mengatur kecepatan idle, sedangkan baut satunya digunakan untuk mengatur bensin yang disuplai. Nah, ketika setelan jumlah bensin berlebihan, maka yang terjadi adalah campuran menjadi lebih kaya. Inilah kenapa masalah knalpot mobil muncul dan asap yang berwarna hitam akan keluar.  Lalu, apa solusi dari masalah ini? Mengatur ulang setelan karburator adalah hal utama yang harus dilakukan. Terkait hal ini, cobalah untuk mengencangkan baut penyetel suplai bensin. Dengan cara ini, jumlah bensin akan berkurang sehingga campuran udara dan bensin lebih seimbang. 2. Busi yang Kotor Busi merupakan komponen penting dalam sistem pengapian mobil. Oleh karenanya, melakukan perawatan busi, termasuk penggantian secara berkala perlu dilakukan utamanya untuk menjaga performa mobil agar tetap stabil.  Berkaitan dengan asap knalpot hitam, masalah ini juga bisa terjadi karena kondisi busi mobil yang kotor. Memang, dikarenakan berhubungan langsung dengan kompresi serta suhu pembakaran pada mesin mobil, busi cenderung lebih rawan kotor dan berkerak. Kondisi busi yang kotor akan menghambat pengapian pada mesin. Api yang seharusnya besar akan mengecil dan menyebabkan pembakaran kurang sempurna. Hal inilah yang membuat mesin cenderung brebet dan asap menjadi hitam. Membersihkan busi atau melakukan penggantian adalah solusi yang bisa dilakukan. Sebenarnya, masalah ini tidak akan terjadi jika Anda secara teratur melakukan servis berkala. Ya, salah satu manfaat servis berkala adalah kondisi busi yang terjaga.  3. Ruang Bakar yang Berkerak Hal lain yang menjadi sebab kenapa asap mobil berwarna hitam adalah kondisi ruang bakar mesin mobil yang berkerak. Coba bayangkan, ketika ruang mobil berkerak, maka kerak akan terbakar dan hasil pembakaran keluar dalam bentuk asap yang berwarna hitam. Masalah ini umumnya terjadi karena telat ganti oli mobil. Oli mesin mobil yang sudah terlalu lama dipakai akan berwarna pekat dan tidak bisa melumasi dengan maksimal. Akhirnya, pembakaran pada mesin mobil tidak akan sempurna dan proses pembuangan udara pun akan bermasalah. Jika ternyata hal ini yang menjadi biang masalah asap mobil berwarna hitam, maka pembongkaran pada bagian head cylinder mesin diperlukan. Setelah dibongkar, perlu dilakukan pembersihan secara menyeluruh terutama dari kerak yang telah menempel.  4. Kerusakan pada Sensor Mesin EFI Pada mesin dengan teknologi EFI, memang bahan bakar tidak lagi disuplai melalui nozzle jet sebagaimana mesin karburator melainkan menggunakan injektor. Inilah kenapa pada mekanisme mesin ini sensor memiliki peran yang begitu penting, terutama sensor MAF yang berfungsi menghitung massa udara dan IAT yang berfungsi menghitung suhu udara. Nah, apabila kedua sensor ini memiliki masalah, maka campuran bahan bakar menjadi tidak akurat. Efek yang terjadi adalah pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain performa mesin mobil yang cenderung tidak maksimal, asap yang keluar dari knalpot pun akan berwarna hitam. Lalu, bagaimana cara mengatasi knalpot keluar asap hitam karena sebab ini? Bisa dikatakan terlalu riskan untuk mencoba melakukan perbaikan sendiri karena kerusakan sensor yang bisa merembet jika salah penanganan. Oleh karenanya, membawa mobil ke bengkel terpercaya untuk melakukan tune up mobil cenderung lebih disarankan. 5. Sensor Air Flow yang Cenderung Buruk  Masalah asap knalpot hitam juga bisa terjadi pada mobil dengan mesin diesel. Meskipun, beberapa kalangan menganggap bahwa asap hitam yang keluar dari mesin diesel cenderung normal. Padahal, anggapan ini tentu saja salah. Pada mobil bermesin diesel, asap knalpot berwarna hitam muncul dikarenakan adanya masalah pada sensor mass air flow. Perlu diketahui bahwa sensor ini memiliki fungsi utama untuk mengatur campuran bahan bakar sehingga nantinya udara yang masuk ke dalam mesin pun sudah sesuai.  Nah, apabila sensor air flow ini bermasalah, maka sensor tidak bisa mendeteksi jumlah campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Hasilnya, selain pembakaran yang tidak sempurna, knalpot akan mengeluarkan asap berwarna hitam karena ada bahan bakar yang tidak terbakar dengan baik.   Beberapa poin di atas adalah apa yang secara umum menjadi biang masalah asap knalpot hitam keluar dari mobil Anda. Sebagai tambahan, masalah ini juga bisa terjadi karena filter udara yang sudah terlalu kotor dan tidak kunjung diganti.  Perlu diingat bahwa semakin awal Anda melakukan deteksi kerusakan dan perbaikan, maka masalah mesin mobil ini bisa diatasi dengan tepat dan lebih mudah. Sebaliknya, menunda melakukan perbaikan hanya akan membuat kerusakan bertambah parah. Bisa jadi, biaya perbaikan yang diperlukan pun juga akan membengkak.  Perbaikan Masalah Mesin Hanya di Bengkel Mobil OJC Jika Anda mengalami masalah asap knalpot hitam dan tidak memiliki pengetahuan memadai tentang mesin mobil, mempercayakan perbaikan pada bengkel profesional adalah langkah yang tepat. Nah, Bengkel Mobil OJC bisa menjadi salah satu opsi untuk dipertimbangkan. Berbekal pengalaman selama bertahun-tahun dan tenaga kerja yang berpengalaman, kami siap mengatasi masalah mesin mobil Anda dengan cermat, tepat dan juga cepat. Tidak hanya mengatasi masalah asap knalpot hitam saja. mesin mobil Anda pun nantinya akan dikembalikan pada performa terbaik dan prima untuk berkendara. Kami pun menyediakan layanan penjemputan. Dengan layanan ini, Anda tidak perlu repot memanggil mobil derek untuk membawa mobil Anda ke bengkel kami.  Tertarik dengan layanan perbaikan kami? Segera hubungi CS kami dan dapatkan penawaran layanan perbaikan mobil … Read more

Penghemat Bensin Mobil Hanya Mitos, Ini Cara yang Benar agar Tidak Boros!

Penghemat bensin mobil, Sumber: skinnerautoworks.com

Disadari atau tidak, penghemat bensin mobil hingga kini menjadi trend di kalangan para pengendara. Bahkan, jika ditelaah, ada cukup banyak produk yang diklaim bisa mengemat penggunaan bensin pada mobil, mulai dari cairan, tablet penghemat bahan bakar, hingga alat tertentu yang tersebar di banyak marketplace. Tidak hanya itu, konon, produk penghemat yang ada tersebut mampu menghemat bensin hingga 20 persen. Tentu sangat menggiurkan, bukan? Terlebih, untuk Anda yang terbiasa berkendara dalam jarak yang cukup jauh. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian dan bukti ilmiah yang membenarkan klaim tersebut. Inilah kenapa penggunaan alat atau produk penghemat bensin mobil menjadi hal yang harus ditelaah lebih jauh. Mitos Penghemat Bensin Mobil, Seperti Apa? Terkadang, borosnya pemakaian bensin terutama untuk mobil yang dikendarai dalam jarak yang cukup jauh memang merepotkan. Pasalnya, pengendara harus menyediakan dana yang lebih untuk keperluan bahan bakar tersebut. Inilah hal utama yang kerap menjadi alasan kenapa pengendara berburu produk penghemat bensin mobil. Seperti yang disinggung sebelumnya, ada cukup banyak produk yang diklaim bisa menghemat penggunaan bensin pada mobil. Salah satu produk yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah zat aditif. Produk ini berupa cairan atau tablet yang dimasukkan ke dalam tangki bensin yang nantinya akan bercampur dengan bahan bakar. Konon, zat ini bisa meningkatkan ketahanan pembakaran sehingga proses pembakaran akan lebih lama dan efisien sehingga bensin tidak cepat habis. Tak tanggung-tanggung, ada klaim yang mengatakan zat ini bisa menghemat bensin hingga 50%! Lalu, bagaimana faktanya? Klaim tersebut tentu hanya berupa argumentasi semata tanpa adanya bukti ilmiah. Pasalnya, pabrikan telah membuat mesin yang lengkap dengan standar bensin yang digunakan. Oleh karenanya, tanpa adanya tambahan zat apapun, pembakaran akan optimal untuk menunjang performa mobil. Di sisi lain zat aditif yang diproduksi terkadang memiliki kandungan aseton. Para pakar otomotif mengatakan bahwa efek samping pil penghemat BBM ini justru akan mengikis lapisan tangki dan mesin. Tidak hanya membuat performa mesin tidak maksimal, zat ini bahkan juga menjadi penyebab mobil boros bahan bakar. Volt Stabilizer, Apakah Lebih Aman? Selain zat aditif, produk penghemat bensin mobil lain yang juga hadir di pasaran adalah volt stabilizer. Konon, alat penghemat BBM mobil matic ini bisa meningkatkan stabilitas arus listrik yang berasal dari aki. Nah, dengan efisiensi daya, maka tenaga mobil akan meningkat dan penggunaan bensin pun akan cenderung lebih hemat. Benarkah klaim tersebut? Lagi-lagi, klaim tersebut keluar tanpa adanya bukti. Dari penelitian yang dilakukan, alat ini secara signifikan tidak berpengaruh pada performa kendaraan. Memang, ada kenaikan tenaga dari mesin mobil tetapi secara total sangat kecil dan juga hanya sesaat saja. Para pakar otomotif mengatakan bahwa produk volt stabilizer sebenarnya hanya sebuah kapasitor bank saja atau seperti aki tambahan. Oleh karenanya, penggunaannya sebenarnya tidak disarankan. Pasalnya, jika volt stabilizer ini bocor, dampaknya akan berbahaya bagi kelistrikan mobil dan menghabiskan daya yang ada di aki mobil. Tips Menghemat Bensin Mobil Tanpa Alat Tambahan Dari beberapa penjelasan di atas bisa dikatakan bahwa produk penghemat bensin mobil hanya mitos belaka dan tidak terbukti secara ilmiah. Oleh karenanya, secara umum, penggunaan produk tersebut cenderung tidak disarankan. Lantas, pertanyaannya, bagaimana cara untuk menghemat bensin mobil tanpa menggunakan tambahan alat penghemat bensin mobil tersebut? Dilansir dari beberapa sumber, ada beberapa cara yang lebih aman untuk menghemat pemakaian bensin pada mobil yang Anda kendarai. Beberapa diantaranya adalah: 1. Menjaga Kondisi Mesin Mobil Agar konsumsi bensin mobil cenderung lebih hemat, cara pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kondisi mesin mobil. Perlu diketahui bahwa kondisi mesin mobil yang tidak prima akan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga konsumsi bensin pun secara langsung akan meningkat. Terkait hal ini, melakukan servis berkala adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya memastikan mesin bekerja dengan optimal, manfaat servis berkala lainnya adalah komponen mesin senantiasa terjaga sehingga mobil akan terhindar dari berbagai masalah, terutama overheating saat dikendarai dalam waktu yang lama. 2. Mengganti Oli secara Rutin Melakukan penggantian oli secara rutin juga bisa menjadi cara efektif untuk menghemat konsumsi bensin pada mobil yang dikendarai. Hal ini dikarenakan oli memiliki peran yang cukup esensial terkait kinerja mesin. Ketika Anda secara rutin melakukan penggantian oli, mesin akan bekerja dengan cukup optimal. Pembakaran di mesin mobil akan menghasilkan daya yang maksimal dan juga pembakaran bensin akan lebih efisien. Sebaliknya, oli yang lama tidak diganti akan membuat pembakaran mesin menurun dan mobil cenderung lebih boros. Lantas, kapan waktu ganti oli mobil yang tepat? Sebenarnya, waktu penggantian oli mobil disesuaikan dengan penggunaan mobil itu sendiri. Hanya saja, sebagai gambaran, Anda bisa melakukan penggantian oli mobil setiap jarak tempuh 5.000 kilometer atau kurun waktu pemakaian oli 6 bulan. 3. Membersihkan Filter Udara Perawatan pada filter udara juga menjadi langkah yang cukup efektif untuk meningkatkan efisiensi pemakaian bensin pada mobil. Ya, perlu diketahui bahwa kasus mobil yang boros bensin biasanya terjadi karena filter udara yang cenderung kotor dan tidak terawat. Dalam kasus ini, ketika filter udara cenderung kotor, maka mesin akan bekerja lebih berat saat menghisap udara bersih yang digunakan untuk pembakaran. Akibatnya, secara tidak langsung, konsumsi bensin pun akan meningkat. Nah, untuk membuat mobil lebih hemat bensin tanpa alat penghemat bensin mobil, bersihkan filter udara secara teratur. Selain itu, jika ternyata filter udara sudah aus atau masa pakai sudah terlalu lama, Anda bisa menggantinya dengan yang baru. Beberapa hal di atas adalah langkah yang bisa Anda lakukan untuk setidaknya memaksimalkan penggunaan bensin sehingga konsumsi bahan bakar mobil Anda bisa lebih hemat. Hanya saja, tentu masih ada cara lain yang juga bisa diterapkan untuk manfaat yang sama. Misalnya saja, Anda harus menyesuaikan gaya berkendara. Terkait hal ini, hindari menekan gas mobil secara mendadak saat berkendara. Juga, gunakan gigi mobil yang sesuai untuk mengoptimalkan kinerja mesin, seperti menggunakan gigi rendah ketika berada di tanjakan. Bengkel Mobil OJC, Mitra Anda untuk Nyaman Berkendara Melakukan perawatan mobil secara berkala memang menjadi kunci mobil yang hemat tanpa bantuan alat penghemat bensin mobil. Terkait hal ini, Bengkel Mobil OJC menyediakan layanan servis mobil yang bisa Anda jadikan opsi. Dikenal sebagai penyedia jasa tune up mobil Jogja terbaik, tentu kami siap melakukan perbaikan berbagai kerusakan mobil untuk mengoptimalkan pembakaran serta performa mobil. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan berbagai spare part berkualitas yang akan memudahkan Anda ketika … Read more

Tenaga Mobil Ngempos Saat RPM Tinggi, Jangan Anggap Sepele!

Tenaga mobil ngempos, Sumber: domotransmisi.com

Apa yang akan Anda rasakan ketika tiba-tiba tenaga mobil ngempos padahal RPM sedang tinggi? Panik tentu menjadi apa yang biasanya akan dirasakan oleh pengendara. Pasalnya, mobil yang tadinya baik-baik saja, tiba-tiba berubah seketika menjadi tidak bertenaga. Memang, tenaga mobil yang ngempos merupakan masalah yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Terlebih, jika Anda merasa sudah melakukan perawatan mobil secara berkala dan mobil tidak mengalami masalah yang parah. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi penyebab dari masalah mobil ngempos di RPM tinggi dan apa upaya perbaikan yang bisa dilakukan? Simak ulasannya! Sebab Umum Tenaga Mobil Ngempos di RPM Tinggi Seperti disinggung sebelumnya bahwa masalah tenaga mobil ngempos tidak bisa diprediksi sebelumnya. Oleh karenanya, mengetahui apa yang menjadi penyebab masalah ini menjadi penting agar nantinya Anda bisa melakukan pencegahan yang lebih efektif. Diambil dari beberapa sumber, beberapa hal yang menjadi penyebab tenaga mobil yang ngempos meskipun sedang dipacu dengan RPM tinggi diantaranya adalah: 1. Busi yang Cenderung Kurang Terawat Masalah pengapian mobil menjadi salah satu biang kenapa tenaga mobil ngempos terjadi. Perlu diketahui bahwa pengapian pada mesin akan sangat berpengaruh pada terciptanya tenaga untuk menggerakkan mobil. Nah, terkait hal ini, busi yang cenderung kurang terawat menjadi sebab umum yang kerap terjadi. Fungsi busi pada sistem pengapian adalah untuk memantik api selama proses pembakaran bahan bakar di mesin. Tentu, kondisi busi yang cenderung buruk dan kurang terawat akan membuat proses pemantikan api terkendala. Akhirnya, proses pembakaran pun tidak akan maksimal sehingga tenaga mesin yang dihasilkan juga akan berkurang. 2. Adanya Kerusakan pada Ring Piston Ring piston merupakan salah satu komponen penting dalam mesin mobil. Fungsi utama dari komponen ini adalah memaksimalkan piston untuk memompa ketika proses pengapian di mesin mobil sehingga tenaga mobil yang dihasilkan pun akan lebih maksimal. Nah, ketika Anda mengalami masalah tenaga mobil ngempos, bisa jadi hal ini disebabkan karena adanya kerusakan pada ring piston. Pasalnya, ketika ring piston rusak, kinerja piston tidak akan maksimal. Hal inilah yang nantinya membuat tenaga mobil kurang optimal dan mobil pun akan ngempos saat dipacu. 3. Kerusakan pada Blok Silinder Hal lain yang juga menjadi penyebab mobil ngempos adalah adanya kerusakan pada blok silinder. Bisa dikatakan bahwa kerusakan ini juga menjadi penyebab mobil boros bahan bakar dan akan lebih terasa boros ketika Anda memacu mobil dengan RPM tinggi saat perjalanan jauh. Apa yang sebenarnya menjadi sebab kerusakan blok silinder? Perlu dipahami bahwa blok silinder adalah lajur ring piston ketika bergerak saat proses pembakaran di ruang bakar mobil terjadi. Nah, saat proses inilah terjadi gesekan antara ring piston dengan blok silinder. Kondisi blok silinder yang tidak memiliki pelumasan yang baik menjadi biang kerusakan. Semakin lama, kerusakan pada blok silinder bisa jadi akan semakin parah. Oleh karenanya, memastikan pelumasan pada blok silinder optimal adalah langkah penting yang harus dilakukan. 4. Overheating Pernah mendengar istilah ini? Ya, overheating sebenarnya adalah istilah yang banyak didengar terkait kondisi mobil. Dalam pengertian singkat, overheating merupakan kondisi di mana mesin mobil terlalu panas. Hal ini kerap terjadi ketika mobil dikendarai secara terus menerus dalam kurun waktu yang cukup lama. Nah, ketika mobil terlalu panas, maka mesin mobil tidak akan bekerja secara optimal. Bahkan, bisa jadi, piston mobil akan terkunci sehingga proses pembakaran di mesin mobil pun tidak akan berjalan sempurna. Kondisi ini juga menjadi biang masalah hilangnya tenaga mobil. Oleh karenanya, ketika berkendara, cek bagaimana suhu mesin mobil. Apabila mesin mobil terlalu panas, ada baiknya jika Anda menepi dan beristirahat terlebih dahulu sembari mendinginkan mesin mobil. Beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi penyebab tenaga mobil ngempos terutama saat dipacu dengan RPM tinggi.  Untuk tambahan, masalah mobil kehilangan tenaga ini juga bisa terjadi karena adanya kebocoran pada klep mobil yang berfungsi sebagai jalur masuk bensin. Juga, adanya sumbatan pada filter bahan bakar pun bisa membuat mobil kehilangan tenaga saat dipacu. Tenaga Mobil Ngempos, Bagaimana Mengatasinya? Seperti disinggung sebelumnya, tenaga yang ngempos termasuk masalah pada mobil yang cukup sering terjadi, terutama pada mobil yang sudah lama digunakan serta jarang mendapatkan perawatan berkala. Inilah kenapa Anda sebaiknya melakukan perawatan mobil secara berkala. Pasalnya, salah satu manfaat servis berkala adalah kondisi mobil yang cenderung lebih prima dan siap dikendarai dalam jangka waktu yang lebih lama. Tentu, masalah tenaga mobil ngempos pun tidak akan terjadi. Namun, ketika tenaga mobil tetap saja ngempos, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Mengganti komponen yang rusak menjadi hal awal yang perlu Anda perhatikan. Terkait hal ini, cek bagaimana kondisi komponen terutama komponen pengapian mesin mobil, seperti busi, ring piston, sensor, blok silinder dan lainnya. Jika ternyata ada kerusakan yang terjadi, lakukan perbaikan dan penggantian apabila diperlukan. Selain itu, Anda juga perlu mengecek filter udara dan filter bahan bakar secara rutin. Hal ini dikarenakan kebersihan filter berpengaruh pada proses pembakaran bahan bakar. Apabila Anda menemukan filter yang kotor, maka segera bersihkan atau lakukan penggantian jika filter terlihat sudah tidak layak. Agar tenaga mobil tidak ngempos, Anda sebaiknya menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin. Cek detail spesifikasi oktan bahan bakar yang disarankan. Dengan demikian, pembakaran di mesin mobil pun akan lebih optimal. Memang, bisa jadi, bahan bakar yang sesuai spesifikasi mobil cenderung lebih mahal. Hal ini sebenarnya tidak mengapa karena ketika mesin mobil rusak, biaya penanganan yang diperlukan bisa jadi berkali lipat lebih mahal. Perbaikan Mobil Terpercaya Hanya di Bengkel Mobil OJC Jika masalah tenaga mobil ngempos tetap terjadi, maka Anda perlu melakukan tune up. Ya, tune up adalah langkah penanganan untuk mengatasi masalah pada mesin mobil dan mengembalikannya pada performa yang optimal. Untuk masalah ini, Bengkel Mobil OJC menyediakan layanan tune up mobil yang bisa Anda jadikan opsi. Tentu saja, dengan layanan ini, Anda bisa melakukan perbaikan mobil secara detail dan mendapati mobil Anda dalam performa yang optimal dan bebas dari masalah tenaga ngempos saat di RPM tinggi. Tidak hanya itu, selain dikenal sebagai salah satu bengkel tune up mobil Jogja terbaik, Bengkel Mobil OJC juga menyediakan layanan perbaikan mobil lainnya. Misalnya saja, Anda yang memiliki mobil injeksi namun boros, kami siap memperbaikinya dan mengembalikan mesin injeksi yang lebih irit. Tertarik dengan layanan kami? Segera hubungi CS Bengkel Mobil OJC dan dapatkan layanan perbaikan mobil terbaik dengan harga terjangkau!

Power Window Mobil Macet, Berapa Biaya Perbaikannya?

Power window mobil macet, Sumber: autos.id

Apakah Anda pernah menemukan kasus di mana kaca mobil tidak bisa turun secara otomatis meskipun fitur elektrik sudah digunakan? Nah, bisa jadi, hal tersebut terjadi karena masalah power window mobil macet. Memang, masalah power window ini cukup meresahkan. Ketika power window bermasalah, maka kaca tidak bisa diturunkan dengan cara apapun. Anda pun nantinya bisa kesusahan untuk sekedar membayar pintu tol ataupun menikmati suasana perjalanan sembari menghemat AC. Lantas, apa yang sebenarnya membuat power window mobil macet dan berapa biaya yang diperlukan untuk memperbaikinya? Sekilas Tentang Power Window Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan power window pada mobil? Power window merupakan teknologi dan fitur mobil yang tidak berhubungan dengan mesin mobil. Hanya saja, fitur ini sangat penting untuk mobil, terutama untuk memberikan kenyamanan lebih pada pengendara. Nah, dalam pengertian singkat, power window adalah rangkaian mechatronic yang merupakan gabungan dari teknologi mekanik dan juga elektronik. Keduanya akan menciptakan fungsi yang bisa menggerakkan kaca jendela mobil secara otomatis hanya dengan menekan tombol yang tersedia. Kenapa Power Window Mobil Macet? Layaknya rangkaian sistem pada umumnya, power window pun terkadang bermasalah dan macet. Ketika hal ini terjadi, maka jendela mobil tidak bisa dibuka secara otomatis meskipun pengendara sudah menekan tombol switch berkali-kali. Lantas, apa yang menjadi sebab masalah power window mobil macet ini? Ada beberapa hal yang menjadi biang dari masalah power window yang macet ini. Beberapa diantaranya adalah: 1. Kerusakan pada Saklar Salah satu penyebab power window mobil yang macet adalah adanya kerusakan pada saklar. Perlu diketahui bahwa saklar untuk power window ini berbeda dengan saklar yang digunakan pada lampu atau perangkat elektronik lainnya. Misalnya saja, saklar pada perangkat elektronik memiliki dua perintah, yakni on dan off saja. Sementara saklar power window memiliki tiga perintah, yaitu down, up dan off. Ketika power window macet, bisa jadi ada kerusakan pada saklar tersebut. Umumnya, kerusakan terjadi karena masa pakai yang terus berkurang seiring pemakaian yang berulang. 2. Motor Penggerak yang Aus Kondisi motor penggerak yang aus juga kerap menjadi penyebab power window mobil macet. Pasalnya, perlu disadari bahwa seiring pemakaian power window yang lama, komponen yang ada pun mulai aus dan berefek pada kinerja yang tidak optimal. Terkait motor penggerak, salah satu komponen yang kerap mengalami kerusakan adalah brush. Bagian ini berfungsi untuk menyalurkan arus listrik dari sumber daya menuju ke rotor. Nah, adanya gesekan rotor dengan brush inilah yang dalam periode tertentu membuat brush menjadi aus dan rusak. 3. Rel Kaca yang Kotor Satu lagi penyebab power window mobil macet yang cukup umum adalah rel kotor yang macet. Kondisi ini sebenarnya sepele. Namun, apabila terjadi, maka kaca mobil tidak bisa bergerak naik dengan lancar sehingga macet. Perlu disadari bahwa kaca mobil termasuk bagian power window yang cenderung rawan terkena kotoran. Terlebih, kotoran yang disebabkan oleh debu ataupun percikan air hujan. Beberapa hal di atas adalah apa yang secara umum menjadi sebab power window mobil macet. Sebagai tambahan, masalah power window ini terkadang juga diakibatkan oleh sekring yang putus. Putusnya sekring nantinya akan menyebabkan aliran listrik terhenti. Tips Agar Power Window Mobil Tidak Cepat Rusak Seperti disinggung sebelumnya, mekanisme power window nantinya bisa terkendala seiring waktu pemakaian yang lama. Namun, sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat fitur mobil ini tidak cepat rusak dan memiliki usia pemakaian yang lebih lama. Nah, adapun beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan agar masalah power window mobil macet tidak terjadi diantaranya adalah: 1. Menggunakan Seperlunya Berbincang tentang penggunaan power window, ada baiknya jika Anda menggunakannya hanya seperlunya saja. Artinya, gunakan ketika Anda memang benar-benar ingin membuka jendela mobil untuk keperluan tertentu. Banyak kasus kerusakan pada power window mobil terjadi karena penggunaan yang berlebihan. Terlebih, anak-anak biasanya suka memainkan saklar power window mobil. 2. Bersihkan Kaca Mobil Telah diketahui bersama bahwa masalah power window macet bisa terjadi karena kaca mobil yang kotor, terutama debu yang menempel. Oleh karenanya, agar power window mobil tidak cepat rusak, bersihkan kaca mobil secara berkala. Terkait hal ini, Anda bisa menggunakan cairan pembersih khusus kaca mobil dan lap yang lembut. Dengan pembersihan yang teratur, terlebih setiap pagi, kaca mobil akan cenderung bersih dan masalah power window yang tertahan debu dan kotoran lainnya tidak akan terjadi. Hal ini juga termasuk manfaat servis berkala yang Anda akan dapatkan. 3. Lakukan Pemeriksaan Berkala Layaknya servis berkala untuk menjaga performa mesin mobil, Anda sebaiknya juga menerapkannya pada power window. Ya, dengan pemeriksaan berkala, maka kerusakan power window bisa dideteksi dengan lebih cepat sehingga kerusakan yang lebih parah tidak akan terjadi. Hanya saja, terkait pemeriksaan berkala, ada baiknya jika Anda berusaha memilih bengkel mobil terpercaya. Ini adalah hal yang sangat krusial karena pemilihan bengkel akan berdampak pada pengerjaan perbaikan power window mobil yang dilakukan. Dengan beberapa poin di atas, Anda setidaknya bisa memperpanjang masa pakai power window dan masalah power window yang macet tidak akan terjadi. Hanya saja, Anda harus menyadari bahwa ada masa pakai pada komponen tersebut. Oleh karenanya, menggunakan power window yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak disarankan. Artinya, ketika waktu penggantian tiba, maka Anda juga sebaiknya melakukan penggantian sesuai keperluan. Besaran Biaya Perbaikan Power Window Mobil Macet Salah satu pertanyaan yang kerap muncul dari pengemudi adalah besaran biaya yang diperlukan untuk memperbaiki power window mobil yang macet. Bisa jadi, anggapan biaya yang cukup mahal membuat beberapa pengemudi merasa enggan untuk melakukan perbaikan. Terlebih, power window juga tidak memberikan efek pada performa mesin mobil. Lantas, sebenarnya berapa biaya perbaikan power window macet tersebut? Bisa dikatakan bahwa besaran biaya untuk perbaikan power window mobil macet bervariasi. Artinya, biaya tersebut tergantung jenis kerusakan yang terjadi pada power window. Tentu saja, kerusakan yang parah akan memerlukan biaya penanganan yang besar. Sebaliknya, biaya yang lebih murah diperlukan untuk kerusakan yang lebih ringan. Nantinya, bengkel akan melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk menilai kerusakan yang terjadi. Biasanya, jika tidak terlalu parah, maka tidak ada penggantian komponen yang dilakukan. Dalam hal ini, biaya penanganan yang diperlukan hanya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 350.000. Perbaikan Power Window Terjangkau Hanya di Bengkel Mobil OJC Jika Anda sedang mencari bengkel mobil untuk perbaikan power window yang macet, Bengkel Mobil OJC bisa dijadikan opsi yang tepat. Dikenal sebagai … Read more

Perbedaan Servis Berkala dan Tune Up pada Mobil, Apa Itu?

Perbedaan servis berkala dan tune up, Sumber: garasi.id

Ketika ditanyakan perihal perawatan pada mobil, bisa dikatakan masih banyak pengendara yang belum memahami apa perbedaan servis berkala dan tune up. Sekilas, keduanya memang jenis perawatan mobil yang perlu dilakukan. Hanya saja, keduanya memiliki detail pengerjaan perawatan yang berbeda. Sebagaimana diketahui, perawatan mobil merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Dengan perawatan yang tepat dan berkala, kondisi mobil akan cenderung terjaga dan performa mobil pun senantiasa maksimal. Lantas, apa sebenarnya perbedaan servis berkala dan tune up tersebut dan kapan harus melakukan perawatan tertentu pada mobil yang dimiliki? Sekilas Tentang Servis Berkala dan Tune Up Sebelum membahas lebih lanjut perihal perbedaan antara servis berkala dan tune up, ada baiknya jika Anda memahami makna dari kedua istilah ini. Tentu, pemahaman yang detail nantinya juga bisa menjadi pertimbangan terkait perawatan mobil mana yang sebenarnya diperlukan. Dalam pengertian singkat, servis berkala yang juga disebut perawatan rutin adalah rangkaian perawatan mobil yang disesuaikan dengan pedoman dasar. Secara umum, tujuan dari service berkala mobil ini adalah untuk menjaga performa mobil agar tetap baik, mencegah kerusakan yang serius serta memperpanjang masa pakai komponen mobil. Lalu, apa yang dimaksud dengan tune up? Tune up adalah rangkaian perawatan mobil yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja mesin mobil. Perawatan ini dilakukan dengan menyesuaikan, mengganti atau sekadar membersihkan komponen tertentu mobil yang berpengaruh pada sistem pembakaran serta kinerja mesin. Bisa dikatakan bahwa range pengerjaan tune up cenderung lebih khusus. Mekanik akan melakukan pemeriksaan pada komponen mesin yang berpengaruh pada sistem pembakaran mulai dari busi, kabel pengapian, sistem injeksi dan lainnya. Perbedaan Mendasar Servis Berkala dan Tune Up Memang, sekilas, ada persamaan antara servis berkala dan tune up yang dilakukan untuk memastikan performa mobil tetap baik. Namun, jika ditelaah lebih detail, maka ada beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya. Adapun beberapa perbedaan tersebut diantaranya adalah: 1. Fokus Perawatan Perbedaan mendasar antara servis berkala dan tune up salah satunya adalah pada fokus perawatan yang dilakukan. Dalam hal ini, tujuan servis berkala adalah untuk menjaga performa mobil secara umum. Oleh karenanya, fokus perawatan yang dilakukan cenderung komprehensif pada berbagai komponen mobil. Saat melakukan servis berkala, mekanik akan melakukan penggantian oli, filter udara, sistem kelistrikan dan lainnya. Dengan pengecekan ini, diharapkan tidak terjadi kerusakan yang lebih parah yang menghambat performa mobil. Di sisi lain tune up cenderung lebih fokus pada komponen mesin saja. Jenis perawatan mobil ini dilakukan dengan melakukan pembersihan atau penggantian komponen pada sistem pembakaran mobil. Secara singkat bisa dikatakan jika fungsi tune up mobil adalah mengupayakan akselerasi mobil lebih baik dan konsumsi bahan bakar juga lebih efisien. 2. Waktu dan Frekuensi Perawatan Waktu serta frekuensi perawatan yang dilakukan juga menjadi perbedaan mendasar antara servis berkala dan tune up. Seperti namanya, servis berkala pada dasarnya dilakukan secara teratur sesuai dengan panduan yang ada. Biasanya, servis berkala dilakukan per enam bulan sekali atau per 5.000 km jarak yang ditempuh mobil. Lalu, bagaimana dengan tune up? Secara umum, tune up adalah perawatan mobil yang incidental. Artinya, perawatan ini dilakukan ketika mobil menunjukkan adanya gejala penurunan performa, mulai dari mesin yang susah menyala, adanya getaran yang tidak normal dan lainnya. Perlu diketahui bahwa performa mesin yang menurun merupakan salah satu penyebab mobil boros bahan bakar. Oleh karenanya, ketika Anda merasakan mobil lebih boros bahan bakar dari sebelumnya, maka tune up perlu dilakukan. 3. Biaya yang diperlukan Hal lain yang juga menjadi perbedaan servis berkala dan tune up adalah biaya yang diperlukan. Tentu saja, pengerjaan detail perawatan yang berbeda akan memerlukan detail biaya yang berbeda pula. Terkait biaya, bisa dikatakan jika servis berkala cenderung lebih terjangkau. Pasalnya, perawatan yang dilakukan hanya merupakan perawatan rutin saja dengan penggantian komponen yang tidak terlalu mahal. Di sisi lain tune up pada umumnya memerlukan biaya yang lebih mahal. Hal ini didasarkan karena tune up dilakukan dengan melakukan perawatan serta penggantian komponen khusus dan spesifik. Umumnya, harga komponen ini pun cukup mahal. Terlebih, proses pembongkaran dan pemasangannya pun memerlukan waktu yang lebih lama. Setidaknya beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi perbedaan mendasar antara servis berkala dan juga tune up. Untuk diingat, servis berkala bertujuan untuk menjaga performa mobil secara umum sedangkan tune up dilakukan untuk mengembalikan kinerja mesin dan efisiensi pemakaian bahan bakar. Memilih Bengkel Mobil yang Tepat untuk Servis Berkala dan Tune Up Selain mengetahui perbedaan servis berkala dan tune up, hal lain yang perlu Anda ketahui adalah memilih bengkel yang tepat untuk melakukan perawatan. Ini adalah poin yang cukup krusial agar nantinya kondisi mobil Anda senantiasa terjaga, terlebih biaya tune up mobil bisa dikatakan cukup mahal. Nah, berbincang tentang memilih bengkel mobil yang tepat, ada beberapa tips mendasar yang bisa Anda jadikan pertimbangan awal untuk memilihnya. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah: Dengan beberapa tips di atas, setidaknya Anda memiliki gambaran terkait seperti apa bengkel mobil yang hendak Anda pilih untuk melakukan perawatan mobil. Nah, untuk rekomendasi, Bengkel Mobil OJC bisa dijadikan opsi. Populer sebagai salah satu jasa tune up mobil Jogja terbaik, Bengkel Mobil OJC siap mengerjakan perawatan mobil dengan berbagai kerusakan yang terjadi. Tidak hanya itu, dengan mekanik berpengalaman dan bisa diandalkan, semua perawatan mobil dilakukan dengan profesional dan sesuai SOP untuk memastikan kepuasan pelanggan. Tidak hanya itu, kami pun juga memiliki layanan lainnya termasuk pick up untuk memudahkan pelanggan yang kesulitan membawa mobil menuju bengkel.Ingin mobil Anda sehat kembali dan nyaman untuk berkendara kapan saja? Segera hubungi Bengkel Mobil OJC dan kami siap sedia untuk mewujudkannya!