Rem ABS Mobil, Apa Keunggulannya?

Keunggulan rem ABS mobil, Sumber: suzukicdn.com

Diantara berbagai komponen yang melekat pada mobil, sistem rem menjadi salah satu yang paling krusial. Komponen ini berguna untuk mengurangi kecepatan serta menghentikan kendaraan. Seiring perkembangan teknologi, sistem rem mobil pun turut berkembang, termasuk hadirnya variasi rem ABS mobil yang menjadi tren saat ini. Ya, rem ABS atau Anti-Lock Braking System merupakan inovasi dalam sistem pengereman yang cukup istimewa. Sistem rem ini menggunakan sensor yang berfungsi mengukur kecepatan roda serta memberikan tekanan rem yang sesuai sehingga nantinya pengendara bisa mengendalikan kendaraan dengan lebih baik. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa hal mendasar terkait rem ABS mobil termasuk keunggulan dan juga cara perawatannya. Penasaran? Simak ulasannya! Rem ABS Mobil, Apa Itu? Sebagaimana disinggung sebelumnya, rem ABS pada mobil merupakan produk pengembangan dari teknologi pengereman tromol dan cakram. Kedua teknologi rem mobil terdahulu ini dianggap sudah tidak relevan dan sudah tidak mampu memberikan kinerja yang maksimal untuk mengendalikan laju kendaraan. Memang, pada sistem rem cakram, ada komponen piringan yang mengoptimalkan kinerja sistem rem untuk menghentikan kendaraan dengan lebih mudah. Hanya saja, sistem rem ini cukup berbahaya ketika digunakan untuk menghentikan mobil secara mendadak dalam kecepatan yang cukup tinggi. Serta, ada resiko rem terkunci. Nah, sistem ABS hadir menjawab permasalahan ini. Dengan pembaruan yang dilakukan, rem ABS mobil tidak hanya bisa diandalkan untuk mengendalikan laju mobil dengan maksimal saja. Lebih dari itu, rem ini memungkinkan sistem rem tidak terkunci meskipun digunakan secara mendadak saat mobil melaju dengan cukup kencang. Dengan gambaran tersebut, bisa dikatakan rem ABS jauh lebih aman daripada sistem rem mobil sebelumnya. Inilah kenapa produk mobil terkini senantiasa menggunakan variasi rem ini dan meninggalkan sistem rem tromol maupun cakram yang cukup sering mengalami masalah rem mobil bunyi hingga rem mobil blong. Keunggulan Rem ABS Mobil Dibandingkan Rem Biasa Inovasi yang diaplikasikan pada rem ABS mobil memang cukup istimewa. Inilah kenapa Anda perlu memasukkan spesifikasi rem yang digunakan sebagai pertimbangan ketika hendak membeli unit mobil baik baru maupun bekas. Nah, berbincang tentang rem ABS, ada beberapa keunggulan teknologi pengereman ini jika dibandingkan dengan sistem rem biasa yang sebelumnya digunakan. Beberapa keunggulan dari rem ABS diantaranya: 1. Berkendara menjadi Lebih Aman Salah satu keunggulan dari rem ABS mobil adalah teknologi pengereman ini akan memberikan keamanan yang lebih saat berkendara. Pasalnya, dengan pembaruan yang dilakukan, rem ABS akan memberikan pengereman yang lebih pakem dibandingkan dengan rem cakram. Tidak hanya itu, seperti namanya, rem ini memastikan roda mobil tidak terkunci meskipun pengereman dilakukan secara mendadak ketika mobil masih melaju dalam kecepatan tinggi. Artinya, resiko kecelakaan pun cenderung lebih rendah. 2. Jarak Pengereman yang Lebih Pendek Dengan cara kerja yang lebih simple dan komponen yang lebih mutakhir, rem ABS memiliki jarak pengereman yang jauh lebih pendek. Ini adalah kelebihan yang tentu akan memberikan keuntungan terutama ketika Anda harus melakukan pengereman secara mendadak. Berbeda dengan teknologi rem cakram atau bahkan tromol yang perlu waktu lebih lama untuk menghentikan roda, rem ABS mobil bisa melakukannya dengan lebih cepat. Dengan demikian, roda bisa berhenti dengan optimal meskipun Anda melakukan pengereman dalam jarak yang cukup pendek. 3. Kendaraan Lebih Stabil Salah satu masalah pengereman mobil adalah laju kendaraan yang terkadang kurang stabil. Kondisi ini sebenarnya juga menjadi salah satu tanda kampas rem mobil habis. Ketika kampas salah satu rem habis, maka pengereman tidak akan optimal. Nantinya, laju kendaraan akan cenderung tidak stabil, roda menjadi lebih susah untuk dikendalikan dan tentu saja ada resiko kecelakaan yang lebih tinggi. Nah, masalah ini tidak ditemukan pada sistem rem ABS. Pasalnya, teknologi ABS akan mengoptimalkan pengereman dari semua roda. Artinya, tekanan dari laju kendaraan akan terbagi sehingga kendaraan menjadi lebih stabil dan roda bisa dihentikan dengan lebih aman.  Beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi kelebihan rem ABS mobil sekaligus alasan kenapa teknologi pengereman ini jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi pengereman sebelumnya. Sebagai tambahan, variasi rem ini pun secara optimal akan mengurangi resiko mobil tergelincir di jalanan yang licin.  Tips Perawatan Rem ABS Mobil  Meskipun memiliki cukup banyak kelebihan, bukan berarti Anda boleh mengabaikan perawatan pada rem ini. Pasalnya, seiring waktu pemakaian, kerusakan rem ABS mobil bisa saja terjadi. Ada beberapa tips perawatan rem mobil ABS yang sebaiknya Anda tahu dan lakukan. Beberapa tips yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Mengganti Minyak Rem secara Berkala Penggantian minyak rem secara berkala menjadi hal pertama yang harus Anda lakukan terkait perawatan pada rem ABS mobil. Pasalnya, sebagian besar komponen rem ABS terendam oleh minyak rem. Juga, mekanisme rem ini sangat tergantung pada keberadaan minyak rem. Perlu diketahui bahwa minyak rem yang sudah lama digunakan akan menjadi lebih pekat dan berkurang fungsinya. Nah, dengan melakukan penggantian minyak rem yang teratur, maka kondisi minyak rem senantiasa terjaga dan komponen rem ABS pun bisa bekerja dengan optimal. 2. Membersihkan Sensor Rem Perawatan lain yang penting dilakukan untuk menjaga kondisi rem ABS adalah dengan membersihkan bagian sensor rem. Ini adalah pekerjaan yang sebenarnya mudah tetapi memiliki efek yang cukup signifikan. Rem ABS mobil bekerja dengan menggunakan sensor. Ketika sensor dalam kondisi bersih dan prima, rem pun bisa bekerja dengan optimal. Anda bisa membersihkan sensor rem yang berada di bagian kaliper menggunakan cairan spray yang banyak tersedia di toko onderdil.  3. Mengganti Motor ABS yang Rusak Satu lagi perawatan rem ABS yang penting dilakukan adalah mengganti motor ABS yang rusak. Perlu diketahui bahwa ada motor ABS pada sistem rem ini. Memang, pada dasarnya, motor ABS cukup jarang rusak. Hanya saja, tetap ada kemungkinan kerusakan seiring waktu pemakaian ataupun kesalahan dalam penggunaan. Nah, terkait perawatan dan service rem ABS mobil, Anda sebaiknya melakukannya secara teratur sebagaimana servis mobil berkala yang umum dilakukan. Dengan perawatan secara teratur, kerusakan kecil pada rem ABS bisa terdeteksi dengan cepat sehingga bisa langsung diperbaiki dan Anda pun nantinya akan terhindar dari perawatan yang memerlukan biaya lebih. OJC Auto Service menyediakan layanan perawatan dan perbaikan rem ABS mobil yang bisa diandalkan. Dengan dukungan peralatan yang lengkap dan mekanik yang bisa diandalkan, berbagai kerusakan mobil termasuk bagian pengereman bisa kami kerjakan dengan baik dan profesional. Tidak hanya itu, kami senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan. Oleh karenanya, Anda akan mendapatkan garansi dari setiap pekerjaan perbaikan yang dilakukan. Jadi, … Read more

Air Radiator Mobil Cepat Habis, Apa Sebabnya?

Air radiator mobil cepat habis, Sumber: blibli.com

Ketika berbincang tentang sistem pendingin mobil, maka air radiator menjadi salah satu komponen yang cukup krusial. Dengan adanya air radiator, suhu mesin mobil yang terlalu panas bisa diturunkan sehingga resiko overheating dan mesin ngancing tidak terjadi. Namun, ada permasalahan air radiator mobil cepat habis yang kadang terjadi. Tidak dimungkiri memang jika seiring waktu penggunaan, air radiator pun akan berkurang dan jika tidak disadari, bisa habis. Hanya saja, habisnya air radiator tentu memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karenanya, ketika Anda menyadari bahwa air radiator mobil cenderung lebih cepat habis, maka Anda harus curiga bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang apa yang menjadi biang masalah air radiator mobil cepat habis dan solusi yang bisa dilakukan. Simak ulasannya! Penyebab Air Radiator Cepat Habis Seperti yang dibahas sebelumnya, radiator merupakan bagian dari sistem pendinginan mobil. Komponen ini akan bekerja dengan cara memindahkan panas dari mesin mobil ke air radiator agar nantinya suhu mesin mobil tidak terlalu tinggi. Nah, masalah air radiator mobil cepat habis sebenarnya merupakan masalah klasik yang tak jarang terjadi. Hanya saja, masih saja cukup banyak pengendara yang tidak menyadari hal ini padahal jika dibiarkan radiator pun akan rusak. Ada beberapa hal yang menjadi biang masalah air radiator mobil yang cepat habis. Beberapa diantaranya adalah: 1. Tekanan Tutup Radiator yang Melemah Salah satu hal yang menjadi penyebab air radiator cepat habis dan mesin cepat panas adalah tekanan dari tutup radiator yang mulai lemah. Umumnya, hal ini terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada karet atau seal tutup radiator. Kerusakan pada bagian tutup radiator ini bisa membuat air di dalam sistem radiator mengalir menuju tabung yang berisi air cadangan. Bahkan, hal ini terjadi sebelum pressure valve terbuka. Selain itu, tutup yang tidak rapat juga bisa membuat air radiator tumpah ataupun merembes ke luar. Terlebih, jika suhu mesin yang harus didinginkan terlalu tinggi ataupun mobil melaju dengan cukup kencang di jalanan yang bergelombang.  2. Adanya Kebocoran pada Water Pump Kebocoran yang terjadi pada water pump juga bisa menyebabkan air radiator mobil cepat habis. Water pump atau pompa air sendiri adalah komponen radiator yang berfungsi untuk memompa air radiator sehingga sirkulasi air di dalam sistem radiator senantiasa terjaga. Nah, apabila kerusakan terjadi pada komponen ini, maka volume air yang ada di dalam radiator pun akan turun dengan cukup drastis. Bahkan, kebocoran yang tidak segera ditangani akan membuat air mengalir dengan deras yang efeknya panas mesin mobil tidak bisa diinginkan dan mesin mobil overheat. 3. Adanya Kebocoran pada Sirip Radiator Hal lain yang menjadi penyebab air radiator motor cepat habis adalah adanya kebocoran yang terjadi pada sirip radiator. Sebenarnya, ini adalah salah satu penyebab yang sangat umum. Sayangnya, kebocoran yang terjadi pada sirip radiator tidak bisa dilihat dengan mudah. Kondisi ini terkadang membuat pengendara bingung kenapa air radiator mobil cepat habis padahal tidak bocor. Tanpa diketahui, ternyata ada bagian sirip radiator mobil yang ia miliki bocor karena beberapa hal.  Sebenarnya, ada beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan mendeteksi kebocoran di bagian sirip radiator ini. Misalnya saja, kondisi busi mobil yang selalu parah ataupun kondisi oli mesin mobil yang bercampur dengan air sehingga performa mobil menjadi tidak maksimal.  Beberapa poin di atas adalah apa yang kerap menjadi biang masalah air radiator yang cenderung cepat habis. Sebagai tambahan, masalah radiator mobil bocor juga bisa terjadi karena adanya kerusakan pada bagian selang yang berfungsi untuk mengalirkan cairan pendingin dalam sistem radiator.  Ketika Air Radiator Mobil Cepat Habis, Apa yang Bisa Dilakukan? Kondisi air radiator yang cepat habis tak jarang membuat pengendara merasa khawatir sekaligus bingung. Terlebih jika mesin mobil yang ia kendarai tak bisa menyala dikarenakan suhu mesin yang terlalu tinggi. Selain itu, bisa jadi, radiator yang bermasalah akan membuat berkendara terasa tak nyaman karena performa mobil yang terasa tidak optimal.  Nah, jika Anda menemukan masalah air radiator mobil cepat habis, ada beberapa solusi awal yang bisa Anda lakukan, diantaranya adalah: Dengan tips di atas, Anda setidaknya bisa mengatasi masalah air radiator mobil yang cepat habis sementara waktu. Meskipun, penanganan profesional tentu saja tetap diperlukan agar masalah ini tidak lagi terjadi dan Anda bisa berkendara dengan lebih nyaman. Sebagai tambahan, saat hendak mengisi ulang air radiator yang habis, Anda sebaiknya juga memilih air radiator yang tepat. Cek bahan utama air radiator tersebut dan sesuaikan dengan spesifikasi mobil.  Selain itu, hindari menggunakan air sumur sebagai opsi isi ulang air radiator. Pasalnya, selain secara fungsi air sumur tidak bisa maksimal, air sumur pun tidak mengalami proses pembersihan sehingga ada banyak bakteri yang bisa menyebabkan kerak radiator jika tetap digunakan. Perbaikan Radiator Mobil Hanya di OJC Auto Service Sebagaimana disinggung di atas, meskipun Anda bisa sementara waktu mengatasi masalah air radiator mobil cepat habis, namun perbaikan secara profesional tetap diperlukan. Terlebih jika masalah ini terjadi karena adanya kerusakan pada komponen radiator yang memerlukan perawatan ataupun penggantian.  Misalnya saja, ketika air radiator yang lebih cepat habis terjadi karena sirip radiator yang bocor, bisakah Anda memperbaikinya sendiri? Terkait perawatan dan perbaikan komponen radiator, OJC Auto Service bisa menjadi opsi yang diandalkan. Kami adalah penyedia jasa perbaikan mobil yang siap merampungkan berbagai keluhan tentang mobil, termasuk bagian radiator. Ditunjang dengan peralatan yang lengkap serta mekanik berdedikasi tinggi, kami percaya diri bisa menyelesaikan berbagai kerusakan mobil tanpa kecuali. Tidak hanya itu, proses perbaikan pun akan diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat sehingga Anda tidak perlu lama menunggu. Selain menyediakan layanan perbaikan radiator, kami juga memiliki layanan tune up mobil Jogja. Dengan layanan ini, Anda nantinya bisa mendapatkan performa terbaik mobil Anda layaknya seperti ketika membeli pertama kali!

Menyalakan AC Mobil Saat Parkir, Adakah Efek Buruknya?

ac mobil, Sumber: telletire.com

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan cukup banyak pengendara adalah menyalakan AC mobil saat parkir. Hawa panas yang cukup menyengat dan keharusan menunggu pasangan belanja, misalnya, membuat seseorang tetap menyalakan AC ketika berada di parkiran untuk mendapatkan hawa sejuk. Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah kebiasaan ini menimbulkan efek buruk terutama pada unit AC mobil tersebut? Sebagaimana diketahui, AC menjadi salah satu fitur penting mobil. Fungsi fitur ini selain memberikan kesejukan di dalam kabin juga menjaga suhu agar tetap stabil sehingga berkendara menjadi lebih nyaman. Hanya saja, memang, selain memerlukan perawatan, AC juga memerlukan penggunaan yang tepat. Dampak Buruk Menyalakan AC Mobil saat Parkir Sebagaimana disinggung sebelumnya, demi menjaga kondisi AC mobil, maka penggunaan yang tepat pada fitur yang satu ini mutlak diperlukan. Salah-salah, AC mobil nantinya akan bermasalah, misalnya AC mobil berembun ataupun AC yang tidak lagi terasa dingin. Nah, menyalakan AC mobil saat parkir sebenarnya bukan hal yang disarankan. Artinya, ketika Anda sedang memarkirkan mobil dan menunggu di dalam mobil, maka sebaiknya AC tidak dinyalakan. Terlebih, jika Anda memang hendak berada di area parkir tersebut dalam waktu yang cukup lama.  Ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi dari kebiasaan menyalakan AC mobil saat parkir yang keliru ini. Beberapa diantaranya adalah: 1. Bahan Bakar yang Lebih Boros Salah satu dampak buruk dari menyalakan AC mobil saat mesin mati terutama saat parkir adalah mobil akan cenderung lebih boros terkait pemakaian bahan bakar. Bisa jadi, ada pengendara yang berpikir bahwa penggunaan bahan bakar tidak terpengaruh pada penggunaan AC karena fitur ini hanya menggunakan energi dari aki.  Padahal, dalam kondisi tertentu, AC yang terus dioperasikan akan memerlukan tenaga yang lebih. Terlebih, AC pun sebenarnya juga memiliki cukup banyak komponen yang diperlukan agar tetap bekerja secara optimal. Oleh karenanya, ketika AC menyala, terutama dalam waktu yang cukup lama saat parkir, ada energi lebih yang diperlukan. Nantinya, bahan bakar yang ada pun akan tersedot untuk turut menjaga kinerja AC sehingga bahan bakar lebih cepat habis. Jika hal ini terjadi, Anda pun perlu mengeluarkan budget tambahan untuk membeli bahan bakar.  2. Timbulnya Kerusakan pada Mesin Ketika Anda terbiasa menyalakan AC mobil saat parkir, terutama dalam waktu yang relatif lama, maka ada resiko kerusakan pada mesin mobil yang terjadi. Ini adalah dampak yang cukup serius sehingga Anda perlu memperhatikannya dengan lebih seksama. Bagaimana AC yang menyala saat mobil parkir bisa menimbulkan kerusakan pada mesin mobil? Ketika Anda menyalakan AC mobil sewaktu parkir, perlu diketahui bahwa mesin mobil tetap terus bekerja. Hal ini artinya mesin tetap menghasilkan suhu panas yang berasal dari proses operasional. Semakin lama, kondisi mesin akan lebih panas dan beresiko terjadi overheating.  3. Mobil Menghasilkan Emisi Berbahaya Hal lain yang juga menjadi dampak buruk dari kebiasaan menyalakan AC mobil saat parkir adalah adanya emisi gas yang berbahaya dari mobil. Ketika mesin mobil terus menyala meskipun sedang parkir, maka mesin tetap menghasilkan gas buang. Nah, gas buang yang dihasilkan dari mesin mobil memiliki kandungan yang berbahaya. Tentu saja, emisi gas ini bisa mengganggu lingkungan sekitar, terutama jika ada banyak orang yang berada di lokasi parkir. Bahkan, tanpa disadari, gas buang dari mobil bisa masuk ke dalam kabin melalui celah yang ada. Jika tidak diketahui dan berlangsung lama, kualitas udara di dalam kabin akan memburuk dan bukan tidak mungkin Anda yang berada di dalam kabin akan mengalami sesak napas.  Beberapa poin di atas perlu dijadikan renungan agar kebiasaan Anda menyalakan AC mobil saat parkir tidak merugikan. Anda juga perlu tahu bahwa tidak sedikit pengendara yang mengalami kehilangan kesadaran hingga kematian mendadak karena kelalaian masalah penggunaan AC mobil.  Bagaimana Sebaiknya AC Mobil Dinyalakan? Meskipun memberikan dampak buruk yang tidak bisa diremehkan, namun sebenarnya menyalakan AC mobil saat parkir boleh saja dilakukan. Hanya saja, pastikan jika Anda menyalakan AC mobil dengan jendela terbuka agar sirkulasi udara di dalam kabin tetap terjaga.  Selain itu, hindari menyalakan AC mobil terlalu lama saat parkir. Hal ini bertujuan agar mesin tidak terlalu panas dan juga bahan bakar nantinya tidak terbuang percuma. Hanya saja, jika berbicara tentang AC, maka ada tips yang sebaiknya Anda ketahui perihal menyalakan AC yang tepat. Adapun beberapa tips yang dimaksud diantaranya adalah: Beberapa poin di atas adalah tips yang perlu diketahui perihal menyalakan AC mobil yang tepat. Sebagai tambahan, Anda sebaiknya juga menghindari menyalakan AC secara tiba-tiba terutama ketika mobil berada dalam kecepatan yang relatif tinggi. Pasalnya, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi sedangkan kompresor AC masih mati, maka kompresor harus langsung menyesuaikan dengan kecepatan mobil. Hal inilah yang kerap menjadi biang masalah kompresor AC, termasuk masalah AC mobil bau. OJC Auto Service, Solusi AC Mobil Bermasalah! Sama halnya komponen mobil lainnya, AC mobil pun perlu perawatan agar kinerjanya senantiasa optimal saat digunakan. Beberapa komponen AC mobil seperti filter pun harus dibersihkan secara berkala dan diganti jika sudah tidak bisa digunakan. Nah, terkait perawatan AC mobil, OJC Auto Service bisa menjadi opsi yang tepat untuk diandalkan. Dengan pengalaman bertahun di bidang yang sama serta ditunjang dengan peralatan lengkap dan mekanik yang profesional, kami siap memperbaiki berbagai kerusakan AC mobil tanpa terkecuali. Tentu saja, proses pengerjaan akan dilakukan dengan profesional dan waktu pengerjaan yang diperlukan pun relatif singkat. Tak hanya itu, sebagai penyedia layanan service AC mobil Jogja terpercaya, kami senantiasa memberikan garansi pengerjaan perbaikan kepada pelanggan demi memastikan Anda puas. Jadi, tunggu apalagi, cek kondisi AC mobil Anda dan hubungi CS OJC Auto Service jika ditemukan kerusakan yang membuat perjalanan Anda tidak nyaman!

Ban Mobil Vulkanisir, Amankah Digunakan?

Ban vulkanisir, Sumber: sonora.id

Sebagai pemilik mobil, Anda tentu sudah pernah mendengar tentang ban mobil vulkanisir, bukan? Ya, seiring harga ban luar mobil yang cukup mahal, tidak jarang pengendara memilih opsi ban vulkanisir untuk digunakan. Pasalnya, jenis ban ini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ban baru. Perlu disadari bahwa seiring penggunaan, pola ban yang terus bergesekan dengan jalan dan aspal akan menipis dan habis. Tentu, kondisi ban dengan pola yang tipis harus segera diganti agar mobil tetap bisa melaju dengan optimal dan resiko terjadinya masalah selama perjalanan bisa diminimalkan. Namun, bagaimana jika penggantian dilakukan dengan menggunakan ban mobil vulkanisir dengan harga yang lebih murah tadi? Sekilas Tentang Ban Mobil Vulkanisir Dalam pengertian singkat, ban vulkanisir merupakan ban bekas yang dimodifikasi. Terkait pembuatannya, ban mobil bekas nantinya akan dilapisi dengan kompon yang baru agar terlihat seperti ban mobil baru pada umumnya. Tentu, untuk dasaran, ban yang digunakan adalah ban orisinil bekas dengan pola yang sudah tipis. Nah, tambahan lapisan tersebut nantinya akan diukir menyerupai pola yang ada di ban lama sehingga ban memiliki daya cengkram yang lebih baik daripada ban dengan kondisi yang sudah tipis.  Dengan ‘cara produksi’ tersebut, harga ban mobil vulkanisir cukup jauh berbeda dengan harga ban baru. Hal inilah yang secara tidak langsung menjadi alasan kenapa jenis ban ini terkadang masih dijadikan opsi, terutama pada kendaraan kelas berat seperti truk atau bus.  Amankah Menggunakan Ban Mobil Vulkanisir? Sebagaimana disinggung sebelumnya, penggunaan ban mobil vulkanisir masih cukup sering ditemukan terutama karena harga ban mobil baru yang cukup mahal. Nah, pertanyaannya adalah apakah penggunaan ban vulkanisir ini aman, terutama untuk jangka waktu yang lama? Bisa dikatakan bahwa sebenarnya penggunaan ban vulkanisir tidak disarankan karena adanya bahaya yang mengintai. Beberapa diantaranya seperti: 1. Keseimbangan Kendaraan yang Tidak Optimal Salah satu bahaya ban mobil vulkanisir yang harus diwaspadai adalah keseimbangan kendaraan yang tidak optimal. Seperti halnya ketika mengalami masalah suspensi mobil keras, mobil cenderung agak susah untuk dikendalikan dan terkadang keluar dari lajur berkendara sendiri. Perlu dipahami bahwa meskipun ban mobil vulkanisir sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan pembuatan pola baru, namun tetap saja posisi tapak ban ini berbeda dengan ban orisinil baru. Hal ini akan mengakibatkan posisi tapak tidak seimbang dan stabilitas mobil nantinya akan turun. Bahkan, kondisi ini pun bisa berdampak lebih fatal. Penggunaan ban asal-asalan dan tidak memperhatikan posisi ban nantinya bisa menyebabkan kerusakan di komponen roda lainnya.  2. Lebih Mudah Tergelincir Pola ban memiliki fungsi yang sangat penting, terutama untuk memperbesar gaya gesek ban dengan jalan sehingga daya cengkram lebih maksimal. Nantinya, mobil pun bisa melaju lebih baik dan stabil meskipun berada di jalanan yang cenderung licin karena basah. Nah, kondisi yang berbeda akan Anda temukan ketika menggunakan ban vulkanisir. Memang. ban mobil vulkanisir memiliki pola ban baru yang cukup tebal dan dalam. Namun, dikarenakan posisinya yang tidak seimbang dengan ban baru, kemampuan mencengkram ban tidak akan optimal. Hal inilah yang membuat ban lebih mudah tergelincir. Alih-alih berkendara dengan nyaman, justru resiko terjadinya kecelakaan karena tergelincir pun akan meningkat. Terlebih jika Anda berkendara di musim hujan dengan intensitas hujan yang cenderung tinggi. 3. Resiko Ban Rusak saat Perjalanan Hal lain yang juga menjadi kekurangan ban mobil vulkanisir adalah adanya resiko kerusakan saat perjalanan. Terutama, ketika Anda berkendara dengan jarak yang jauh dan kondisi jalan yang cukup beragam.  Resiko ini muncul karena pada dasarnya, ban mobil vulkanisir adalah ban bekas dengan kondisi yang sudah tidak layak dan dimodifikasi dengan tambahan kompon. Nah, dengan kondisi, ketahanan ban vulkanisir tentu tidak sebaik ban orisinil. Bukan hanya resiko tapak ban yang mengelupas karena gesekan dengan jalan dalam waktu yang lama, ban vulkanisir juga bisa meledak terutama ketika beban yang ditanggung terlalu berat. Kondisi ini tentu cukup berbahaya dan harus menjadi perhatian sebelum menggunakan ban hasil modifikasi ini. Dengan beberapa masalah sebagaimana di atas, penggunaan ban mobil vulkanisir sebaiknya dihindari. Ban adalah komponen krusial dalam mobil. Oleh karenanya, Anda sebaiknya tidak gegabah terkait pemilihan ban yang akan digunakan. Penggantian Ban Mobil, Bagaimana Seharusnya? Seiring kondisi ban mobil yang sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara, maka penggantian ban mobil harus dilakukan dengan tepat. Ban mobil vulkanisir memang menawarkan harga yang lebih murah. Namun, dengan alasan keamanan, maka jenis ban ini tidak disarankan untuk digunakan. Lantas, terkait penggantian ban mobil, bagaimana langkah yang seharusnya dilakukan? Tentu, Anda sebaiknya menggunakan ban orisinil sesuai saran dari pabrikan mobil. Dengan ban asli dan spesifikasi yang sesuai, maka stabilitas mobil akan terjaga. Anda pun nantinya bisa melakukan akselerasi dan manuver yang lebih mudah saat berkendara. Selain itu, cek kondisi ban mobil secara berkala. Perlu dipahami bahwa secara umum, ban memiliki usia pakai sekitar tiga tahun, terutama untuk mobil yang digunakan secara rutin. Nah, setelah usia tiga tahun, maka elastisitas ban yang berasal dari karet akan cenderung menurun. Ban mobil akan menjadi getas dan lebih mudah pecah. Oleh karenanya, jangan gunakan ban dalam waktu yang terlampau lama dan menganggap tidak apa-apa meskipun ban sudah mulai getas. Selain itu, ketika melakukan penggantian mobil, jangan lupa untuk melakukan spooring ban mobil. Ini adalah bagian penting dari penggantian ban yang tidak boleh dianggap sepele. Spooring akan memastikan keempat ban berada di posisi seharusnya sehingga mobil bisa melaju dengan stabilitas yang baik. Ganti Ban Mobil Terjangkau di OJC Auto Service Sekilas, penggantian ban mobil memang merupakan pekerjaan yang cukup simple. Namun, ketika dilakukan sendiri, maka ada cukup banyak kesulitan yang dihadapi. Tidak hanya kesulitan membuka baut pengunci saja, tetapi juga memastikan ban terpasang dengan baik dan seimbang. Nah, terkait penggantian ban mobil, OJC Auto Service bisa menjadi solusi yang diandalkan. Bermodal pengalaman bertahun-tahun serta alat yang lengkap dan mekanik berpengalaman, penggantian ban mobil yang rusak bisa dilakukan dengan cepat dan cermat. Tidak hanya itu, kami pun nantinya akan membantu memastikan ban dalam posisi yang tepat dengan melakukan spooring serta mengecek kondisi komponen roda. Dengan langkah perawatan ini, berbagai masalah roda mobil yang tidak disadari bisa diperbaiki. Nantinya, laju mobil pun akan lebih lancar dan keseimbangan mobil akan senantiasa terjaga. Jadi, tunggu apalagi, hubungi CS OJC Auto Service untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Tentu, sebagai penyedia layanan service mobil Jogja, kami memberikan garansi untuk … Read more

Ganti Oli Gardan Mobil, Kapan Dilakukan?

Ganti oli gardan mobil, Sumber: kompas.com

Tidak hanya oli mesin, oli gardan juga memiliki fungsi yang cukup vital dalam rangkaian komponen mobil. Gardan sendiri adalah komponen yang akan meneruskan tenaga putar dari mesin ke poros penggerak serta membedakan gerakan putar poros ban saat berbelok. Fungsi inilah yang menjadi alasan pentingnya ganti oli gardan mobil. Beberapa pengendara barangkali tidak menyadari pentingnya mengganti oli gardan. Pasalnya, mereka lebih familiar dengan oli mesin sehingga penggantian hanya pada oli mesin dianggap sudah cukup.  Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa hal terkait oli gardan mobil serta akibat jika oli gardan tak kunjung diganti. Simak ulasannya! Masalah Jika Oli Gardan Tidak Diganti Sebagaimana disinggung sebelumnya, oli gardan adalah bagian sistem penggerak yang penting. Selain itu, seperti oli mesin, seiring berjalannya waktu, kualitas oli akan menurun sehingga ganti oli gardan mobil perlu dilakukan. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi jika oli gardan ini tidak diganti meskipun sudah waktunya? Suhu mesin yang terlalu panas hingga menyebabkan overheating menjadi dampak pertama yang akan terjadi. Dengan kualitas oli yang sudah menurun, pelumasan tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Ketika komponen gardan terus bergesek, maka suhu akan meningkat dan lambat laun suhu akan terlalu tinggi yang menjadi sebab mesin mobil overheat. Tidak hanya itu, penggantian oli gardan mobil yang urung dilakukan juga akan menimbulkan suara bising. Seperti yang diketahui, gardan berisi rangkaian gear yang bergesekan. Nah, jika pelumasan tidak maksimal, suara gesekan akan terdengar dan selain merusak komponen, bunyi yang muncul juga membuat kenyamanan berkendara berkurang.  Ciri Oli Gardan Mobil Harus Segera Diganti Sebenarnya, ada semacam alarm yang bisa dijadikan patokan terkait waktu ganti oli gardan mobil. Beberapa tanda umum yang menjadi ciri oli gardan harus segera diganti agar performa mobil kembali optimal diantaranya adalah: 1. Roda Mobil Susah Dikendalikan Fungsi utama gardan adalah membantu pengendalian mobil, terutama ketika berbelok. Nah, ketika Anda menemukan kasus di mana roda mobil lebih susah dikendalikan, maka Anda perlu peka sekaligus waspada. Bisa jadi, masalah ini muncul karena adanya ketidakberesan di bagian gardan, termasuk oli. Pasalnya, oli dengan kualitas yang buruk tidak bisa melumasi komponen gardan dengan maksimal sehingga poros penggerak tidak optimal dalam bekerja. 2. Muncul Suara Bising Adanya suara bising yang muncul dari kotak gardan juga menjadi ciri-ciri oli gardan mobil harus diganti dengan segera. Suara bising ini muncul dari gesekan gear dan komponen lain di dalam gardan. Perlu diketahui bahwa selain menjaga suhu yang muncul karena gesekan komponen, oli juga berfungsi untuk meredam suara gesekan. Nah, ketika oli yang berfungsi meredam tadi sudah buruk dan encer, maka suara gesekan komponen transmisi manual mobil tidak teredam dengan baik sehingga terdengar oleh pengendara. 3. Muncul Aroma seperti Terbakar Ciri lain dari oli gardan yang harus segera diganti adalah adanya aroma seperti terbakar yang muncul dari bagian gardan. Bisa jadi, awalnya, aroma yang tercium hanya sesaat saja. Namun, jika tidak segera ditindaklanjuti, aroma terbakar yang muncul akan semakin pekat dengan bau yang tidak enak. Sebenarnya, aroma terbakar ini adalah efek dari suhu yang meningkat di box gardan akibat gesekan komponen poros putar. Dikarenakan oli sudah tidak bisa menurunkan suhu dengan optimal, maka suhu gardan cenderung tinggi dan menyebabkan aroma terbakar muncul. Kondisi ini harus segera ditangani agar komponen gardan nantinya tidak memuai. 4. Stabilitas Mobil Berkurang Dikarenakan pelumasan pada bagian gardan tidak maksimal, stabilitas mobil pun akan berkurang. Ini adalah kondisi yang harus diperhatikan dengan seksama dan harus segera disadari.  Nantinya, ketika stabilitas berkurang, mobil bisa saja berbelok sendiri ketika dikendarai. Alih-alih mendapatkan kenyamanan ketika berkendara, resiko terjadinya masalah saat berkendara termasuk terjadinya kecelakaan pun malah justru meningkat.  Oleh karenanya, ketika Anda merasa stabilitas mobil berkurang terutama mobil yang susah atau sering belok sendiri, segera cek bagian gardan. Bisa jadi, oli gardan yang digunakan sudah tidak layak, berwarna hitam kelam dan cenderung lebih encer.  Beberapa poin di atas adalah ciri umum oli gardan mobil harus segera diganti. Sebagai tambahan, Anda juga sebaiknya segera melakukan ganti oli gardan mobil ketika menemukan gear ratio yang tidak bekerja sebagaimana mestinya terutama untuk mobil dengan transmisi otomatis.  Tips Memilih Oli Gardan Mobil Ketika permasalahan gardan muncul, Anda sebaiknya segera melakukan cek oli gardan mobil kemudian melakukan penggantian. Hanya saja, terkait penggantian, bukan hanya memilih bengkel tune up mobil Jogja yang bisa diandalkan untuk mengembalikan performa mobil, Anda juga harus memilih oli gardan yang tepat. Ada beberapa tips mendasar yang perlu dipertimbangkan ketika hendak memilih oli gardan. Beberapa diantaranya adalah: Dengan beberapa tips di atas, memilih oli gardan akan cenderung lebih mudah. Sebagai tambahan, hindari tergiur dengan harga oli gardan yang terlalu murah. Bisa saja, dengan harga murah yang tidak masuk akal, Anda akan mendapatkan oli yang tidak berkualitas dan bisa merusak komponen gardan.  OJC Auto Service, Solusi Masalah Mobil Anda! Dengan fungsinya yang penting, penggantian oli gardan mutlak perlu dilakukan secara berkala. Hanya saja, karena posisi gardan yang berada di kolong mobil dan perlunya kunci khusus untuk membukanya, tidak setiap pemilik mobil bisa melakukan penggantian oli gardan sendiri. Nah, tak perlu bingung, OJC Auto Service hadir memberikan solusi yang tepat untuk Anda. Kami adalah penyedia layanan servis mobil yang siap membantu berbagai masalah terkait mobil. Tidak hanya melakukan penggantian oli gardan saja, kami pun juga siap untuk memperbaiki berbagai kerusakan pada mobil yang terjadi. Dengan biaya ganti oli gardan mobil serta perbaikan yang terjangkau, Anda tidak perlu menyiapkan budget yang terlalu banyak. Selain itu, ditunjang dengan mekanik berpengalaman yang bisa diandalkan, tentu saja, kami bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan terkait perbaikan mobil dengan lebih cepat. Anda pun akan mendapatkan garansi pada setiap pengerjaan untuk memastikan kepuasan. Jadi, tunggu apalagi, segera hubungi CS kami dan mobil Anda akan langsung digarap dengan cermat!

Wajib Tahu! Ini Ciri Busi Mobil Lemah dan Harus Segera Diganti

Ciri busi mobil lemah, Sumber: hondaanugerahsejahtera.co.id

Sedang bingung kenapa mobil yang biasanya mudah di-starter tiba-tiba susah nyala terutama di pagi hari saat hendak menghidupkan pertama kali? Bisa jadi, itu adalah ciri busi mobil lemah dan menjadi biang masalah kenapa mesin mobil tak kunjung nyala. Anda tentu sudah tahu bahwa busi menjadi salah satu komponen penting terkait mesin mobil. Tanpa adanya komponen ini, mesin tidak akan menyala dan mobil pun tidak bisa dikendarai. Hanya saja, seiring waktu pemakaian, busi akan mulai aus dan fungsinya pun akan melemah. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa ciri busi mobil lemah. Dengan mengetahui ciri yang dimaksud, tentu Anda nantinya akan terhindar dari masalah mesin mobil brebet saat digas ataupun mesin mobil yang susah dinyalakan. Pentingnya Fungsi Busi pada Mobil Pengendara awam mungkin hanya mengetahui fungsi busi sekadar untuk menyalakan mesin mobil saja. Padahal, lebih dari itu, busi sebenarnya memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting serta berpengaruh pada bagaimana performa mobil akan tercipta. Salah satu fungsi penting busi terkait performa adalah menjaga kestabilan mesin mobil. Ketika busi masih berfungsi baik, maka laju mobil pun akan cenderung lebih stabil. Misalnya, ketika mesin mobil dihidupkan, maka deru mesin pun akan langsung terdengar. Ini juga umumnya berlaku pada mesin motor hingga mesin bus. Tak hanya itu, ketika mobil dijalankan, maka mesin bisa berfungsi dengan sangat baik. Berbagai masalah mesin mobil seperti mesin yang tersendat ataupun mesin yang brebet ketika digas tidak akan terjadi. Anda sebagai pengendara pun bisa mengendarai mobil dengan lebih nyaman.  Ciri Busi Mobil Lemah yang Perlu Diketahui Seperti disinggung sebelumnya, ketika busi sudah digunakan dalam waktu yang cukup lama, maka secara umum kondisinya pun akan menurun dan busi akan melemah. Hanya saja, terkadang, pengendara tidak mengindahkan ciri busi mobil lemah dan ketika sadar, permasalahan yang terjadi jauh lebih rumit. Ada beberapa hal yang sebenarnya menjadi ciri umum busi mobil mulai melemah. Beberapa diantaranya adalah: 1. Akselerasi yang Terhambat Ciri busi mobil lemah yang pertama adalah akselerasi yang terhambat. Bahkan, tak hanya itu, jalannya mobil pun terasa lebih lambat terutama ketika Anda mengendarai mobil kesayangan melewati jalanan yang cenderung menanjak. Akselerasi yang terasa berat meskipun Anda tidak memiliki muatan yang terlalu banyak harus dijadikan patokan. Apabila kondisi ini terus saja berulang dan tenaga mobil ngempos saat digas, maka Anda harus melakukan pengecekan terutama pada busi. Sebelumnya sudah dibahas bahwa busi berpengaruh pada performa mobil secara umum. Nah, efek busi lemah pada mobil ini bisa terjadi karena kondisi busi yang memang sudah tidak prima karena termakan usia pemakaian. 2. Bahan Bakar yang Lebih Boros Ciri lain dari busi mobil yang melemah adalah bahan bakar yang lebih boros. Memang, secara langsung, busi tidak menjadi sebab utama masalah bahan bakar yang lebih cepat habis ini. Pasalnya, ada sebab lain yang lebih umum seperti filter udara yang sudah kotor, mesin yang bermasalah atau bahkan adanya kebocoran pada sistem bahan bakar. Nah, kondisi inilah yang terkadang membuat pengendara tidak sadar akan kondisi busi yang ada di dalam kap mobil mereka. Atau, bisa jadi, pengendara juga menganggap masalah busi mobil mati satu bukanlah hal yang urgen. Padahal, apabila kondisi ini tidak segera ditangani, efek yang lebih buruk bisa terjadi. Bukan hanya bahan bakar yang akan jauh lebih boros, performa mobil pun akan menurun dan efeknya komponen mesin mobil bisa terkena imbas. 3. Mobil Susah Dihidupkan Mobil yang susah dihidupkan juga menjadi tanda busi mobil harus diganti. Terlebih, ketika Anda hendak menghidupkan mobil pertama kali di pagi hari. Kondisi mesin yang lebih dingin karena semalaman tidak dipakai juga menjadi sebab kenapa mesin mobil lebih susah menyala. Seperti diketahui, fungsi busi adalah menghasilkan percikan api yang akan bercampur dengan bahan bakar sehingga pembakaran di bagian mesin mobil akan terjadi. Tentu, terjadinya pembakaran inilah yang membuat mesin mobil menyala dan mobil siap untuk dikendarai. Ketika busi mobil lemah, maka bunga atau percikan api akan muncul dengan intensitas dan ukuran yang rendah. Kondisi inilah yang membuat pembakaran urung terjadi dan mesin lebih susah menyala.  Selain beberapa poin di atas, ciri busi mobil lemah lainnya adalah mobil yang kurang responsif sehingga tarikan mobil pun akan terasa lebih berat. Juga, warna busi yang cenderung lebih gelap merupakan tanda jika busi harus segera diganti.  Memilih Busi yang Tepat, Apa Pertimbangannya? Ketika menemukan ciri busi mobil lemah dan mengganggu performa mesin mobil, tak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali melakukan penggantian busi. Dengan penggantian yang dilakukan, permasalahan pengapian mobil akan teratasi dan performa mobil pun akan kembali lancar. Hanya saja, Anda perlu selektif dalam memilih busi yang tepat agar manfaat yang didapatkan pun juga optimal.  Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak memilih produk busi yang tepat untuk mobil kesayangan. Beberapa diantaranya adalah: Sebagai tambahan, ada baiknya jika Anda juga memilih produk busi dengan brand yang terkenal untuk mendapatkan jaminan kualitas. Serta, terkait penggantian, ada baiknya jika Anda melakukan penggantian busi sekaligus, bukan satu per satu. Perbaikan Mobil Berkualitas Hanya di OJC Auto Service Masalah busi yang lemah tidak bisa dianggap sepele. Jika Anda tidak mengindahkan kondisi ini, bisa jadi kerusakan mobil akan menjalar dan Anda pun nantinya harus mempersiapkan dana perbaikan yang jauh lebih banyak. Bahkan, perbaikan pun mungkin akan selesai dalam waktu berhari-hari. Nah, berbincang tentang masalah mobil, OJC Auto Service hadir sebagai solusi yang tepat. Kami adalah penyedia layanan perbaikan kerusakan mobil yang bisa diandalkan. Tak hanya membantu Anda mengganti busi yang aus, kami juga siap melakukan berbagai kerusakan mobil lainnya tanpa terkecuali. Dikenal sebagai penyedia layanan tune up mobil Jogja terpercaya, kami senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan dalam setiap pelayanan. Selain menawarkan layanan perbaikan mobil dengan harga terjangkau, kami juga memberikan garansi yang mudah diklaim pada setiap pelanggan. Jadi, tunggu apalagi, segera saja hubungi CS kami dan lakukan perbaikan mobil sesegera mungkin sebelum kerusakan semakin parah!

Tanda Radiator Mobil Bocor, Harus Diwaspadai!

Radiator mobil bocor, Sumber: moservice.id

Memang, masalah radiator mobil bocor menjadi permasalahan mobil yang kerap terjadi. Sayangnya, tidak sedikit pengemudi yang tidak menyadari masalah ini. Mereka tidak bisa membaca tanda-tanda radiator yang bocor dan terkesan membiarkannya hingga efek yang lebih buruk pun terjadi. Sebagaimana diketahui, radiator termasuk salah satu bagian mesin mobil yang cukup penting. Komponen yang berisi water coolant ini berfungsi untuk membantu menurunkan suhu mesin ketika mesin bekerja. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa tanda radiator mobil bocor yang perlu diperhatikan dengan seksama. Tentu, ketika Anda mengetahui beberapa tanda bocornya radiator, Anda bisa melakukan tindakan yang cermat dengan lebih cepat. Sebab Umum Kenapa Radiator Mobil Bocor Layaknya komponen mobil pada umumnya, radiator pun akan mengalami penurunan kondisi seiring waktu penggunaan. Hanya saja, perihal radiator yang bocor, ada beberapa hal yang menjadi biang masalah ini.  Adapun beberapa sebab umum dari masalah kebocoran radiator diantaranya adalah: 1. Terjadinya Korosi Korosi menjadi sebab pertama kenapa radiator mobil bocor. Perlu disadari bahwa radiator terbuat dari logam. Selain itu, dalam fungsinya, komponen yang satu ini akan mengalami kontak dengan air dan udara dalam waktu yang lama. Nah, kondisi ini lambat laun akan menyebabkan korosi. Nantinya, apabila tidak ditanggulangi dengan segera, korosi yang terjadi akan merusak dinding bagian dalam radiator dan kebocoran radiator tak bisa dihindarkan. 2. Saluran Output yang Tersumbat Hal lain yang menjadi biang masalah radiator adalah tersumbatnya saluran output. Debu dan kotoran yang menumpuk terlalu lama bisa menyumbat saluran radiator sehingga nantinya bisa menyebabkan kebocoran. Terkait hal ini, saluran yang tersumbat akan membuat cairan radiator tertahan. Jika hal ini terus terjadi, maka cairan radiator akan rembes ke komponen lainnya yang menyebabkan kebocoran. Bahkan, dalam kondisi yang lebih parah, radiator bisa meledak. 3. Kualitas Water Coolant yang Buruk Satu lagi penyebab radiator mobil bocor adalah water coolant atau air radiator yang buruk. Tidak sedikit pengemudi yang tak mengindahkan hal ini dan menggunakan air radiator asal-asalan. Bahkan, air biasa saja.  Padahal, perlu dipahami bahwa kualitas air radiator akan berpengaruh pada kondisi radiator mobil. Pasalnya, air radiator dengan kualitas yang buruk tidak mampu menyerap suhu panas mesin dengan optimal. Hal inilah yang membuat suhu panas akan merembet dan pada nantinya akan membuat radiator menjadi lebih rapuh. Beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi biang masalah radiator mobil bocor. Sebagai tambahan, masalah ini juga bisa saja terjadi karena adanya benturan pada mobil yang menyebabkan bagian radiator penyok atau rusak. Tanda Radiator Mobil Bocor yang Perlu Diperhatikan Masalah radiator mobil bocor sebenarnya muncul disertai tanda-tanda. Sayangnya, sebagaimana yang disinggung sebelumnya, pengemudi kerap kali tidak menyadari tanda yang muncul. Terkait tanda radiator mobil yang bocor, ada beberapa tanda umum yang kerap muncul. Beberapa tanda yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Mobil Kerap Mengalami Overheating Kondisi mesin mobil overheat berulang kali menjadi tanda umum masalah radiator mobil bocor. Ini merupakan kondisi di mana mesin mobil mengalami panas yang berlebihan terutama ketika Anda berkendara dalam jarak yang cukup jauh. Ketika mesin mobil terlalu panas, bisa jadi mesin mobil akan mengalami masalah bahkan tiba-tiba macet. Oleh karenanya, ketika mengalami masalah ini, Anda sebaiknya segera melakukan pengecekan karena radiator mobil bocor di jalan yang tak segera diperbaiki akan merepotkan nantinya. 2. Air Radiator yang Kerap Habis Sebenarnya, apabila radiator mobil berfungsi optimal, air radiator atau water coolant bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Namun, apabila Anda mengalami air radiator yang cenderung cepat habis meskipun belum lama diisi, maka Anda perlu waspada dan melakukan pengecekan pada kondisi radiator. Adanya kebocoran yang terjadi pada bagian radiator akan membuat air radiator rembes. Ditambah dengan suhu mesin mobil yang tinggi dan memerlukan pendinginan, air radiator yang menyusut akan menguap sehingga habis lebih cepat. 3. Tetesan Air di Bawah Bumper Adanya tetesan air di bagian bawah bumper juga menjadi tanda kebocoran yang terjadi pada radiator. Beberapa pengemudi kerap salah sangka dan mengira bahwa air tersebut berasal dari AC mobil. Padahal, air AC umumnya berada di bawah dashboard. Jika Anda menemukan air di bawah bumper, cek kondisi radiator mobil Anda. Bisa jadi, ada bagian radiator yang bocor sehingga air yang seharusnya tertahan di dalam radiator dan berfungsi untuk mendinginkan suhu mesin yang panas akan keluar dari lubang kebocoran tersebut. Beberapa tanda di atas perlu diperhatikan dengan seksama agar nantinya Anda bisa melakukan penanganan dengan tepat dan cepat. Perlu diingat bahwa permasalahan radiator ini juga menjadi penyebab mobil boros bahan bakar karena suhu mesin yang cenderung panas dan tidak bisa diinginkan.  Apa yang Harus Dilakukan saat Radiator Bocor? Ketika menyadari tanda radiator mobil bocor ketika berkendara, tidak sedikit pengemudi yang merasa panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kondisi ini sebenarnya wajar saja, terutama ketika menemukan mesin mobil yang sangat panas dan performa mobil yang turun drastis. Nah, pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa yang harus dilakukan ketika menyadari radiator mobil bocor? Jika Anda menemukan masalah radiator mobil bocor di jalan, maka solusi awal yang bisa dilakukan adalah berkendara secara perlahan. Mengurangi kecepatan mobil bisa menjadi solusi yang cukup tepat agar kebocoran setidaknya tidak menjadi semakin parah. Serta, air radiator pun bisa tertahan dan tidak segera habis. Hanya saja, tentu, Anda tidak boleh berlama-lama dengan kondisi ini. Pasalnya, cara mengatasi radiator mobil bocor yang bisa dilakukan adalah melakukan perbaikan. Ibarat ban tubeless yang bocor, meskipun ban tersebut bisa menahan udara namun tetap saja harus segera ditambal. Perbaikan pada radiator yang bocor memerlukan waktu yang berbeda-beda tergantung kerusakan yang terjadi. Oleh karenanya, ada baiknya jika Anda memilih bengkel perbaikan dengan selektif agar perbaikan yang dilakukan bisa lebih cepat dengan hasil yang optimal. OJC Auto Service, Solusi Masalah Radiator Mobil Anda! Jika Anda hendak melakukan perbaikan kebocoran radiator mobil, OJC Auto Service siap membantu Anda dengan segera. Berbekal pengalaman bertahun-tahun dan ditunjang dengan mekanik yang handal di bidangnya, kami siap memperbaiki kerusakan radiator mobil Anda dengan cepat dan tuntas. Tidak hanya itu, dikenal sebagai penyedia layanan tune up mobil Jogja terpercaya, kami senantiasa memberikan garansi pada setiap pengerjaan perbaikan. Dengan garansi yang diberikan, Anda bisa melakukan komplain jika menemukan perbaikan yang optimal dan kami akan memperbaikinya tanpa perlu tambahan biaya. Jadi, tunggu apalagi, segera saja hubungi CS OJC Auto Service dan … Read more

Mesin Injeksi Mobil, Apa Kelebihannya?

Mesin mobil injeksi, Sumber: wuling.id

Berbincang tentang dunia otomotif, bisa dikatakan bahwa saat ini mesin injeksi mobil menjadi variasi yang lebih banyak ditemukan pada produk kendaraan baru. Memang, mesin ini merupakan inovasi dari mesin karburator yang sebelumnya menjadi sistem mesin mobil utama dan bertahan cukup lama. Hadirnya mesin injeksi secara langsung tentu memberikan opsi bagi Anda yang ingin membeli unit kendaraan baru. Terlebih, konon katanya, inovasi mesin ini menjanjikan performa mesin yang lebih optimal untuk berkendara yang lebih nyaman dan menyenangkan. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas apa yang sebenarnya dimaksud dengan mesin injeksi mobil serta kelebihannya jika dibandingkan dengan mesin karburator. Penasaran? Sekilas Tentang Mesin Injeksi Mobil Sebagaimana disinggung sebelumnya, mesin injeksi mobil adalah inovasi yang muncul dengan beberapa perbaikan dari mesin karburator yang ada sebelumnya. Injeksi pada mesin mobil sendiri merupakan sebuah teknologi baru yang diterapkan dalam sistem pembakaran. Dalam sistem ini, suplai bahan bakar dengan teknologi injeksi menggunakan mekanisme nozzle atau semprotan. Tidak hanya itu, pada sistem ini pun terdapat teknologi engine control module yang secara efektif akan mengatur jumlah bahan bakar yang digunakan serta mengatur sistem pengapian mesin secara otomatis.  Selain itu, teknologi injeksi akan memungkinkan terjadinya pencampuran bahan bakar dengan udara sebelum proses pembakaran selesai. Pencampuran inilah yang membuat mesin mobil nantinya lebih bertenaga jika dibandingkan dengan mesin mobil yang menggunakan teknologi karburator.  Kelebihan Mesin Injeksi Mobil Dibandingkan Mesin Karburator Dibandingkan dengan mesin mobil yang menggunakan karburator, bisa dikatakan ada beberapa kelebihan yang akan didapatkan pada mesin injeksi mobil. Adapun beberapa kelebihan mobil injeksi diantaranya adalah: 1. Emisi Gas Buang yang Lebih Rendah Kelebihan sistem injeksi yang pertama adalah menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih rendah. Hal ini dikarenakan pembakaran pada mesin berteknologi injeksi cenderung lebih optimal dan bahan bakar terbakar dengan lebih sempurna. Dengan cara kerja sistem injeksi mobil seperti ini, tidak banyak bahan bakar yang akan terbuang sia-sia. Hasilnya, emisi gas buang akan lebih rendah. Inilah kenapa mobil yang menggunakan mesin injeksi lebih banyak diproduksi sejalan dengan kampanye go green yang saat ini terus meluas dan digalakkan.  2. Penggunaan Bahan Bakar yang Lebih Irit Pembakaran bahan bakar yang lebih sempurna pada mesin injeksi membuat pemakaian bahan bakar cenderung lebih hemat. Sebagaimana disinggung sebelumnya, mesin injeksi memiliki teknologi terbaru yang akan mengatur suplai bahan bakar dan pembakaran di ruang bakar.  Dengan bahan bakar yang lebih irit, tentu saja kendaraan dengan mesin injeksi cenderung lebih bisa diandalkan untuk melakukan perjalanan jauh. Tanpa perlu menggunakan alat penghemat bensin mobil, Anda bisa menghemat pengeluaran untuk membeli bahan bakar yang diperlukan selama perjalanan. 3. Performa Mobil yang Lebih Optimal Hal lain yang juga menjadi kelebihan dari sistem mesin injeksi adalah performa yang bisa dikatakan jauh lebih optimal dibandingkan mesin karburator. Ya, dengan inovasi yang dilakukan terutama perihal pembakaran, mesin mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar. Beberapa pakar mengatakan bahwa dengan spesifikasi mobil yang mirip, mesin injeksi akan menghasilkan tenaga yang lebih optimal dibandingkan dengan mesin karburator. Inilah alasan kenapa kendaraan dengan mesin injeksi cenderung lebih tangguh di jalanan dan bisa melakukan akselerasi dengan lebih baik.  4. Perawatan yang Jauh Lebih Mudah Perawatan menjadi hal yang krusial terkait mesin mobil. Pasalnya, mesin mobil yang tidak mendapatkan perawatan secara optimal cenderung tidak bisa bekerja dengan maksimal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan terjadi masalah tenaga mobil ngempos ketika mobil dikendarai. Nah, berbincang tentang perawatan, mobil yang menggunakan sistem injeksi cenderung memerlukan perawatan yang lebih mudah. Pasalnya, ketika melakukan servis rutin, mekanik nantinya tidak perlu melakukan pembongkaran pada komponen karburator. Tidak hanya itu, mesin injeksi pun cenderung tidak akan rewel asalkan Anda tidak telat mengganti oli. Beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi kelebihan dari mesin injeksi di mana bisa dijadikan acuan untuk memilih unit kendaraan yang diinginkan. Dengan fungsi injeksi mobil yang meningkatkan kinerja mesin semakin optimal, berkendara pun akan jauh lebih nyaman dan menyenangkan.  Perawatan pada Mesin Mobil Injeksi, Apa yang Perlu Dilakukan? Meskipun secara umum mesin injeksi memerlukan perawatan yang lebih mudah dibandingkan dengan mesin berbasis karburator, namun tetap saja, ada perawatan yang perlu dilakukan secara rutin. Ya, perawatan ini cukup krusial karena pada dasarnya kondisi mesin mobil akan cenderung menurun seiring waktu penggunaan. Terkait perawatan, beberapa bentuk perawatan yang perlu dilakukan agar performa mesin injeksi tetap optimal diantaranya adalah: 1. Menjaga Kebersihan Komponen Injeksi Komponen yang kotor karena debu merupakan masalah yang cukup serius pada mesin injeksi. Pasalnya, debu yang menempel bisa jadi membuat sistem injeksi yang berbasis sensor akan bermasalah dan tidak menutup kemungkinan kinerja mesin akan menurun. Oleh karenanya, Anda perlu menjaga kebersihan setiap komponen dari mesin injeksi. Beberapa komponen mesin injeksi seperti throttle body, sensor, filter udara dan filter bahan bakar perlu dibersihkan secara berkala. 2. Merawat Nozzle Injector Perawatan lain yang perlu diperhatikan adalah merawat nozzle injector. Perlu diketahui bahwa nozzle injector merupakan komponen yang begitu krusial dan berpengaruh pada kinerja mesin injeksi.  Terkait hal ini, perlu disadari bahwa penggunaan bahan bakar dengan kualitas rendah bisa menyumbat lubang nozzle. Hal ini akan membuat fungsi nozzle terganggu dan proses pembakaran yang terjadi pun tidak akan maksimal. Oleh karenanya, penggunaan bahan bakar berkualitas untuk mobil dengan mesin injeksi cenderung diperlukan. Selain itu, ada baiknya jika Anda juga menyemprotkan cairan pembersih pada tangki bahan bakar untuk mengurangi resiko nozzle yang mampet. 3. Mengecek Kondisi Aki Satu lagi tips perawatan mesin injeksi mobil yang perlu dilakukan adalah mengecek kondisi aki mobil. Poin ini begitu krusial karena mesin injeksi sangat bergantung pada bagaimana kondisi aki yang Anda gunakan. Tanpa aki yang memadai, mesin injeksi tidak bisa bekerja dengan optimal. Tentu saja, seiring penggunaan, aki mobil yang terpasang akan kehilangan daya. Oleh karenanya, Anda perlu mengecek apakah aki yang dipasang masih memiliki daya yang optimal atau perlu dilakukan perawatan bahkan penggantian dengan aki yang baru. Dengan perawatan yang optimal, kondisi mesin injeksi mobil akan cenderung terjaga. Hanya saja, jika Anda tidak melakukan perawatan sendiri, terutama untuk membongkar beberapa komponen, menggunakan layanan bengkel mobil injeksi Jogja bisa menjadi opsi. Ya, OJC Auto Service hadir sebagai solusi untuk membantu Anda melakukan perawatan dan perbaikan mesin injeksi mobil dengan optimal. Tak hanya itu, kami senantiasa memberikan garansi pengerjaan untuk memastikan kepuasan pelanggan!

AC Mobil Berembun, Apa Sebabnya?

AC mobil berembun, Sumber: cekpremi.com

Masalah AC mobil berembun memang menjadi salah satu permasalahan AC mobil yang kerap terjadi. Kondisi ini tentu akan mengganggu perjalanan. Bahkan, bukan tidak mungkin, masalah AC yang berembun menjadi sebab munculnya rentetan kerusakan di komponen mobil lainnya. Sebagaimana diketahui, AC menjadi salah satu fitur mobil yang cukup krusial. Hadirnya AC akan membuat kondisi kabin mobil senantiasa sejuk selama perjalanan. Tidak mengherankan jika tak sedikit pengemudi yang merasa susah ketika AC mobil mereka rusak. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi sebab AC mobil berembun tersebut? Simak ulasannya! Sebab Umum AC Mobil Berembun Kondisi AC mobil yang berembun terkadang cukup merepotkan. Embun yang menempel di beberapa bagian mobil tentu akan mengganggu karena membuat kabin lebih lembab dan basah. Tidak hanya itu, embun yang menempel di bagian kaca pun akan membuat penglihatan terganggu. Terkait masalah ini, ada beberapa sebab umum kenapa AC pada mobil Anda berembun. Beberapa sebab yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Adanya Kebocoran pada Sistem AC Kebocoran yang terjadi pada sistem AC merupakan sebab pertama kenapa AC mobil berembun. Perlu diketahui bahwa AC mobil memiliki rangkaian sistem yang cukup panjang dan rumit. Serta, setiap komponen dalam sistem tersebut saling berkaitan sehingga jika terjadi permasalahan pada satu komponen, ada efek yang akan muncul. Terkait hal ini, kebocoran yang terjadi pada sistem AC akan mengakibatkan cairan refrigeran. Padahal, cairan ini memiliki fungsi yang cukup krusial berkaitan dengan kinerja AC untuk mendinginkan kabin mobil. Apabila kondisi ini terjadi, maka AC tidak bisa berfungsi dengan optimal. Suhu di dalam mobil pun tidak bisa dipertahankan di level yang ditentukan sehingga kondensasi pada permukaan yang lebih dingin akan terjadi dan pengembunan muncul. 2. Filter AC yang Kotor atau Tersumbat Hal lain yang menjadi penyebab kaca mobil berembun adalah filter AC yang kotor atau berembun. Sebagaimana diketahui, filter menjadi komponen AC yang cukup penting karena berfungsi untuk menyaring udara kotor dari dalam kabin mobil. Ketika filter AC rusak, maka udara tidak bisa tersaring dengan optimal. Tidak hanya itu, aliran udara yang keluar dari sistem pendingin pun akan bermasalah. Kondisi ini nantinya akan menciptakan ketidakstabilan suhu di dalam kabin mobil dan bisa jadi menyebabkan munculnya embun.  Oleh karenanya, pengecekan kondisi filter AC mutlak diperlukan. Selain itu, Anda juga perlu menyadari bahwa ada kalanya filter AC memang harus diganti seiring waktu pemakaian yang sudah lama. Jika tidak, masalah seperti AC mobil bau pun bisa terjadi.  3. Pengaturan AC yang Tidak Tepat Pengaturan AC yang tidak tepat juga menjadi biang kenapa AC mobil berembun. Dalam penggunaan AC, tidak sedikit pengemudi yang ingin langsung merasakan efek dingin AC sehingga ia mengatur AC pada suhu yang sangat rendah. Di sisi lain, ia juga tidak memperhitungkan bagaimana penggunaan mode sirkulasi AC. Nah, suhu AC yang terlalu rendah nantinya akan membuat perbedaan suhu antara udara luar dan di dalam mobil menjadi terlalu ekstrem. Kondisi inilah yang bisa memicu terjadinya kondensasi yang memunculkan embun. Tidak hanya itu, penggunaan mode sirkulasi udara yang salah juga menjadi sumber masalah. Oleh karenanya, Anda perlu memperhatikan lebih lanjut bagaimana pengaturan AC mobil agar tidak berembun dan memastikan memilih mode sirkulasi yang tepat. 4. Sistem Ventilasi Udara yang Buruk Satu lagi penyebab AC mobil berembun adalah sistem ventilasi mobil yang cenderung buruk. Terkait hal ini, adanya blokade pada saluran udara akan mengakibatkan pembentukan embun di dalam kabin mobil. Terlebih jika Anda menyetel suhu AC yang cenderung lebih dingin. Sama sebagaimana beberapa sebab sebelumnya, distribusi udara yang tidak merata di dalam kabin mobil akan membuat perbedaan suhu serta kelembaban semakin tinggi. Nantinya, di beberapa area di dalam mobil akan berubah menjadi lebih dingin dan berpotensi menimbulkan embun. Beberapa hal di atas adalah apa yang menjadi sebab umum kenapa AC mobil berembun. Layaknya ketika melihat adanya indikator oli menyala, ketika menyadari adanya permasalahan pada AC mobil, tentu Anda perlu segera melakukan penanganan dan perbaikan.  Tips Perawatan AC Mobil Agar Lebih Awet Memang, layaknya fitur dan komponen lain pada mobil, AC mobil pada masanya bisa rusak dan memerlukan penggantian. Hanya saja, jika Anda melakukan perawatan dengan lebih baik, masalah AC berembun tapi tidak dingin tidak akan terjadi dan AC pun akan cenderung lebih awet. Terkait perawatan pada AC mobil, ada beberapa tips dasar yang bisa Anda terapkan. Beberapa diantaranya adalah: 1. Menjaga Kebersihan Kabin  Agar AC lebih awet, Anda perlu menjaga kebersihan kabin mobil dengan baik. Pasalnya, kabin yang kotor akan membuat AC bekerja lebih keras. Tidak hanya itu, debu yang ada di dalam mobil bisa membuat filter AC lebih cepat kotor dan mengganggu kinerja AC mobil. Ada baiknya jika Anda membiasakan diri untuk membersihkan kabin setelah berkendara. Dengan cara ini, selain kebersihan kabin yang lebih terjaga, Anda pun tidak perlu repot untuk membuang sampah yang kadung menumpuk.  2. Tidak Membuka Jendela saat Menyalakan AC Perawatan AC mobil lain yang cukup mudah dilakukan adalah tidak membuka jendela ketika AC menyala. Perlu diketahui bahwa AC mobil tidak didesain untuk mendinginkan ruangan yang cenderung lebar. Oleh karenanya, ketika jendela mobil terbuka, maka AC akan bekerja lebih berat. Kondisi ini tentu akan membuat komponen AC lebih rentan rusak. Di samping itu, ketika jendela mobil terbuka, debu dan kotoran di luar akan masuk yang menyebabkan udara di dalam kabin memburuk.  3. Membersihkan Kondensor AC Secara Rutin AC mobil memiliki beberapa komponen di dalamnya. Tidak hanya itu, masing-masing komponen memiliki fungsi penting di mana nantinya akan menghasilkan udara yang sejuk di dalam kabin dan membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Salah satu komponen penting pada unit AC mobil adalah kondensor. Terkait hal ini, upayakan untuk membersihkan komponen ini secara teratur. Pasalnya, kondensor memiliki fungsi yang sangat krusial yaitu mengubah gas freon bertekanan tinggi menjadi cairan yang mendinginkan ruangan. Dengan perawatan yang tepat, tentu AC mobil bisa bekerja dengan lebih optimal dan tentu saja tidak mudah rusak. Hanya saja, jika Anda merasa kesusahan untuk melakukan perawatan dan perbaikan, menggunakan layanan service AC mobil Jogja bisa menjadi opsi yang tepat. Perbaikan AC Mobil Berkualitas Hanya di OJC Auto Service Jika Anda sedang mencari tempat service AC mobil di kawasan Jogja dan sekitarnya, OJC Auto Service adalah opsi yang tepat. Ya, kami adalah penyedia layanan service AC mobil terpercaya yang siap membantu Anda … Read more

Penting Diketahui, Ini Tanda Power Steering Bermasalah!

Power steering bermasalah, Sumber: astra.co.id

Berbincang tentang kemudi mobil. power steering menjadi komponen penting yang tidak bisa dinafikan. Hadirnya power steering akan memudahkan pengemudi memutar setir dan menggerakkan roda. Oleh karenanya, pentingnya komponen ini membuat pengetahuan tentang tanda power steering bermasalah juga menjadi penting. Layaknya komponen mobil lainnya, seiring waktu penggunaan, power steering pun akan bermasalah. Hanya saja, jika Anda sebagai pengemudi mampu membaca tanda-tanda kerusakan sejak awal, maka kerusakan power steering yang parah pun tidak akan terjadi. Anda nantinya juga terhindar dari biaya perbaikan yang membengkak. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa tanda power steering bermasalah yang perlu dicermati. Apa saja? Simak ulasannya! Tanda Umum Power Steering Mobil Bermasalah Sebagaimana disinggung sebelumnya, bisa dikatakan jika power steering cukup berpengaruh pada kenyamanan berkendara. Dengan power steering yang bekerja dengan baik, tentu Anda akan merasakan perjalanan yang lebih menyenangkan dan tak terlalu melelahkan. Terkait kerusakan pada power steering, ada beberapa tanda umum yang bisa dijadikan peringatan awal untuk melakukan pengecekan. Beberapa tanda yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Kemudi yang Terasa Lebih Berat Salah satu tanda power steering bermasalah yang paling awal muncul adalah kemudi mobil yang terasa lebih berat. Kita tahu bahwa hadirnya power steering adalah untuk meringankan proses kemudi sehingga mobil bisa dikendalikan dengan baik.  Nah, jika suatu hari Anda mendapati kemudi yang terasa lebih berat dari biasanya, Anda perlu memperhatikan kondisi power steering. Pada sistem kemudi hidrolik, bisa jadi ada bagian dari sistem hidrolik yang bocor seperti tabung reservoir. Sedangkan pada kemudi elektrik, bisa jadi kerusakan terjadi pada bagian motor listrik.  2. Posisi Setir yang Miring Selain masalah power steering berat, tanda power steering bermasalah lainnya adalah posisi setir mobil yang lebih miring daripada sebelumnya. Tentu saja, kondisi ini akan membuat mobil cenderung lebih susah untuk dikendalikan. Bahkan, di sisi lain kondisi ini akan meningkatkan resiko terjadinya masalah termasuk kecelakaan saat berkendara.  Awalnya, bisa jadi ada kerusakan pada bagian fan belt dan pengemudi tidak menyadarinya. Komponen fan belt yang rusak dan tidak segera diganti bisa menyebabkan power steering bermasalah dan akhirnya rusak. Hanya saja, perlu diperhatikan pula bahwa posisi setir yang miring juga menjadi tanda adanya masalah pada sumbu roda atau kaki-kaki. Apabila hal ini terjadi, maka melakukan spooring ban mobil menjadi solusi yang sebaiknya dilakukan. 3. Munculnya Suara Apabila ketika berkendara Anda mendengar suara yang aneh berasal dari roda kemudi, bisa jadi hal tersebut adalah tanda adanya masalah pada power steering. Pasalnya, ketika power steering bermasalah, akan terjadi gesekan antar komponen. Hal inilah yang membuat suara aneh muncul disertai dengan decit yang semakin keras ketika roda kemudi dibelokkan.  Memang, beberapa pengemudi kerap tidak mempersoalkan hal ini. Pasalnya, mereka mengira bahwa hal tersebut adalah rem mobil bunyi dikarenakan kondisi sistem roda yang basah karena air hujan. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Oleh karenanya, ada baiknya jika Anda melakukan cek dan ricek secara mendalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. 4. Ban Tepos Tidak Rata Hal lain yang juga menjadi tanda power steering bermasalah adalah ban mengalami tepos atau gundul dengan kondisi yang tidak rata. Memang, dikarenakan gesekan dengan jalan selama kurun waktu tertentu, pada masanya ban akan terkikis dan gundul. Hanya saja, jika kerusakan ban terjadi hanya pada satu sisi atau tidak rata, maka hal tersebut perlu diteliti. Kondisi ban yang tepos dan tidak rata ini adalah indikasi adanya ketidakseimbangan pada tekanan roda yang tidak seimbang. Nah, tekanan yang tidak rata ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada power steering. Biasanya, bagian ban yang akan habis duluan adalah bagian tepi luar ban. 5. Adanya Kebocoran Oli di Ruang Mesin Satu lagi tanda power steering bermasalah yang perlu diperhatikan adalah adanya kebocoran oli power steering yang terjadi di ruang mesin. Kondisi ini tentu merupakan tanda yang jelas jika ada permasalahan yang cukup serius pada komponen power steering. Bisa jadi, ada salah satu komponen yang retak sehingga oli keluar dari celah-celah. Terkait hal ini, apabila Anda menemukan oli power steering yang rembes, maka segera lakukan pengecekan dan perbaikan. Pasalnya, jika tidak dilakukan, kerusakan yang terjadi akan semakin parah dan biaya perbaikan power steering yang harus dikeluarkan pun akan cenderung meningkat. Beberapa poin di atas adalah apa yang menjadi tanda umum power steering yang bermasalah. Sebagai tambahan, kerusakan power steering juga bisa diketahui ketika Anda merasa jika tingkat responsif kemudi cenderung menurun meskipun Anda berkendara di jalanan yang relatif lurus.  Apa yang Menyebabkan Power Steering Bermasalah? Masalah yang terjadi pada power steering tentu tidak bisa dianggap remeh. Kerusakan yang dibiarkan tidak hanya akan mengurangi kenyamanan saat berkendara saja, melainkan juga meningkatkan resiko terjadinya permasalahan di jalan.  Ada beberapa penyebab power steering rusak yang menjadi biang masalah dan terkadang tidak disadari. Beberapa penyebab tersebut diantaranya adalah: Selain beberapa poin di atas, masalah pada power steering terkadang juga diakibatkan oleh pembiaran yang dilakukan pada rak kemudi yang rusak. Padahal, rak kemudi merupakan bagian utama yang terhubung secara langsung dengan power steering. Lakukan Perbaikan Power Steering di OJC Auto Service Apabila tanda power steering bermasalah muncul dan diketahui, maka langkah tepat yang harus Anda ambil adalah melakukan perbaikan. Dengan perbaikan yang dilakukan sesegera mungkin, kerusakan yang terjadi tentu bisa ditanggulangi dan tidak akan semakin parah. Nah, untuk perbaikan kerusakan power steering Anda, OJC Auto Service siap memberikan bantuan dengan maksimal. Dengan peralatan lengkap dan mekanik yang berpengalaman di bidangnya, berbagai kerusakan power steering Anda bisa ditangani dengan cermat, tepat dan cepat. Tidak hanya itu, sebagai salah satu service mobil Jogja, tentu kami senantiasa berorientasi pada kepuasan pelanggan. Untuk setiap pelayanan, kami akan berusaha menyelesaikannya dalam waktu singkat. Serta, kami senantiasa berusaha menghadirkan layanan terbaik dengan harga terjangkau dan garansi kepuasan. Jadi, tunggu apalagi, segera hubungi CS OJC Auto Service dan kami siap melayani Anda sepenuh hati!